Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Memaknai Kata “Brengsek” dari Prabowo untuk BUMN Rugi tapi Minta Bonus
Opini

Memaknai Kata “Brengsek” dari Prabowo untuk BUMN Rugi tapi Minta Bonus

Last updated: 30/09/2025 21:13
30/09/2025
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai ]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

KEMARIN, Prabowo mengucapkan kata “anjing” di sidang umum PBB. Saya tulis dan maknai kata itu, ratusan ribu yang membacanya.

Sekarang, presiden kita mengucapkan kata “brengsek” yang ditujukan para BUMN yang merugi, tapi minta bonus.

Kalau bahasa Melayu Pontianak, brengsek di situ sama dengan “bangke” dan mari kita ungkap, wak! Oh ya, jangan lupa seruput kopi tanpa gula.

Brengsek. Kata yang keluar dari mulut Presiden Prabowo Subianto saat menyoroti perilaku sebagian manajemen BUMN. Bukan kalimat panjang penuh jargon manis, melainkan satu peluru verbal yang melesat langsung ke jantung persoalan.

Saat BUMN merugi namun tetap membagi bonus, Prabowo tidak menutupinya dengan bahasa diplomatis.

Ia berkata lantang, “Perusahaan rugi, dia tambah bonus untuk dirinya sendiri. Brengsek banget itu!”

Inilah momen ketika kata sederhana menjelma filsafat negara. “Brengsek” bukan sekadar umpatan, tapi manifesto moral, kritik sosial, bahkan tamparan politik.

Di dalamnya ada jeritan rakyat yang muak melihat uang negara dibakar di pesta pora segelintir direksi. Bayangkan absurditasnya, wak! Laporan keuangan merah, hutang menumpuk, namun direksi masih menagih bonus bak gladiator haus anggur.

Prabowo menyebut mereka seperti mengira BUMN itu warisan nenek moyang, padahal itu harta publik. Kata “brengsek” menjadi definisi resmi bagi arogansi yang merayakan diri di atas kerugian negara.

Namun retorika Prabowo tidak berhenti di panggung amarah. Ia langsung menyisipkan ancaman konkret. Ia akan mengirim Kejaksaan dan KPK untuk mengejar mereka yang mengangkangi logika manajemen.

“Saya mau kirim Kejaksaan dan KPK untuk kejar-kejar itu,” katanya, sambil menambahkan dengan sarkasme khas, “nanti dibilang Prabowo kejam lagi.” Inilah gaya kepemimpinan yang menggabungkan teater politik dengan instruksi hukum, dramatik sekaligus penuh kalkulasi.

Para petinggi BUMN yang merasa nyaman di kursi empuk bonus tiba-tiba seperti mendengar derap kuda kavaleri penegak hukum di belakang telinga.

Di tengah letupan kata keras itu, Prabowo tampil sebagai pengajar ekonomi dadakan. Ia menyampaikan teori return on asset (ROA) dengan penuh keyakinan. Kalau aset negara 100, mestinya hasil yang wajar 10.

Itu artinya 10 persen dari aset harus kembali dalam bentuk keuntungan. Jika itu terlalu berat, maka 5 persen saja sudah cukup untuk menghadirkan sekitar Rp800 triliun bagi negara. Angka yang fantastis, disampaikan di tengah serangan verbal.

Tak berhenti di situ, ia menambahkan, kondisi nyata BUMN bahkan belum sampai ROA 3 persen. Perpaduan antara makian jalanan dan kalkulasi ekonomi makro ini membuat pidato itu berasa seperti kuliah umum filsafat akuntabilitas.

Lebih dari sekadar marah, Prabowo memberi waktu. Ia menyebut pembersihan BUMN harus dilakukan dalam 2–4 tahun. Sebuah janji yang bukan hanya ancaman, tapi juga target transformasi.

Bagi direksi yang masih bernafas dalam mimpi bonus, kata “brengsek” itu kini menjadi jam alarm yang terus berdengung, mengingatkan bahwa sang presiden sedang menunggu hasil.

Maka jadilah kata ini abadi. Ia akan dipelajari bukan hanya di ruang rapat, tapi mungkin kelak di kelas filsafat politik. Mahasiswa bisa saja menulis disertasi berjudul Ontologi Brengsek dalam Negara Modern.

Para pengamat akan menempatkan ucapan Prabowo di jajaran kutipan besar pemimpin dunia, Kennedy punya “Ask not what your country can do for you”, Sukarno punya “beri aku sepuluh pemuda”, dan Prabowo punya “brengsek banget itu.”

Dengan satu kata, Prabowo dinilai jujur, tak suka berbisik di belakang. Hal ini membuat pendukungnya makin kagum. Akhirnya ada presiden yang tidak bersembunyi di balik kata “evaluasi” atau “perbaikan tata kelola.” Kata itu adalah cermin jujur dari kemarahan publik.

Maka jika kelak para direksi BUMN yang rugi tapi minta bonus menatap wajah sendiri di cermin, mungkin mereka akan mendengar gema suara Prabowo, tegas dan tak terbantahkan, brengsek, benar-benar brengsek.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:BUMNPrabowo SubiantoPresiden RI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

11 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang