Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > SMSI Buka Ruang Opsi Pilkada Tak Langsung di Tengah Beban Politik Tinggi
Nasional

SMSI Buka Ruang Opsi Pilkada Tak Langsung di Tengah Beban Politik Tinggi

Last updated: 15/01/2026 21:55
15/01/2026
Nasional
Share

FOTO : Momen simposium yang digelar SMSI Pusat, nada Rabu, 14 Januari 2026 ( ist)

Tim liputan – radarkalbar.com

JAKARTA – Gagasan pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat sebagai respons atas tingginya ongkos politik dan maraknya praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Isu tersebut mengemuka dalam Simposium Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Forum diskusi yang berlangsung di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II, Gambir, Jakarta Pusat, itu mengangkat tema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila”.

Sejumlah akademisi dan pakar kebijakan publik dihadirkan untuk mengkaji ulang relevansi mekanisme pemilihan kepala daerah di Indonesia menjelang Pilkada 2026.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E., menilai bahwa praktik demokrasi tidak semata-mata diukur dari pemilihan langsung oleh rakyat.

Ia menekankan bahwa Demokrasi Pancasila juga menuntut stabilitas pemerintahan, kualitas kepemimpinan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Menurut Prof. Yuddy, pengalaman pemilihan kepala daerah melalui DPRD pada masa sebelum reformasi menyimpan sejumlah catatan positif, terutama dalam menjaga kesinambungan kebijakan dan mengurangi konflik politik di daerah.

“Tentu model lama itu tidak bisa diterapkan begitu saja, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk merumuskan sistem yang lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.

Dia menyoroti lemahnya sistem rekrutmen politik sebagai akar persoalan Pilkada saat ini, terlepas dari mekanisme langsung atau tidak langsung.

Prof. Albertus menjelaskan, pada era pemilihan melalui DPRD, proses seleksi kepala daerah relatif lebih menekankan kapasitas birokratis dan kemampuan mengelola pemerintahan.

“Biaya politik lebih terkendali dan mekanisme kontrol lebih jelas. Tantangannya adalah memastikan proses itu berjalan terbuka dan bebas dari kompromi elit,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., M.Si., mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memiliki keunggulan dari sisi legitimasi publik karena mandat diperoleh langsung dari pemilih.

Meski demikian, ia menilai wacana pemilihan melalui DPRD layak dikaji secara objektif sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas demokrasi lokal. “Apa pun modelnya, kedaulatan rakyat harus menjadi prinsip utama, bukan dikorbankan,” ujarnya.

Simposium yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, S.H., M.H., tersebut menutup diskusi dengan kesimpulan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi alternatif kebijakan, sepanjang dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

SMSI menilai diskursus ini penting sebagai kontribusi pemikiran dalam merespons tantangan demokrasi lokal ke depan. ( red)

 

 

 

 

 

 

 

Source : rilis SMSI Pusat

Editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Simposium pilkadaSMSI Pusat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Sumbangan Jalanan Meresahkan, Pemerintah Didesak Kaji Ulang Retribusi Suramadu demi Kesejahteraan Madura

01/03/2026

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

27/02/2026

KDM dan Polda Jabar Jemput 12 Perempuan Korban TPPO di Sikka NTT

24/02/2026

KPK Tekankan Prinsip Kehati-hatian, Terkait Transformasi ANTAM di Tambang Rakyat

24/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang