Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Sumbangan Jalanan Meresahkan, Pemerintah Didesak Kaji Ulang Retribusi Suramadu demi Kesejahteraan Madura
Nasional

Sumbangan Jalanan Meresahkan, Pemerintah Didesak Kaji Ulang Retribusi Suramadu demi Kesejahteraan Madura

Last updated: 01/03/2026 12:36
01/03/2026
Nasional
Share

FOTO : Haji Badrut ( ist)

Editor : R Hoesnan | Publisher : Admin redaksi

​MADURA – Praktik penggalangan sumbangan di sepanjang jalan raya Madura yang kerap memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas memicu desakan baru bagi pemerintah pusat.

Tokoh perantau asal Madura, H. Badrut Tamam AQ, secara tegas mengusulkan pembukaan kembali sistem retribusi Jembatan Nasional Suramadu sebagai solusi permanen untuk mendanai pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan di Pulau Garam.

​Langkah ini diambil menyusul keprihatinan atas kondisi sosial-ekonomi di pelosok Madura yang dinilai masih tertinggal. Badrut mendesak agar kebijakan “Suramadu Gratis” dievaluasi kembali guna dialihkan menjadi sumber dana taktis bagi masyarakat kecil.

​Badrut mengusulkan skema tarif diferensiasi yang proporsional untuk menghidupkan kembali retribusi tersebut meliputi sepeda motor Rp 5.000,​ mobil Rp 10.000 dan mobil ban 6 ke atas Rp 15.000.

​”Saya melihat dari perantauan, wajah Madura masih sangat memilukan. Retribusi ini bukan untuk membebani rakyat, tapi untuk mengembalikan martabat Madura agar tidak ada lagi pemandangan warga meminta sumbangan di jalan raya yang membahayakan nyawa dan mengganggu kelancaran mudik,” tegas Badrut, pada Minggu (1/3/2026).

​Mengingat pengelolaan Suramadu berada di bawah Kementerian PUPR, Badrut mendesak Komisi V DPR RI untuk segera melakukan audiensi dan kajian mendalam.

Ia menyarankan agar hasil retribusi dikelola secara transparan dan difokuskan pada empat sektor krusial : Pemerataan Infrastruktur : Perbaikan jalan desa dan pemeliharaan akses publik. Pendidikan Keagamaan : Modernisasi fasilitas Pondok Pesantren. Pelayanan Sosial : Renovasi masjid, musholla, dan sarana ibadah, Jaring Pengaman Sosial : Santunan lansia, fakir miskin, dan penanganan bencana alam.

​Badrut juga meminta agar para kepala daerah, anggota legislatif dapil Madura, hingga kalangan ulama dan cendekiawan bersatu suara.

Menurutnya, tanpa dukungan politik yang kuat, aspirasi ini tidak akan sampai ke meja Presiden.

​”Perlu ada kajian maslahat dan mafsadat. Jika retribusi ini mampu memangkas angka pengangguran dan memperbaiki infrastruktur hingga ke pelosok, maka ini adalah keharusan sejarah bagi kemajuan Madura,” pungkasnya. (RED)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Haji Badrut Tamam AQJembatan SuramaduTokoh Madura perantauan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan

29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Betapa Dahsyatnya Film Pesta Babi
24/05/2026
Ratusan Orang Antusias Nobar Film Pesta Babi di Mempawah
24/05/2026
Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?
14/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT QSS, Setelah Aseng, Penyidik Tetapkan 4 Tersangka Lagi, Akankah Terus Bertambah?

23/05/2026

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional, Reda Manthovani : Dukungan Media Sangat Dibutuhkan

21/05/2026

Pemerintah Pastikan Galon Guna Ulang Aman

20/05/2026

Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA

13/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang