Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Kalian Pasti Bilang Sepakat Negeri Ini Sudah Dikuasai Koruptor
Opini

Kalian Pasti Bilang Sepakat Negeri Ini Sudah Dikuasai Koruptor

Last updated: 22/11/2025 08:41
21/11/2025
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai ]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

SAYA sudah menulis soal korupsi sejak zaman kalkulator masih pakai tenaga surya, wak. Sudah ribuan artikel.

Dari yang seperti sapaan ustaz sampai yang seperti bentakan komandan batalyon. Sudah semua gaya saya keluarkan. Tapi korupsi di negeri ini tetap saja melesat seperti partikel subatom liar yang menolak hukum gravitasi moral. “Cerite ape age, bang. Jumat ni, cerita surga atau neraka aja.”

“Lah ini juga tentang itu, wak. Siapkan Koptagul agar terhindar dari siksaan neraka.”

Saya pernah bilang, korupsi di Indonesia ini sedikit lagi naik pangkat jadi local wisdom. Bisa didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia, satu paket dengan wayang, batik, dan teh tarik. Bahkan tingkat penyebarannya sudah seperti radiasi, tak terlihat, tak terjamah, tapi bikin negara ini bolong macam ozon di atas Antartika.

Tikus gorong-gorong tempat saya menjelek-jelekkan itu sekarang sudah berevolusi. Mereka bukan tikus sembarangan. Mereka ini tikus kuantum, lenyap di satu titik anggaran, muncul lagi di rekening pribadi, pindah dimensi secepat lompatan quark.

Yang belum pernah masuk kandang hukum tinggal Presiden dan Wakil Presiden. Sisanya sudah lengkap mulai dari menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, sampai kepala sekolah. Bahkan, kepala sekolah yang kerjanya ngawas ujian pun bisa ikut-ikutan jadi maling ATK. Lengkap sudah orkestra kebusukan.

Saya juga selalu bilang, jangan terlalu memuji pejabat atau anggota dewan. Mereka itu seperti bintang supernova, terlihat terang menyilaukan karena mereka sedang meledak dari dalam. Banyak nyumbang ini-itu, tapi tanya dulu, “Energi terang itu dari mana?”
Dari kantong sendiri atau dari anggaran yang ditarik pakai gaya magnet curang?

Makin hari ada pertanyaan besar yang bikin saya geli-geli hernia, kenapa lembaga hukum makin hobi bikin turnamen olahraga? Dari futsal sampai bulutangkis, dari mancing mania sampai lomba karaoke. Pertanyaannya jelas, dananya dari mana, bosku? Adakah dalam APBN pasal bertajuk “Belanja Keringat penegak hukum yang hobi joget-joget”?

Belum lagi yang doyan nanam jagung, itu jagung masuk laporan keuangan atau cuma jadi camilan pribadi?

Tahun 2024 sampai November 2025, negeri ini masuk fase turbulensi hukum. Kayak pesawat masuk badai petir tanpa seatbelt. Lebih dari 1.878 pelaku korupsi dibekuk.

Komposisinya, 485 dari sektor swasta, 443 pejabat eselon I–IV, 364 anggota DPR/DPRD. Statistik ini bukan angka. Ini spektrum cahaya kejahatan.

Yang paling dahsyat, kasus korupsi timah Rp300 triliun dan kasus minyak Rp187 triliun. Wak, ini bukan angka. Ini skala bencana alam. Ini seperti meteor raksasa jatuh di APBN. Uangnya hilang setara bikin negara baru bernama “Republik Anti-Korupsi Utopia”.

Keduanya ditangani Kejaksaan, sementara KPK justru melesu dari 154 kasus (2024) jadi cuma 40 kasus (2025). Entahlah, mungkin KPK lagi downloading update moral, atau lagi mode pesawat.

Tapi yang kecil-kecil ditangkap juga. Kepala desa NTT gelapkan Rp50 juta. Bendahara pendidikan di Sumbar sunat honor guru Rp75 juta. Kepala sekolah di Kalteng ubah laporan ATK Rp90 juta. Mereka ditangkap bukan karena merugikan banyak, tapi karena simbol, negara mau bilang “Kami adil!” Padahal pencuri gunung dan pencuri kapur tulis itu beda kelas. Yang satu asteroid, yang satu debu kosmik.

Namun rakyat? Sudah bukan sekadar gemas. Sudah muak tingkat nuklir. Mereka paham, yang ditangkap itu gejala, bukan penyebab. Sistemnya tetap utuh, jaringannya tetap hidup, patronnya tetap berenang tenang di kolam renang berisi dana gelap.

Negeri ini ibarat reaktor nuklir yang bocor, di permukaan dibersihkan pakai sapu ijuk, sementara inti reaktornya tetap panas, siap meledak sewaktu-waktu.

Kalau bangsa ini tak mulai menulis ulang persamaan dasarnya, kita cuma akan jadi generasi yang dikenang sebagai penonton eksperimen gagal, yang melihat negara dicuri sedikit demi sedikit, atom demi atom, sampai tinggal asap. Negeri inipun pelan tapi pasti dikuasai para koruptor. Sepakat ndak, wak?

2025 baru cuci muka. Lumpur di dasar reaktor masih kental. Bau busuknya? Masih menempel. Sampai ke partikel udara yang kita hirup.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:KorupsiNegeri dikuasai koruptor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
11/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

12/02/2026

BBM Bersubsidi Nelayan dan Ujian Integritas Aparat Penegak Hukum

11/02/2026

Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

12/02/2026

40 Tahun Jadi Muazin Akhirnya Dapat Hadiah Umrah Gratis

09/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang