Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Drama Es Teh dan Teguran Langit
Opini

Drama Es Teh dan Teguran Langit

Last updated: 04/12/2024 22:54
04/12/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

SIAPA MENYANGKA, segelas es teh bisa mengaduk panggung politik negeri ini? Drama ini dimulai dengan sebuah video viral, bintang utamanya, Gus Miftah, sang Utusan Khusus Presiden, dan Son Haji, pedagang es teh yang mendadak jadi selebriti lokal.

Presiden Prabowo, sang pemimpin penuh karisma, dikabarkan mengangkat telepon merah. Bukan untuk membahas geopolitik, tapi untuk urusan teh dan hati.

“Gus Miftah, ini soal rakyat kecil,” ujar Prabowo melalui Sekretaris Kabinet. Seperti dalam kisah pewayangan, Gus Miftah menerima teguran itu seperti Arjuna yang sadar akan dharmanya.

Cerita ini menjadi epik ketika Gus Miftah diperintahkan untuk minta maaf langsung ke kediaman Son Haji.

Bayangkan,wak! Seorang pejabat tinggi datang ke Desa Banyusari, Magelang, membawa hati seluas samudra.

Son Haji, yang mungkin sebelumnya hanya pedagang biasa, kini menjadi simbol perlawanan kelas menengah bawah.

“Maafkan saya, Kang Son,” kata Gus Miftah, dengan nada seperti adegan sinetron terbaik.

Son Haji tersenyum, menerima permintaan maaf. Bahkan, sebagai tanda damai, ia mengundang Gus Miftah untuk menggelar pengajian.

Bayangkan! Dari es teh, menjadi ladang pahala.

Dalam pernyataan penuh keagungan, Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menegaskan bahwa Presiden bekerja keras.

“7 hari seminggu!” katanya, seakan ingin menunjukkan bahwa kalender di Istana punya satu hari ekstra dibanding rakyat biasa.

Namun, jangan lupa, rakyat kecil seperti Son Haji juga bekerja keras. Mungkin bukan tujuh hari, tapi dengan peluh yang tak kalah suci.

Teguran Presiden ini adalah pelajaran bagi semua pejabat: mulut lebih tajam dari pedang, dan rakyat kecil adalah fondasi sebuah bangsa.

Dalam video viral itu, Gus Miftah bercanda. Tapi, siapa sangka candaan bisa terasa seperti empedu? Gus Miftah pun meminta maaf, bukan sekali, tapi berkali-kali.

Apakah candaan ini akan menjadi sejarah hitam? Atau, justru jadi awal baru bagi hubungan pemerintah dan rakyat kecil?

Kisah ini menjadi pengingat bahwa dalam politik, bahkan es teh bisa jadi masalah serius. Di balik segelas es teh, ada peluh rakyat kecil. Di balik candaan, ada hati yang bisa terluka.

Son Haji kini jadi simbol kekuatan diam. Gus Miftah, pelajaran besar tentang kerendahan hati.

Dan Prabowo? Sang Presiden tetaplah wayang utama yang menggerakkan kisah ini.

Sebuah epos teh, hati, dan teguran langit.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Gus MiftahSon HajiTeh es
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?

06/05/2026
Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?
14/05/2026
Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak
11/05/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026
Korupsi Jalan Lambau..! Penyidik Kejari Bengkayang Seret Direktur PT MPK dan “Makelar” Dokumen Jadi Tersangka
30/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Rupiah Melemah dan Apa Artinya bagi Dompet Kita?

13 jam lalu

Mengungkap Kenapa Investor Kabur Sebabkan Rupiah Anjlok

16 jam lalu

Kalbar Berkabung, Perempuan Dayak Itu Telah Pergi

18/05/2026

Rakyat Pedalaman Kalbar Marah, Ancam Tak Rayakan HUT RI

18/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang