Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Akhirnya Timnas Bisa Menghancurkan Bahrain 1-0
Opini

Akhirnya Timnas Bisa Menghancurkan Bahrain 1-0

Last updated: 26/03/2025 01:19
25/03/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

DI TENGAH korupsi merajalela, ada dua pelipur lara malam ini. Megawati, Red Sparks menang 3-0. Baru saja Timnas menghancurkan tim sombong, Bahrain 1-0.

Mari kita ulas laganya, wak.

SUGBK terasa seperti arena laga pendekar silat tingkat dewa. Timnas Indonesia yang sebelumnya dibantai Australia 1-5, tampil bak naga sakti keluar dari gua. Bahrain? Mereka seperti anak baru belajar kungfu, banyak gaya, tapi mudah dipatahkan.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Jay Idzes dan kawan-kawan langsung menyerbu seperti pendekar mabuk yang baru minum tuak dari kaki Gunung Kawi. Duet Oley Romeny dan Ragnar Oratmangoen begitu ganas, membuat pertahanan Bahrain bergetar bak bambu tertiup angin badai.

Pelatih Bahrain, Dragan Talajic, sampai terlihat memijat pelipisnya, mungkin bertanya-tanya apakah ini benar laga sepak bola atau ujian masuk perguruan silat tertinggi.

Petaka bagi Bahrain datang di menit ke-24. Marselino Ferdinan, sang pendekar pengatur serangan, mengirim umpan silang seindah tarian Dewi Sri. Oley Romeny, tanpa ampun, menyambutnya dengan sontekan tipis, tipis seperti garis hidup, tapi cukup untuk menjebol gawang Ebrahim Lutfalla.

SUGBK meledak! Delapan puluh ribu penonton bergemuruh, satu kompleks perumahan di Jakarta sampai ketakutan kalau-kalau mereka sedang diserang makhluk gaib.

Patrick Kluivert tersenyum di pinggir lapangan. Senyum tipis penuh makna, seperti pendekar yang baru saja membalaskan dendam leluhur setelah dibantai Australia. Tapi senyum itu hampir pudar di menit ke-34 saat Marselino kena kartu kuning. Namun, seperti kata pepatah pendekar, “Jika tangan kanan dipatahkan, serang dengan kaki kiri.”

Di babak kedua, Bahrain mencoba menekan. Tapi barisan belakang Timnas, dengan Jay Idzes dan Rizky Ridho sebagai pengawal gerbang, tampil sekuat tembok besar Tiongkok. Maarten Paes di bawah mistar gawang seperti kiper dengan ilmu kebal. Setiap tembakan Bahrain mental seolah membentur perisai sakti.

Masuknya Ivar Jenner di menit ke-57 memberi tenaga tambahan. Bahrain terus menggempur, tapi pertahanan Timnas seperti dinding karang di Laut Selatan, kokoh, tak tergoyahkan. Menit ke-67, Marselino dapat peluang emas. Tembakannya melenceng tipis, cukup membuat supporter menjerit seperti istri pendekar yang suaminya baru kalah sabung ayam.

Bahrain terus menekan. Tapi Timnas bertahan seperti pendekar tua yang menunggu momentum untuk menyerang balik. Masuknya Kambuaya memberikan angin segar, sementara Oley Romeny ditarik keluar di menit ke-86, digantikan Sananta. Keputusan Kluivert yang seperti langkah kaisar sebelum memulai perang besar.

Tambahan waktu empat menit terasa seperti satu abad. Pendukung Timnas menahan napas, jantung mereka seperti ditarik ulur oleh kekuatan alam semesta. Tapi akhirnya, peluit panjang dibunyikan. Timnas menang 1-0! Kemenangan epik, bak pendekar yang berhasil menebas kepala naga terakhir.

Sementara di laga lain, Jepang hanya bisa bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi, pendekar dari Timur mungkin sedang kehilangan tenaga dalam. Australia? Mereka membantai China 2-0. China menjadi juru kunci.

Timnas Indonesia kini berada di posisi empat dengan 9 poin klasemen Grup C. Peluang lolos ke Piala Dunia terbuka kembali. Patrick Kluivert dan pasukannya telah mengukir sejarah besar bisa kalahkan Bahrain peringkat 81 FIFA.

Lawan berikutnya China dan Jepang. Jika menang lagi, Piala Dunia di depan mata. Bravo Timnas.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:BahrainMenangTimnas Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

“Riak” Dalam MI Ma’arif Labschool Sintang Berada di “Titik Didih” Akibat Kisruh Internal, Guru Ancam Mogok Ngajar

30/11/2025
Pertama Kali Terjadi, Kasus Pencurian Mobil Gemparkan Warga Pasir Wan Salim, Pemilik Lapor Polisi
30/11/2025
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
22/11/2025
Pesan Ria Norsan : SMSI Wajib Jadi Guardian of Unity di Ruang Digital
30/11/2025
Tim Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sejumlah Lokasi di Sintang, Terkait Kasus Ini
21/11/2025

Berita Menarik Lainnya

Jangan Panik, Ini Dua Langkah Wajib Sebelum SPT-an di Coretax!

17 jam lalu

Prabowo Benar-benar Ngamuk, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

08/12/2025

UPA PERADI 2025 Wilayah Yogyakarta Digelar di Fakultas Hukum UGM

06/12/2025

Paradoks Pemkab Mempawah : Prioritas Perbaikan Rumah Dinas atau Kesejahteraan Rakyat?

06/12/2025

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang