Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Sedih, STY Out
Opini

Sedih, STY Out

Last updated: 06/01/2025 14:28
06/01/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

LANGIT senja seakan turut berkabung. Matahari yang biasanya menutup hari dengan megah, kini tenggelam seperti enggan menyaksikan babak baru dari drama sepak bola tanah air.

Shin Tae-yong (STY), pelatih yang pernah dielu-elukan bak pahlawan dari negeri dongeng, resmi diturunkan dari tahtanya. PSSI, sang pemegang takdir, menggoyang kerajaannya dengan keputusan yang tak diduga.

“Apa yang kita lakukan hari ini untuk kebaikan Tim Nasional,” ucap Erick Thohir, Ketua Umum PSSI. Pernyataan yang singkat, tegas, namun sarat misteri. Apakah benar demi kebaikan, atau sekadar langkah lain dari permainan catur politik sepak bola?

STY, pria yang datang pada Desember 2019 dengan sorotan kamera dan harapan setinggi langit, kini menjadi sosok yang harus pergi dengan membawa koper kenangan. 110 laga telah dilalui, 49 kemenangan diraih, dan 40 kekalahan menjadi pelajaran. Ia bukan hanya seorang pelatih; ia adalah kisah, perjuangan, dan kontroversi.

Namun, bagi PSSI, dinamika di timnas adalah alasan. Dinamika, kata yang elastis, bisa melingkar atau melurus, tergantung siapa yang memegangnya. “Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang disepakati oleh para pemain,” tambah Erick.

Pernyataan ini, bagai menuduh tanpa langsung menunjuk. Apakah strategi STY terlalu rumit? Atau para pemain terlalu sulit?

Ada nada getir dalam pidato ini. Hubungan yang disebut “sangat baik”, kini berubah menjadi catatan sejarah. Surat menyurat sudah ada. Pertemuan pagi tadi mengukuhkan perpisahan. Seperti itu saja, kerja sama yang sempat dirayakan dengan perpanjangan kontrak hingga 2027 berakhir lebih cepat.

STY, yang pernah diandalkan untuk membawa Garuda terbang tinggi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, kini hanya menyaksikan dari jauh.

“Keputusan ini bukan karena timnas milik siapa-siapa, tapi karena timnas ini milik Indonesia,” lanjut Erick. Kalimat ini, dengan segala keagungannya, mengandung ironi. Milik Indonesia? Atau milik mereka yang memegang kendali?

STY pernah menjadi simbol perubahan, harapan baru, dan semangat juang. Kini, ia menjadi cerita usang yang akan disingkirkan oleh waktu. Sementara itu, nama pelatih baru yang katanya berpengalaman di Eropa sudah disiapkan.

Sosok yang entah akan menjadi penyelamat atau hanya sekadar figuran dalam drama panjang sepak bola kita.

Sore itu, ketika konferensi pers selesai, angin meniup pelan. Seakan membawa pesan untuk STY, “Terima kasih telah mencoba.

Kini, panggung ini bukan lagi milikmu.” Bagi para pecinta sepak bola Indonesia, hanya tersisa satu pertanyaan, akankah ini menjadi awal dari perubahan? Ataukah sekadar bab lain dalam buku tebal penuh janji tanpa bukti?

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:pelatih timnas IndonesiaSin Tae Yong
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

22 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang