Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Kata Merampot Keluar Juga
Opini

Kata Merampot Keluar Juga

Last updated: 19/11/2024 23:10
19/11/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat] 

FINAL debat Pilkada Kalbar tadi malam bisa dibilang adalah panggung epik. Bahkan, teater klasik Yunani kuno pun akan merasa malu untuk menyainginya.

Arena penuh sorak-sorai pendukung seakan menggetarkan para hadirin atau berpura-pura tenang, sambil mencatat setiap pergerakan dan tarikan napas tiga pasangan calon, Sutarmidji-Didi Haryono, Ria Norsan-Krisantus, dan Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor.

Seolah arena gladiator, tiga pasangan ini saling melempar retorika dengan elegan, meluncurkan jurus pamungkas dengan senyum tipis penuh makna.

“Suke lalu nontonnye tadek malam, seru wak,” kata kawan biak Sambas.

Tidak ada arena yang lengkap tanpa momen kata ajaib. Malam tadi juga, kata “merampot” muncul.

Ia menyulut tepuk tangan dan tawa geli dari penonton. Kata yang secara lokal bermakna ‘banyak cakap’ itu seolah menjadi anthem tak resmi dari malam penuh debat sengit tersebut.

Siapa yang menyangka, di panggung politik berkelas, kata-kata rakyat jelata bisa terbang tinggi seperti elang mencari mangsa. Namun, jangan tertipu oleh senyum manis para kandidat. Kata-kata mereka seperti senjata silat yang membuai sebelum menghujam.

Lalu, lihatlah mereka di akhir debat. Tak ada satu pun yang tertunduk lesu atau mengusap peluh malu karena kalah telak.

Oh, tidak. Para putra terbaik Kalbar ini semua berdiri tegak, seakan pose kemenangan sudah mereka latih di depan cermin, kepala terangkat, senyum terkembang bak pahlawan perang yang baru pulang tanpa membawa satu goresan luka pun.

Masing-masing membawa jejak kepemimpinan mereka yang jelas terlihat di masyarakat. Ini seperti pohon beringin besar yang akarnya menyebar ke seluruh penjuru desa.

Bukti-bukti prestasi mereka adalah senjata yang diayunkan tanpa ampun, penuh percaya diri. Inilah keunikan arena Kalbar.

Tak satu pun dari mereka berlari ke arah endorsement mantan presiden, atau tersenyum kecil kepada sang petahana. Ini murni, katanya, sebuah pertarungan autentik penuh daya juang, seperti pemuda desa dengan sepeda ontel menuju medan juang.

Tak macam di provinsi lain, maok menang minta bantu sang mantan agar percaya diri.

Namun, momen yang benar-benar mengundang gelombang desas-desus adalah saat Sutarmidji mengeluarkan closing statement-nya yang mengguncang.

“Pelaku money politic, tangkap! Kita akan berikan hadiah 10 kali lipat,” katanya dengan senyum santai namun berkilau penuh misteri. Penonton terdiam sejenak, mungkin mencerna maksud yang terkandung dalam kalimat itu.

Apakah ini pesan subliminal bahwa beliau dan timnya bebas dari dosa ‘uang lembaran licin’? Atau sekadar sindiran manis untuk menyentil pihak lawan yang mungkin sedang berkedip gelisah di bangku sebelah?

Hingga akhir, semua pertanyaan itu melayang tanpa jawaban pasti. Seperti burung camar yang menari di langit sore.

Mungkin itulah esensi Pilkada, penuh adu cerdik tanpa menumpahkan darah, penuh makna tersirat tanpa harus mengakhiri persahabatan.

Para kandidat, dengan senyum damai, meninggalkan panggung, seakan berkata, “Sampai jumpa di arena sebenarnya, wahai penonton setia.”

 

#Camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Merampot
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

21 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang