Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Di Balik Momentum Hari Raya Idul Fitri, Ukhuwah Islamiyah Kembali Terajut
Opini

Di Balik Momentum Hari Raya Idul Fitri, Ukhuwah Islamiyah Kembali Terajut

Last updated: 31/03/2025 17:18
31/03/2025
Opini
Share

Oleh : Samadi [ Mahasiswa Pascasarjana UINSA Surabaya & anggota Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat Surabaya ]

HARI Raya Idul Fitri, sebagai salah satu perayaan terbesar umat Islam, bukan hanya merupakan momen sukacita untuk menyambut kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga sebuah waktu refleksi untuk mempererat hubungan antar sesama umat.

Dalam konteks kekinian, momentum Idul Fitri semakin relevan untuk mengingat kembali pentingnya ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan sesama Muslim, yang dapat menguatkan solidaritas dan kebersamaan dalam masyarakat yang majemuk.

Pada awalnya, Idul Fitri adalah hari yang penuh dengan makna spiritual dan sosial. Selama bulan Ramadan, umat Islam menjalani puasa, beribadah lebih intens, dan melakukan introspeksi diri.

Setelah itu, hari raya yang diperingati setiap 1 Syawal menjadi simbol kemenangan atas hawa nafsu dan kebiasaan buruk. Namun, lebih dari itu, Idul Fitri adalah waktu yang mengingatkan kita akan pentingnya mempererat ukhuwah Islamiyah, suatu konsep yang mendalam tentang persaudaraan yang dilandasi oleh ikatan agama dan ketaatan kepada Allah SWT.

Di tengah kondisi kekinian yang penuh tantangan, seperti polarisasi sosial, konflik antar kelompok, dan meningkatnya ketegangan politik di beberapa negara, Idul Fitri menawarkan kesempatan untuk memperbaharui ukhuwah Islamiyah.

Dalam banyak hal, umat Islam di berbagai belahan dunia sering kali dihadapkan pada isu perbedaan, baik dalam hal tafsir agama, budaya, hingga ideologi politik. Namun, Idul Fitri menjadi momen untuk meneguhkan kembali prinsip persatuan dan kesatuan di antara umat Islam, tanpa memandang perbedaan tersebut.

Fenomena yang terjadi dalam masyarakat global, seperti penyebaran berita hoaks, ekstremisme, dan kebencian, semakin menguji kekuatan ukhuwah Islamiyah. Media sosial dan dunia maya sering kali menjadi arena bagi perpecahan dan polarisasi.

Pada saat yang sama, dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Idul Fitri, kita bisa kembali membangun jembatan komunikasi yang kokoh antar sesama Muslim. Momen silaturahmi yang dilakukan saat Lebaran, baik dalam bentuk kunjungan keluarga, saling memaafkan, maupun berbagi dengan sesama, menjadi bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah yang terjaga.

Penting untuk dicatat bahwa ukhuwah Islamiyah bukan hanya sekedar hubungan emosional atau simbolik, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Misalnya, dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, memperjuangkan hak-hak orang yang terpinggirkan, dan mendukung pembangunan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Dalam konteks kekinian, hal ini bisa diwujudkan melalui program sosial yang mengangkat harkat hidup umat Islam yang kurang beruntung, serta membangun komunitas yang inklusif dan toleran. Dengan kata lain, ukhuwah Islamiyah yang sesungguhnya tidak hanya mengutamakan kedekatan antar individu, tetapi juga komitmen terhadap kebaikan bersama.

Maka, Idul Fitri bukan hanya sekedar ritual tahunan, melainkan juga kesempatan untuk merefleksikan kembali tujuan hidup kita sebagai umat Islam.

Dalam suasana penuh kebahagiaan dan kemenangan, umat Islam diingatkan untuk merajut kembali ukhuwah Islamiyah yang mungkin terpisah akibat perbedaan dan tantangan hidup. Dengan menjaga solidaritas dan kasih sayang, umat Islam dapat menghadapi segala perbedaan dengan semangat persatuan, yang pada gilirannya akan menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis.

Dalam kesimpulannya, Idul Fitri bukan hanya sekedar perayaan kemenangan, tetapi juga sarana untuk memperteguh ukhuwah Islamiyah.

Di tengah tantangan dan dinamika dunia yang semakin kompleks, momen ini seharusnya dimanfaatkan untuk mengingatkan kita akan pentingnya persaudaraan, saling menghormati, dan berbuat kebaikan bagi sesama.

Dengan demikian, ukhuwah Islamiyah akan tetap terajut, memberikan kekuatan bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Idul Fitri 1446 hijriyah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Ratusan Orang Antusias Nobar Film Pesta Babi di Mempawah

24/05/2026
Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?
14/05/2026
“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?
07/05/2026
Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak
11/05/2026
Korupsi Jalan Lambau..! Penyidik Kejari Bengkayang Seret Direktur PT MPK dan “Makelar” Dokumen Jadi Tersangka
30/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Betapa Dahsyatnya Film Pesta Babi

24/05/2026

Prabowo Mulai Nyerah, Anggaran MBG Dipotong Rp 67 Triliun

23/05/2026

Membongkar Praktik Aseng “Menaklukan” Aparat agar Tambang Illegal Tak Tersentuh Hukum

23/05/2026

Aseng, Bos Tambang Ilegal, Terkenal Licin, Ditangkap Kejagung

22/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang