Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Bocil Disuruh Nge-roasting Gubernur Kalbar, Bupatinya yang Kena
Opini

Bocil Disuruh Nge-roasting Gubernur Kalbar, Bupatinya yang Kena

Last updated: 9 jam lalu
9 jam lalu
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai ]

Oleh : Rosadi Jamani
[ Ketua Satupena Kalbar ]

WAK, saya kembali ke daerah sendiri. Ada yang bikin perut mules karena ketawa! Gara-gara sekelompok bocah polos alias bocil di pedalaman Sintang, Kalbar, lagi main di lumpur setebal betis, tiba-tiba jadi aktivis dadakan.

Mereka bikin video viral, ngomel-ngomel ke Gubernur Kalbar Ria Norsan dengan gaya yang bikin orang dewasa pada melongo.

“Jalan kami bicak! Lecut! Gubernur kami kerjanya molor tidur pingsan!” teriak salah satu bocil sambil nunjuk jalan yang lebih mirip ladang sawah pas musim hujan. Ada yang sampe usul ganti gubernur dengan Dedi Mulyadi biar jalan langsung mulus kayak tol. Polosnya level dewa, sindirannya lebih tajam dari pisau dapur ibu-ibu. Ngakak sekaligus miris.

Maksud hati siapa ya yang nyuruh atau ngasih HP ke anak-anak ini? Entah. Yang jelas, video itu langsung meledak di medsos. Netizen pada heboh. “Anak kecil aja berani, orang tua pada diem aja?” “Ini kritik asli atau ada yang ngatur?” “Generasi Alpha udah berani nge-roasting pemimpin, generasi kita dulu cuma bisa ngadu ke pohon kelapa.”

Beberapa hari kemudian, Kepala Dinas PUPR Kalbar turun gunung dengan wajah serius. “Eh, jalan itu kewenangan Kabupaten Sintang, wak. Bukan provinsi. Nuan jangan salah sasaran.” Boom! Ternyata bocil itu lagi nembak Gubernur, tapi pelurunya nyasar ke wilayah kabupaten. Jalan Bedayan–Nanga Libau di Kecamatan Sepauk memang rusak parah, tapi wewenangnya ada di tangan Bupati Sintang, bukan gubernur.

Maksud hati ingin mempermalukan gubernur, eh malah bupati yang kena getahnya. Klasik banget politik Indonesia, nembak musuh, tapi kena kaki sendiri.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala langsung move on dengan gaya gentleman. Dia bilang, “Saya sudah konfirmasi ke gubernur. Saya minta maaf, mungkin ini karena kepentingan anak-anak yang bikin konten. Tapi kenyataannya jalan itu memang jelek, saya akui.” Lalu dia tambahin, Pemkab sudah siapkan usulan perbaikan, tinggal nunggu anggaran.

Nuan bayangin! Bupati nelpon gubernur, suaranya kayak anak SD ketahuan nyontek ulangan. “Pak Gub, maaf ya… anak-anak saya yang bikin ribut… bukan saya…” Lucu banget. Padahal jalan rusaknya sudah lama, tapi baru viral pas bocah-bocah yang ngomong, langsung ada action. Moral of the story, kalau mau cepet diperbaiki, suruh aja anak TK bikin konten TikTok. Orang dewasa protes biasa, gak mempan. Anak kecil yang ngomong “gubernur molor tidur”, langsung panik semua pihak.

Ini dia yang bikin satire-nya makin pedas. Anak-anak itu cuma mau sekolah tanpa tergelincir di lumpur, tapi malah jadi bintang medsos. Sementara pejabat-pejabat pada sibuk klarifikasi kewenangan, bagi-bagi tanggung jawab, dan minta maaf ke sana-sini. Jalan tetap rusak, mobil tetap mogok, motor tetap nyemplung. Tapi setidaknya sekarang ada video viral yang bikin seluruh Kalbar ketawa sambil geleng-geleng kepala.

Kalau boleh kasih saran buat pejabat:
– Jangan tunggu anak kecil yang protes.
– Kalau memang wewenang kabupaten, ya perbaiki.
– Kalau memang wewenang provinsi, ya perbaiki juga.
– Pokoknya jalan diperbaiki, bukan saling lempar bola panas kayak main voli di DPRD.

Akhirnya, cerita ini mengingatkan kita semua. Di negeri ini, politik kadang lebih lucu dari komedi stand-up. Bocah kecil cuma mau jalan bagus buat main bola, tapi malah bikin bupati minta maaf ke gubernur. Gubernur sebut eksploitasi anak, dan netizen pada ngakak seminggu penuh.

Pesan moralnya, kalau kamu ingin kritik pemerintah tapi takut, pinjam aja mulut anak kecil. Hasilnya lebih efektif, lebih viral, dan lebih bikin malu semua pihak sekaligus. Bravo, bocah Bedayan SP3! Kalian bukan cuma kritik, tapi bikin seluruh elit politik Kalbar jadi bahan guyonan nasional.

Jalan rusaknya kapan diperbaiki? Tunggu video anak-anak season 2 aja kali ya.

“Name gak budak-budak, suke-suke dielah, Bang.”

“Aok, cuma yang kena Bupatinya sorang, wak.” ups

#JYM

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:BocilBupatiGubernur kalbar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi

02/03/2026
Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali
17/03/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026
Plafon SDN 08 Sungai Pinyuh Ambrol, Kepsek Sebut Sudah Sampaikan Usulan Perbaikan
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Bocil Nge-roasting Gubernur, Apakah Efek MBG?

9 jam lalu

Raja Tambang Terkenal Licin Beking Kuat, Akhirnya Bisa Dijebloskan ke Jeruji

30/03/2026

DePA-RI Kecam Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

16/03/2026

Peran Sekda Sebagai Koordinator Pemalakan OPD di Kabupaten Cilacap

16/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang