Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Maha Karya di Taman Alun Kapuas
Opini

Maha Karya di Taman Alun Kapuas

Last updated: 19/01/2025 18:45
19/01/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

HARI ini saya merasa seperti editor besar di tengah festival literasi internasional. Padahal, cuma dosen Bahasa Indonesia biasa.

Tapi tunggu dulu, ini bukan hari biasa. Hari ini saya panen karya. Para mahasiswa kelas Manajemen Fakultas Ekonomi UNU Kalbar semester 1 akhirnya mengumpulkan tugas besar mereka, membuat novel. Ya, ente tidak salah baca. Novel. Dengan N besar.

Tugas ini saya berikan di akhir 2024, momen yang sangat strategis untuk menguji kesabaran mereka di antara resolusi tahun baru dan deadline tugas lain. Lokasi pengumpulan pun saya pilih dengan cermat, Taman Alun Kapuas Pontianak.

Supaya apa? Supaya dramatis. Sebab tugas besar harus dirayakan di tempat besar, bukan sekadar ruang kelas sumpek dengan kipas angin yang malas berputar.

Satu per satu mereka datang, membawa print-out novel ukuran A4 yang saya curigai hasil perang mental dengan Microsoft Word semalaman. Saya buka satu demi satu, baca judul dan sinopsisnya.

Saya terkejut. Ternyata ancaman nilaimemang lebih ampuh dari motivasi muluk-muluk tentang “potensi kreatif”. Generasi Gen Z ini benar-benar bisa menulis novel! Bahkan, dengan gaya mereka sendiri.

Beberapa judul novel yang mereka kumpulkan membuat saya tertegun. Misalnya:

Bintang di Tengah Keluarga, Jejak Rindu, Air Mata di Balik Tawa, Hati yang Tertinggal, Peacemaker of Two Worlds.

Ada juga yang memilih tema sederhana, tapi mengundang tanda tanya:

Cinta di Ujung Sawah, Hujan di Balik Jendela, Kalau diteruskan, daftar ini bisa jadi satu novel lagi.

Kebanyakan dari mereka mengambil cerita dari pengalaman hidup. Dramatis, emosional, kadang absurd. Sisanya memilih jalur aman, fiksi. Tapi mau fiksi atau nyata, saya tetap bangga.

Ini adalah puncak dari perjalanan literasi mereka. Sebelumnya, saya sudah mengajarkan membuat pantun, puisi, dan cerpen. Mereka berhasil. Kini, dengan novel, mereka membuktikan satu hal penting, ancaman nilai itu nyata, tapi karya lebih nyata lagi.

Saya sampaikan kepada mereka, “Bapak senang kalian sudah membuat novel. Harapannya, ini bukan yang pertama dan terakhir. Siapa tahu ada penerbit yang tertarik.” Mereka tersenyum. Entah senyum bangga, lega, atau sekadar lelah karena belum tidur.

Semua novel ini akan dipajang di etalase kampus. Sebagai bukti nyata bahwa generasi Gen Z, yang katanya sibuk main gadget, ternyata bisa menulis novel. Siapa tahu, dari taman ini, lahir sastrawan besar masa depan.

Begitulah. Hari ini saya senang. Sangat senang. Seperti senangnya petani melihat panen raya. Novel mereka adalah bukti bahwa sastra bukanlah barang antik, tapi hidup. Bahkan di tangan mahasiswa ekonomi semester satu.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Satupena Kalimantan Barat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?

06/05/2026
Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?
14/05/2026
Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak
11/05/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026
Korupsi Jalan Lambau..! Penyidik Kejari Bengkayang Seret Direktur PT MPK dan “Makelar” Dokumen Jadi Tersangka
30/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Rupiah Melemah dan Apa Artinya bagi Dompet Kita?

16 jam lalu

Mengungkap Kenapa Investor Kabur Sebabkan Rupiah Anjlok

19 jam lalu

Kalbar Berkabung, Perempuan Dayak Itu Telah Pergi

18/05/2026

Rakyat Pedalaman Kalbar Marah, Ancam Tak Rayakan HUT RI

18/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang