FOTO : Bangunan RSUD MTh Djaman Sanggau [ ist ]
Pewarta : Tim redaksi | Editor/publisher : admin radarkalbar.com
SANGGAU – Kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MTh Djaman Sanggau menjadi sorotan tajam netizen di berbagai platform media sosial.
Sejumlah keluhan mencuat, mulai dari ketersediaan obat bagi pasien BPJS hingga aturan penggunaan fasilitas penunjang bagi keluarga pasien.
Pantauan di ruang digital menunjukkan keresahan warga terkait instruksi menebus obat secara mandiri di apotek swasta. Salah satu pengguna media sosial mengaku kecewa lantaran stok obat untuk layanan BPJS kerap dinyatakan kosong, sehingga membebani pasien dengan biaya tambahan yang tidak sedikit.
”Setiap berobat menggunakan BPJS, selalu disampaikan bahwa obat kosong dan diarahkan membeli ke apotek luar,” tulis salah satu warga dalam unggahannya yang mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Tak hanya persoalan obat, keluhan juga merembet pada fasilitas toilet. Seorang keluarga pasien rawat inap mengeluhkan adanya larangan mandi di area rumah sakit oleh petugas.
Hal ini dinilai menyulitkan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah dengan jarak tempuh hingga lima jam perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD MTh Djaman, Bassilinus S Km pada Rabu (6/5/2026) hingga pukul 21.35 WIB belum memberikan tanggapan secara resmi.
Sebelumnya, upaya konfirmasi yang dilayangkan tim redaksi radarkalbar.com melalui pesan singkat Whatsapp telah terkirim ke yang bersangkutan.
Publik berharap pihak manajemen rumah sakit segera memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi menyeluruh demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sanggau. [ red ]
