Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > Bermula dari Dugaan Penggelapan, Berujung Penyekapan, Akhirnya Enam Pengusaha Rental Mobil di Pontianak Jadi Tersangka
HukumPontianak

Bermula dari Dugaan Penggelapan, Berujung Penyekapan, Akhirnya Enam Pengusaha Rental Mobil di Pontianak Jadi Tersangka

Last updated: 19/05/2025 15:58
19/05/2025
Hukum Pontianak
Share

FOTO : Kabid Humas Polda Klabar, Kombes Pol Dr Bayu Suseno [ ist ]

Arief – radarkalbar.com

PONTIANAK – Sebuah drama hukum yang bermula dari dugaan penggelapan mobil rental berakhir dengan penangkapan enam orang pengusaha rental mobil di Pontianak.

Kisah ini menyeruak ke publik usai viralnya unggahan di akun Instagram @gosippontianak, yang memperlihatkan aksi para oknum pengusaha rental yang melakukan penangkapan ala preman terhadap sejumlah warga.

Kejadian ini terjadi pada Jumat, (16/5/2025). Enam orang pengusaha rental yang tergabung dalam organisasi Buser Rental Nasional (BRN) mengambil tindakan sendiri terhadap empat warga tiga pria berinisial D, T, dan I, serta satu wanita berinisial P, yang mereka duga menggelapkan unit mobil rental mereka.

Namun alih-alih menyerahkan para terduga pelaku kepada pihak kepolisian, keenam pengusaha ini justru melakukan aksi main hakim sendiri.

Mereka menyekap, memborgol, mengintimidasi, bahkan menganiaya keempat orang tersebut. Tidak hanya itu, barang-barang pribadi milik korban wanita juga dilaporkan diambil oleh para pelaku.

Korban wanita diketahui baru dibebaskan pada Sabtu (17/5/2025) dini hari, setelah kurang lebih 16 jam disekap.

Sementara salah satu pria yang juga menjadi korban bahkan sempat dibawa hingga ke Kota Singkawang oleh para pelaku.

Tak butuh waktu lama, Polda Kalimantan Barat segera bertindak. Setelah menerima laporan masyarakat, tim khusus dari Ditreskrimum dibentuk untuk menyelidiki kasus ini.

Pada Sabtu malam, 17 Mei 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, Tim Resmob Polda Kalbar berhasil mengamankan keenam oknum pengusaha rental tersebut. Inisial para tersangka adalah An, Abp, Wr, Ji, Mit, dan Fm.

Kini, mereka resmi ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana penyekapan, penganiayaan, dan perampasan barang pribadi korban.

Menariknya, dugaan penggelapan unit mobil rental yang memicu peristiwa ini disebut terjadi pada April 2025.

Ironisnya, para pengusaha rental tidak pernah melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib. Mereka justru mengambil langkah sendiri yang kini berujung pada proses hukum terhadap diri mereka sendiri.

Unit mobil yang diduga digelapkan pun telah berhasil dikuasai kembali oleh pemiliknya.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, angkat bicara soal kejadian ini.

Ia menegaskan Polda Kalbar akan bersikap tegas terhadap aksi premanisme, termasuk yang berlindung di balik organisasi masyarakat.

“Kami akan menindak tegas segala bentuk premanisme. Tindakan semena-mena yang melanggar hukum tidak akan ditoleransi, apalagi yang berujung pada kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Bayu.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor ke pihak kepolisian bila menemukan tindak kejahatan di lingkungan sekitar. Penanganan hukum, ujarnya, harus diserahkan kepada aparat agar berjalan secara profesional dan adil.

Lantas, apakah keenam tersangka masih bisa melaporkan kasus penggelapan mobil yang menjadi latar belakang tindakan mereka?

Kombes Bayu menjawab lugas.

“Setiap warga negara punya hak untuk melaporkan tindak pidana yang dialaminya. Selama ada alat bukti dan fakta hukum yang cukup, silakan membuat laporan resmi ke Polda Kalbar,”jawabnya.

Kisah ini menjadi pelajaran berharga hukum tidak bisa ditegakkan dengan cara melanggar hukum.

Ketika keadilan dicari dengan tangan sendiri, risikonya bisa berbalik arah dan justru merugikan pihak yang merasa menjadi korban. [ red/r]

editor/publisher : Andika

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Pemilik rental mobilPolda kalbarResmob Polda Kalbar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Pengelolaan Solar Subsidi di Paloh Dibahas Bersama Nelayan dan HNSI

08/06/2026
Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”
11/06/2026
HNSI Sambas Mediasi Nelayan Paloh dan SPBU, Penyaluran BBM Segera Kembali Normal
08/06/2026
Yayasan Trah Kesultanan Dikukuhkan, Siap Dorong Ekonomi dan Wisata Budaya Singkawang
08/06/2026
Salahnya Dimana? Program MBG di Sanggau Malah Diwarnai Kenaikan Kasus Stunting
08/06/2026

Berita Menarik Lainnya

Sah, Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalbar

05/07/2026

Dampak Pemadaman Bergilir, Aktivitas Masyarakat Terganggu, Wake : PLN Harus Beri Solusi Konkret, Bukan Sekadar Maaf..!

04/07/2026

Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar

04/07/2026

Berkedok Permen Lolipop, Pedagang Sayur Pemasok Sabu Lintas Kecamatan Ditangkap Tim Labubu

03/07/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang