Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > Mafia Tanah Kepung Gang Amaliah, Warga Puluhan Tahun Terancam Kehilangan Hak
Pontianak

Mafia Tanah Kepung Gang Amaliah, Warga Puluhan Tahun Terancam Kehilangan Hak

Last updated: 07/09/2025 22:05
07/09/2025
Pontianak
Share

FOTO : Warga yang tergabung dalam Forum Pemilik Lahan berpoto bersama kuasa hukumnya, Herman Hofi Munawar di lahan yang dicaplok orang lain [ ist ]

Tim liputan – radarkalbar.com

PONTIANAK – Warga Jalan Wak Sidik Gang Amaliah, Kota Pontianak, Kalbar, kembali dibuat resah akibat dugaan praktik mafia tanah yang disebut-sebut melibatkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tanah garapan yang sudah dikelola puluhan tahun kini dipagari pihak lain yang mengklaim memiliki sertifikat resmi.

Forum Pemilik Tanah yang didampingi LBH Herman Hofi Law menyebut, lahan tersebut berasal dari garapan M. Sidik Bin Bacok dengan SKT tahun 1957.

Kemudian diwariskan kepada almarhum Jumadi M. Sidik melalui SKT tahun 1981–1985.

“Puluhan tahun warga menggarap tanpa gangguan. Baru belakangan muncul klaim dari pihak lain, yakni Haji Aseng, Tan Gunawan, Bongkeng, Usman, dan Viktor Birin. Kalau memang mereka benar pemilik sah, buktikan dokumennya,” ungkap salah seorang warga, seperti dilansir mediakalbarnews.com jaringan radarkalbar.com.

Masalah makin pelik sejak 2013, ketika proses jual-beli tanah mulai marak. Namun, saat warga mengajukan legalitas ke BPN, mereka dikejutkan dengan keterangan tanah tersebut sudah bersertifikat atas nama pihak lain.

Kuasa hukum warga, Dr. Herman Hofi Munawar, menilai ada kejanggalan.

Menurutnya, tanah ini jelas garapan sejak 1957 dengan bukti SKT. Warga sudah menanam dan menguasai bertahun-tahun. Tapi tiba-tiba muncul sertifikat ganda atas nama orang lain.

“Ini patut dipertanyakan, bagaimana BPN bisa menerbitkan sertifikat di atas tanah yang sudah dikuasai rakyat kecil,” tegasnya, Minggu (7/9/2025).

Herman menambahkan, sejumlah warga bahkan mendapat intimidasi, termasuk dipanggil ke Polda Kalbar, setelah berupaya membuka pagar yang dipasang pihak pengklaim.

“Cara-cara seperti ini adalah bentuk tekanan dari mereka yang punya akses modal dan kekuasaan. Jangan sampai rakyat kecil dikriminalisasi,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum menuntaskan persoalan ini dengan langkah konkret, transparan, dan berkeadilan.

“Perjuangan warga mempertahankan hak sudah ditempuh melalui jalur resmi mulai dari RT/RW, kelurahan hingga kecamatan, namun belum ada titik terang,” pungkasnya. [ red ]

editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:BPNGang AmaliahMafia tanah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali

17/03/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026
Rencana Pindah TPS ke Sungai Ambawang Dipertanyakan? Herman Hofi Munawar Desak Kajian Komprehensif, Jangan Asal Paksa
16/03/2026
Bawa Sabu di Saku Celana, Warga Singkawang Diciduk Polisi di Jalur Lintas Malindo
06/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Alih Fungsi atau Apapun Namanya Terhadap RTH Tidak Boleh Seenaknya

17 jam lalu

Sikapi Isu “Pungli” di Imigrasi Entikong, Pengamat Hukum Desak Audit Investigatif Menyeluruh

29/03/2026

Residivis Lintas Wilayah Diciduk Polisi, Kepergok Curi Motor di Teriak Bengkayang

26/03/2026

Gema Meriam Karbit BPM Kalbar, Tak Sekadar Dentuman, Tapi Simbol Harmoni di Tepian Kapuas

26/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang