Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Mempawah > Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”
Mempawah

Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”

Last updated: 2 jam lalu
2 jam lalu
Mempawah
Share

FOTO : Tumpukan ikan mati misterius [ hamzah ]

Pewarta : Hamzah | Editor/publisher : admin radarkalbar com

​MEMPAWAH – Jerit tangis dan keputusasaan menyelimuti ratusan petani keramba ikan air tawar di Kabupaten Mempawah. Tanpa ada tanda-tanda peringatan, jutaan ekor ikan mas yang menjadi tumpuan hidup mereka mati mendadak pada Kamis pagi (11/6/2026).

Kerugian masif yang ditaksir mencapai miliaran rupiah ini memaksa para petani gigit jari dan terpaksa “mengemis” di pasar, menjual bangkai ikan dengan harga tiarap hanya Rp10.000 per kilogram demi menyelamatkan sisa-sisa modal yang hancur lebur.

​Kronologi Petaka : Air Sungai Menghijau Misterius

​Ketua BPD Desa Sejegi sekaligus salah satu petani terdampak, Dul Karim, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya antisipasi terhadap gejala alam ini. Menurutnya, tanda-tanda petaka sudah terlihat sejak Rabu sore (10/6), saat ikan-ikan mulai megap-megap di permukaan.

​”Ikan mulai mangap-mangap mengambang dari Rabu sore. Puncaknya Kamis pagi ini, habis semua, mati mendadak!” keluh Dul Karim dengan nada lirih.

​Dul Karim menyoroti adanya keanehan fisik pada air sungai pasca-hujan deras Selasa malam lalu. Air sungai tiba-tiba berubah warna menjadi hijau pekat sepanjang dua kilometer, tepat dari arah atas pusat sumb air PDAM Tirta Galaherang Mempawah.

Namun, hingga jutaan ikan menjadi bangkai, para petani dibiarkan tanpa jawaban pasti mengenai zat apa yang sebenarnya mencemari sungai mereka.

​Respons Dinas: Hanya “Menduga” di Tengah Kerugian Miliaran

​Di sisi lain, respons dari pihak otoritas terkait dinilai belum memberikan solusi konkret bagi dapur petani yang terancam ngebul. Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah, Arifin, terkesan hanya menyodorkan data normatif di atas kertas tanpa kepastian penanganan jangka panjang.

​Arifin berdalih bahwa berdasarkan pengecekan tim di lapangan, tingkat keasaman (pH) air sungai anjlok drastis ke angka 5, bahkan sempat menyentuh 4,5. Padahal, angka normal untuk kelangsungan hidup ikan berada di kisaran 6,5 hingga 7.

​”Diduga penyebab kematian karena tingkat keasaman air tinggi akibat turunnya pH. Semakin rendah pH, air semakin asam,” jelas Arifin berlindung di balik argumen teknis.

​Ketidakpastian yang Menggantung 

Ketika dicecar mengenai fenomena berubahnya warna air sungai Mempawah menjadi hijau yang diduga kuat oleh warga sebagai pemicu utama racun bagi ikan pihak Dinas justru mengaku belum bisa memastikan penyebabnya.

Arifin hanya melemparkan dugaan sementara bahwa fenomena ini terjadi akibat siklus cuaca kemarau panjang yang dihantam curah hujan tinggi dalam semalam.

​Bagi ratusan petani yang kini menghadapi kebangkrutan massal, retorika “faktor cuaca” dan “dugaan sementara” dari birokrat tentu tidak bisa membayar utang modal pakan yang telanjur menumpuk.

Warga mendesak adanya investigasi mendalam dan langkah nyata, bukan sekadar pengecekan kertas lakmus di saat ikan mereka sudah telanjur menjadi bangkai. [ red ]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Desak Pelindo dan YPKOT Segera Bayar Hak Ahli Waris, LPM Mempawah Pasang Plang di Sungai Kunyit

26/05/2026

Ratusan Orang Antusias Nobar Film Pesta Babi di Mempawah

24/05/2026

Anggaran Tunjangan Rumah DPRD Mempawah Tembus Rp 4,9 Miliar, Nazrul : Melukai Hati Rakyat

30/04/2026

Sempat Melawan, Terduga Pelaku Asusila Anak Bawah Umur Diringkus di Semparuk Sambas

26/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang