Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Kantong Plastik Hilang Muncul Kardus Bekas
Opini

Kantong Plastik Hilang Muncul Kardus Bekas

Last updated: 01/02/2025 23:46
01/02/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

SEJAK 1 Januari, Pemkot Pontianak memulai perang besar. Bukan melawan penjajah atau monster kaiju, tapi melawan kantong plastik.

Ya, plastik, si jahat kecil yang selama ini diam-diam merajalela, mencekik bumi, dan membuat penyu-penyu menangis di kedalaman samudera. Saya, tanpa persiapan apa pun, terjebak di garis depan pertempuran ini.

Baru saja saya mengunjungi sebuah swalayan di Sungai Jawi Pontianak. Seperti biasa, saya memasuki zona belanja dengan santai, tak menyadari bahwa petualangan epik sedang menanti.

Di kasir, sang kasir, seorang pahlawan tanpa jubah, bertanya dengan nada yang serius, “Maaf, Pak. Apakah bawa kantong belanja?” Saya, dengan polosnya, menjawab, “Tidak.” Lupa. Ya, lupa. Karena larangan plastik ini masih baru, seperti lagu TikTok yang belum sempat viral.

“Kalau tidak bawa, kami siapkan kardus. Atau beli kantong, Rp3000,” lanjut sang kasir, seolah menawarkan pilihan antara hidup dalam kehinaan atau mati dalam kemuliaan.

Saya memilih kardus. Kenapa? Karena Rp3000 itu bisa buat beli nasi bungkus bergizi yang ada belalangnya. Prioritas, dong.

Kasir pun mengambil kardus bekas. Ya, kardus bekas. Bukan kardus baru yang masih berkilau seperti pedang Excalibur. Tapi kardus bekas yang mungkin pernah menjadi benteng pertahanan bagi sekotak mi instan atau chiki.

Di rak meja kasir, tidak ada lagi tumpukan kantong plastik. Hanya ada tumpukan kardus bekas. Seolah-olah supermarket ini berubah menjadi medan perang yang dipenuhi oleh puing-puing bekas pertempuran.

Dua pilihan, pakai kardus atau beli kantong. Atau, bawa sendiri dari rumah. Seolah-olah belanja sekarang memerlukan strategi seperti dalam film The Hunger Games. “Bawa kantong sendiri atau hadapi kardus bekas!” mungkin bisa jadi tagline baru.

Tujuannya memang mulia. Kurangi plastik. Selamatkan bumi. Tapi, mari kita lihat fakta-fakta sampah plastik yang menjadi isu global. Menurut data, sampah plastik di laut bisa membunuh 1 juta burung laut dan 100.000 mamalia laut setiap tahun.

Ya, plastik itu seperti Thanos bagi ekosistem laut. Tapi, apakah kardus bekas adalah solusi yang lebih baik? Atau kita hanya memindahkan masalah dari laut ke darat?

Bayangkan saja, kardus bekas itu mungkin pernah menjadi tempat tumpahan saus sambal atau minyak goreng. Sekarang, barang belanjaan ente akan bersentuhan langsung dengan kardus itu.

Selamat, ente baru saja membawa pulang sedikit sejarah dari supermarket. Mungkin suatu hari nanti, kardus bekas ini akan menjadi barang koleksi bernilai tinggi, seperti lukisan Mona Lisa.

Tapi, setidaknya kita sudah berusaha. Kurangi plastik, selamatkan bumi. Meskipun mungkin kita hanya memindahkan masalah dari kantong plastik ke tumpukan kardus bekas. Tapi, siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti, kita akan menemukan solusi yang lebih baik. Atau, mungkin kita akan kembali ke zaman nenek moyang, membawa keranjang anyaman dari rumah.

Sementara itu, selamat berbelanja dengan kardus bekas. Semoga petualangan ente lebih epik dari milik saya. Dan ingat, di era perang melawan plastik ini, kardus bekas adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Selamat berjuang, para pejuang lingkungan!

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Kardusplastik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?

06/05/2026
Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?
14/05/2026
Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak
11/05/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026
Korupsi Jalan Lambau..! Penyidik Kejari Bengkayang Seret Direktur PT MPK dan “Makelar” Dokumen Jadi Tersangka
30/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Rupiah Melemah dan Apa Artinya bagi Dompet Kita?

16 jam lalu

Mengungkap Kenapa Investor Kabur Sebabkan Rupiah Anjlok

19 jam lalu

Kalbar Berkabung, Perempuan Dayak Itu Telah Pergi

18/05/2026

Rakyat Pedalaman Kalbar Marah, Ancam Tak Rayakan HUT RI

18/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang