Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Kolintang Menuju Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO
Nasional

Kolintang Menuju Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO

Last updated: 10/10/2024 18:28
10/10/2024
Nasional
Share

FOTO : Ketua umum Pinkan Indonesia, Ny Penny Iriana Marsetio memotong nasi tumpeng saat peluncuran buku Kolintang The Sound of Heaven di Balai Pustaka, Jakarta [ist]

redaksi – radarkalbar.com

JAKARTA – Perjuangan mewujudkan Kolintang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) ke UNESCO semakin terang hasilnya.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional (Pinkan) Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio saat peluncuran buku Kolintang The Sound of Heaven di Balai Pustaka, Jakarta, Kamis (10/10/2024).

“Buku ini merupakan rangkaian mempromosikan kolintang menuju UNESCO. Kita tidak pernah berhenti mempromosikan kolintang yang sudah diakui oleh Pemerintah Indonesia sebagai warisan budaya tak benda,” kata Prof Marsetio yang juga Kepala Staf Angkatan Laut periode 2012-2015.

Buku yang memuat perjalanan kolintang tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya mempopulerkan kolintang menuju WBTb.

Prof Marsetio juga menyebut, kolintang telah banyak melakukan kegiatan seperti kegiatan memperebutkan piala Presiden, piala Ibu Negara, dan piala menteri.

Dia juga mengatakan, kolintang menjadi alat diplomasi budaya Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) serta kolaborasi kolintang dengan alat musik balafon di Afrika.

“Ini adalah bukti bahwa kolintang telah mendunia,” kata Prof Marsetio yang juga Penasihat Khusus Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Bidang Keamanan dan Pertahanan Maritim.

Sementara itu, ketua umum Pinkan Indonesia, Ny Penny Iriana Marsetio dalam wawancara mengatakan, buku tersebut ditulis untuk melengkapi salah satu persyaratan menuju pengajuan kolintang ke UNESCO sebagai WBTb.

Dia berharap, Desember 2024 pengajuan ke UNESCO telah ada hasilnya.

“Harapannya tahun ini, Desember 2024,” kata Ny. Penny Marsetio.

Buku setebal 152 halaman tersebut ditulis oleh Luddy Wullur dan Lidya Katuuk, seniman kolintang dari Minahasa yang sudah berpengalaman bermain kolintang pada berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Buku dengan editor Prof. Dr. Rajab Ritonga, Guru Besar Universitas Gunadarma Jakarta diterbitkan oleh penerbit Buku Indo Maritim Media. [***]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:KolintangUnescoWarisan Budaya Tak Benda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Pengelolaan Solar Subsidi di Paloh Dibahas Bersama Nelayan dan HNSI

08/06/2026
Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”
11/06/2026
HNSI Sambas Mediasi Nelayan Paloh dan SPBU, Penyaluran BBM Segera Kembali Normal
08/06/2026
Yayasan Trah Kesultanan Dikukuhkan, Siap Dorong Ekonomi dan Wisata Budaya Singkawang
08/06/2026
Salahnya Dimana? Program MBG di Sanggau Malah Diwarnai Kenaikan Kasus Stunting
08/06/2026

Berita Menarik Lainnya

Menolak Punah di Tangan Pak Sun, Kerajinan Kalengkang Sanggau Kini Sah Jadi Warisan Budaya Nasional

5 jam lalu

SMSI dan ABPEDNAS Teken Kerjasama Dukung Program Jaksa Garda Desa

04/07/2026

Hashim Djojohadikusumo Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, ABPEDNAS dan SMSI Kerja Sama Dukung Program Jaga Desa

04/07/2026

Kejagung Sita Lamborghini hingga Puluhan Alat Berat Terkait Kasus Korupsi IUP PT QSS di Kalbar

24/06/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang