FOTO : ilustrasi [ Ai ]
Pewarta : Tim liputan | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com
PONTIANAK – Terkuaknya kasus dugaan korupsi tata kelola bauksit yang menyeret PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) dan pengusaha tambang Sudianto alias Aseng menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Penangkapan yang dilakukan langsung oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia dinilai menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di Kalimantan Barat.
Pengamat hukum dan kebijakan publik, Dr. Herman Hofi Munawar menilai, terbongkarnya kasus yang diduga berlangsung sejak 2017 hingga 2025 tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan serta kinerja aparat penegak hukum (APH) di daerah.
“Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin aktivitas yang diduga merugikan negara dalam skala besar dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa tindakan berarti dari aparat di daerah,” ujarnya.
Menurut Herman, langkah Kejagung turun langsung dari Jakarta seharusnya menjadi alarm serius bagi seluruh institusi penegak hukum di Kalbar. Ia menilai, peristiwa ini tidak cukup hanya berhenti pada penangkapan pelaku usaha, tetapi harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan penindakan di sektor pertambangan.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya konflik kepentingan maupun lemahnya integritas pengawasan di lapangan, sehingga aktivitas yang diduga ilegal dapat berjalan dalam waktu lama.
Karena itu, Herman mendorong adanya audit investigatif secara transparan terhadap pihak-pihak terkait, termasuk evaluasi koordinasi antarinstansi seperti Dinas ESDM, kepolisian, dan kejaksaan di tingkat daerah.
“Penegakan hukum harus objektif, independen, dan tidak boleh tunduk pada pengaruh korporasi atau kepentingan tertentu. Jika tidak ada pembenahan serius, maka kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan semakin menurun,” tegasnya.
Herman menambahkan, masyarakat Kalimantan Barat menginginkan adanya penegakan hukum yang tegas dan konsisten, sehingga daerah tidak terus-menerus bergantung pada intervensi aparat pusat untuk mengungkap persoalan besar di sektor sumber daya alam. [ red ]
