Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Selamat Ginting : Kepedulian Jenderal Dudung kepada Rakyat Cerminkan Kepemimpinan Amanah
Nasional

Selamat Ginting : Kepedulian Jenderal Dudung kepada Rakyat Cerminkan Kepemimpinan Amanah

Last updated: 20/04/2023 00:13
19/04/2023
Nasional
Share

POTO : KSAD Jenderal Dudung Abdurachman (Ist)

Pewarta/editor : tim/red

JAKARTA – RADARKALBAR.COM

KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman adalah merupakan sosok pemimpin berkarakter, tulus dan mencerminkan kepemimpinan yang amanah.

Menurut Analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting hal itu dapat terlihat dari kepedulian dan kepekaan Jenderal Dudung memperjuangkan kesejahteraan prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD dan membantu rakyat.

Demikian keterangan pers kepada kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Selasa (18/4/2023).

“Pak Dudung ingin prajurit dan PNS TNI AD sejahtera karena dia dari orang kecil. Kalau bicara kekayaan Dudung, LHKPN-nya paling kecil. Jika membandingkan dengan jenderal bintang empat lainnya. Mengapa seperti itu, karena uangnya banyak selalu uat sadekah,” ujar Ginting.

Menurut Ginting, KSAD Dudung tidak memiliki motivasi politik apapun dalam membantu orang lain lain, selain mencari ridho Allah SWT.

Dudung adalah pemimpin yang layak dicontoh karena dia selalu menebarkan kebaikan yang didasarkan pada hati nurani dan tanpa pamrih.

Sebaran kebaikan mantan Pangkostrad ini selalu terdengar di hampir semua lapisan masyarakat. Maka dari itu, wajar saja KSAD Dudung mendapatkan nilai pemimpin sejati dan amanah. Terlebih pada bulan Puasa Ramadhan ini.

“Dari tahun lalu ketika Idul Fitri, itu berapa bus dia sewa untuk membantu prajurit dan PNS pulang kampung. Dan tahun ini juga. Jadi dia selalu begitu. Suatu ketika dia juga masuk kampus-kampus. Apa yang dia lakukan, tidak hanya ceramah dan orasi. Pasti dia sumbangkan dana untuk mahasiswa berprestasi, atau mahasiswa yang terdampak ekonominya. Itu kebiasaan yang baik. Itu tulus, itu karakter Dudung yang ingin membantu orang lain. Jadi menurut saya dia bisa menjadi contoh bagi TNI lainnya. Contoh baik,” katanya.

Ginting juga memberikan apresiasi kepada KSAD Dudung mengajar siswa-siswi di SDN 12 Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat, tentang Pancasila. Memberikan pelajaran dan pemahaman Pancasila sejak usia dini kepada siswa, menurut Ginting, karena Dudung ingin mengimplementasi sapta marga pertama dan kedua TNI karena hal itu adalah syarat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mengajar Pancasila salah satu profesi yang disumpahkan kepadanya untuk menjaga ideologi Pancasila. Kita ini kan sudah punya pengalaman sejak merdeka, ada 3 ideologi yang mau masuk ke Indonesia. Yaitu Islam, komunis dan liberal,” paparnya.

“Yang kelompok Islam memaksa ingin ideologi Islam, yang komunis juga begitu, yang kristen ingin liberal. Nah Pancasila ini pemersatu. Tugas TNI menjadi garda terdepan untuk menjaga Pancasila,” tambahnya.

Terlebih, lanjut Ginting, sosok Dudung juga dikenal sebagai keluarga besar pendidik, termasuk Dudung sendiri yang jiwa pendidiknya dari warisan orang tuanya. Bahkan kata Ginting, Jenderal Dudung sempat lulus tes IKIP Bandung sebelum dia mengikuti ujian di Akmil.

“Tapi dia pilih Akmil. Tapi jiwa gurunya itu masih tertanam, dan rata-rata keluarganya guru. Jadi itu tulus karena
almarhum bapaknya pejuang kemerdekaan bekas tentara pelajar. Makanya makamnya di Taman Makam Pahlawan. Nah (Bapaknya) setelah selesai perang kemerdekaan itu memilih menjadi guru. Setelah guru, baru PNS. Jadi jiwa gurunya itu ada pada jiwa Jenderal Dudung. Itu warisan. Jadi itu tulus,” pungkas Ginting.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:KSAD Jenderal Dudung Abdurachmanpeduli bawahansosok jujur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar

03/07/2026
Menelisik Bangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Dibangun Telan Dana Puluhan Milyar Tapi Tak Ditempati, Ini Penyebabnya
11/07/2026
KANNI Kalbar Desak PLN Transparan Soal Listrik Padam ‘Berjemaah’ di Sanggau hingga Mempawah dan Wilayah Lainnya
03/07/2026
Sengaja Dikunci? Dugaan Kongkalikong Tender Jembatan Sungai Barak Mukok Mencuat..!
28/06/2026
Digantung Tanpa Kejelasan, Puluhan Karyawan PT MJP 1 Sekadau, Tuntut Kepastian Nasib di DPRD Sekadau
07/07/2026

Berita Menarik Lainnya

SMSI Dorong DPR Perkuat Pengawasan dalam RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia

11/07/2026

Pasca Mundurnya Febri Adriansyah, Jaksa Agung Tunjuk Plt Jampidsus

11/07/2026

Kejagung Garansi Kasus Kakap Tetap Berjalan Pasca Mundurnya JAM Pidsus Febrie Adriansyah

11/07/2026

Rentan Penyalahgunaan..! KPK Minta DPRD Tinjau Ulang Dana Pokir

10/07/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang