Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Sebenarnya Siapa yang Patut Disalahkan?
Opini

Sebenarnya Siapa yang Patut Disalahkan?

Last updated: 19/12/2024 16:52
19/12/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

RAKYAT DIAM. Pemerintah bicara. Katanya, ini semua karena undang-undang. Undang-undang itu agung, tak bisa disentuh, tak bisa digugat.

Ia ada di atas sana, seperti dewa yang bersemayam di singgasana emas, jauh dari jangkauan tangan rakyat jelata.

Airlangga Hartarto berdiri di tengah sorot kamera. Tenang, penuh wibawa. “Ini bukan pemerintah,” katanya, “Ini undang-undang.

DPR yang memutuskan, hampir seluruh fraksi setuju, kecuali PKS.” Sebuah kalimat pendek, tapi dampaknya seperti angin kencang yang menyapu harapan kecil rakyat. Bukan pemerintah, tapi siapa?

Lalu mereka bicara tentang insentif. Bantuan pangan, katanya. Sepuluh kilo beras per bulan untuk 16 juta keluarga. Angka itu terdengar besar.

Tapi, di ujung dapur-dapur rakyat, nasi di piring tetap saja terasa sedikit. Apa yang akan mereka makan setelah dua bulan diskon listrik berakhir? Apa yang akan mereka tanggung setelah tarif 12 persen ini menghantam semua yang mereka sentuh?

Sri Mulyani melangkah ke depan, wajahnya datar, suaranya tenang, seolah semua ini adalah takdir yang harus diterima tanpa perlawanan.

“Ini adil,” katanya. Barang mewah akan kena pajak. Wagyu, kobe, salmon, listrik 3.500 VA.

Barang-barang yang, katanya, hanya disentuh oleh mereka yang punya lebih dari cukup. Tapi bagaimana dengan beras premium? Pendidikan premium? Listrik rumah tangga? Kata “mewah” mendadak terasa licik, seperti penghiburan kosong di tengah hujan tagihan.

Adil, katanya. Gotong royong, katanya. Tapi di sudut-sudut pasar, di tengah trotoar yang panas, rakyat bertanya-tanya. Apa itu gotong royong jika yang menggotong adalah kami, sementara yang menikmati adalah mereka?

Mereka bicara panjang lebar tentang pajak yang katanya untuk pembangunan. Tapi di mana pembangunan itu? Di jalan-jalan berlubang? Di gedung-gedung megah yang tak pernah kami masuki? Di kursi-kursi empuk tempat mereka memutuskan nasib kami sambil meneguk kopi mahal?

Januari akan datang, dan bersama itu, PPN 12 persen akan berdiri di depan pintu seperti tamu tak diundang. Tak ada yang bisa dilakukan selain membukakan pintu dan membiarkannya masuk.

Pemerintah akan berkata, “Ini untuk kebaikan kita semua.” Tapi di hati kecil, kita tahu, yang “kita” itu tidak pernah benar-benar termasuk kita.

Akhirnya, seperti biasa, rakyat akan belajar menerima. Sebab di negeri ini, tangis hanyalah hiburan sementara. Sementara kehidupan terus menuntut kita untuk bertahan.

Sebenarnya siapa yang patut disalahkan? Mungkin pertanyaan itu pun sudah lelah mencari jawabannya.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Airlangga Hartartopajak naik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”

11/06/2026
Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar
04/07/2026
Sengaja Dikunci? Dugaan Kongkalikong Tender Jembatan Sungai Barak Mukok Mencuat..!
28/06/2026
KANNI Kalbar Desak PLN Transparan Soal Listrik Padam ‘Berjemaah’ di Sanggau hingga Mempawah dan Wilayah Lainnya
03/07/2026
Digantung Tanpa Kejelasan, Puluhan Karyawan PT MJP 1 Sekadau, Tuntut Kepastian Nasib di DPRD Sekadau
07/07/2026

Berita Menarik Lainnya

Negeri Ini Butuh Sahrial Abadi, Bukan Para Koruptor

08/07/2026

Teganya KPK, Bupati Langkat Belum Sempat Makan Durian Malah Ditangkap

05/07/2026

Mega Korupsi BGN, Brigjen Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Ketujuh

03/07/2026

Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim, Sarang Ular di Tubuh Imigrasi

07/06/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang