Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Warung Madura Melawan Kapitalisme “Tutup Kalau Kiamat”
Opini

Warung Madura Melawan Kapitalisme “Tutup Kalau Kiamat”

Last updated: 28/04/2024 22:50
28/04/2024
Opini
Share

Oleh : Ketua Satupena Kalimantan Barat, Dr. Rosadi Jamani

LAGI ramai cerita Warung Madura. Awalnya saya tak ngeh. Ternyata para pengusaha mart (tak perlu saya sebutkan) merasa terganggu oleh Warung Madura yang buka sepanjang masa.

Slogannya gila, “Tutup Kalau Kiamat” Para kaum kapitalis yang tak suka usaha orang kecil, ngadu ke Kementerian Koperasi dan UMK.

Minta pedagang Warung Madura janganlah buka sampai 24 jam. Ikuti aturan. Sampai di sini paham ya, kemana keberpihakan pemerintah.

“Punya modal sendiri. Buka di tempat sendiri. Hanya untuk bertahan hidup, bukan untuk kaya raya. Gara-gara tutup kalau kiamat, mau ditertibkan.

Giliran para pengusaha mart yang banyak merugikan pedagang kecil itu, tak pernah dipersoalkan,” teriak salah satu netizen. Banyak teriakan netizen yang lebih barbar lagi menyikapi Warung Madura.

Ada sedikit lebih intelek. “Hanya warung Madura yang bisa melawan kaum kapitalis.” Ada benarnya sih.

Kaum kapitalis yang memang berdagang mencari kekayaan sebanyak-banyaknya tak suka disaingi.

Mereka bisa menggunakan penguasa untuk menertibkan para pedagang kecil yang sekadar bertahan hidup.

Di Pontianak, ada kios kecil berupa gerobak buka 24 jam. Di depannya ada mart. Kios kecil yang hanya jualan rokok, obat nyamuk, sachet kopi, mie instant, jual bensin. Hanya ngandalkan pembeli yang lewat.

Sebernanya tak mengganggu keberadaan mart. Pedagang kios kecil itu orang Madura. Kios kecil ini banyak. Selama ini tak ada persoalan. Fine-fine saja.

Warung Madura yang dipersoalkan itu ada di Bali. Eksistensi mart yang bertebaran di Pulau Dewata itu merasa terusik oleh warung Madura.

Maunya mereka, warung Madura cukup buka sampai 11 malam saja. Mereka tak mau menegur langsung, layangkan protes Pemda dan sampailah ke Kementerian Koperasi UKM.

Kalau dipikir, orang mau buka 24 jam, suka-suka dialah. Karena menyediakan kebutuhan masyarakat.

Tak ada yang terganggu. Kecuali diskotik yang suaranya nyaring di tengah malam, bolehlah diprotes. Karena, bisa mengganggu orang mau tidur.

Ini hanya warung kecil, di pojok lagi, buka 24 jam, kecuali hari sudah kiamat baru tutup, malah diirikan para pemodal besar itu. Udah gitu, curang, nah lho, muncul kata curang pula, hehehe.

Curang karena mendesak Pemda untuk ditertibkan. Padahal, sama-sama pedagang yang rezekinya Tuhan yang ngatur.

Begitulah wak dunia usaha. Tak semudah yang dibayangkan. Persaingannya tak kalah dengan dunia politik. Segala intrik curang bisa saja dilakukan.

Lawan bisnis tak jarang menghalalkan segala cara agar usaha bisa rugi atau bangkrut. Maunya, ia sendiri menguasai pasar. Tak boleh ada saingan.

Tak bisa dihancurkan secara bisnis, bisa gunakan jurus penguasa yang terbiasa gunakan trik politik. Jangan heran para kaum kapitalis itu biasanya berteman akrab dengan penguasa.

Memang berat untuk dilawan. Mau melawannya harus mental baja seperti mental Timnas mengalahkan Korsel 11-10.

Nah, mental itu ada pada pedagang orang Madura. “Tutup kalau kiamat.” Ngeri ndak slogannya ini wak.

Wajar para pedagang yang menguasai dari pojok-pojok kota sampai ke kampung-kampung itu mulai terusik.

Apakah warung Madura itu curang? Silakan laporkan ke MK, ups…

Selamat Malam Minggu semua.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:KapitalisTutup Jika KiamatWarung Madura
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

15 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang