Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Seperti Sendirian, yang Lain Cuci Tangan
Opini

Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Seperti Sendirian, yang Lain Cuci Tangan

Last updated: 27/12/2025 21:13
25/12/2025
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ Ai ]

Oleh : Rosadi Jamani
[ Ketua Satupena Kalbar ]

KADANG kasihan lihat Bu Wagub Babel. Ditersangkakan polisi gara-gara dugaan ijazah palsu. Dramanya sangat pendek, polisi sangat gercep. Berbeda dengan kasus ijazah yang lain.

Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Pulau Belitung pagi itu terasa seperti adegan pembuka film Laskar Pelangi versi politik. Matahari menyinari pantai granit, ombak bergulung tenang, tapi di daratan, badai administratif sedang menghantam Wakil Gubernurnya.

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, berdiri bak mercusuar di Tanjung Kelayang. Tinggi, tegak, tapi memberi sinyal bahwa kapal yang karam itu bukan miliknya. “Ini urusan pribadi,” katanya. Pribadi. Sebuah kata yang diucapkan seringan pasir putih Belitung, padahal bobotnya sekeras batu granit.

Publik pun tertegun. Lah, bukankah Hidayat dan Hellyana dulu berlayar dengan perahu yang sama, diikat tali politik yang sama, berfoto dengan senyum yang sama, dan dilantik dengan sumpah yang sama? Tapi sang gubernur memilih posisi aman, seperti nelayan yang tiba-tiba mengaku cuma numpang duduk di perahu saat badai datang.

Jangan dikaitkan, katanya. Ini ranah hukum. Selesai. Bahkan ia menambahkan jurus pamungkas, saat maju sebagai calon wagub, Hellyana pakai ijazah SMA. Bukan ijazah sarjana yang sekarang dipersoalkan. Logika ini disajikan seperti mie belitung, gurih di awal, tapi bikin mikir di akhir.

Masalahnya, badai ini tidak muncul dari langit biru. Ia datang dari laporan seorang mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Ahmad Sidik, yang tampaknya bosan melihat batu granit keadilan hanya jadi hiasan pantai.

Pada 21 Juli 2025, ia melangkah ke Bareskrim Mabes Polri dengan membawa bukti awal, tangkapan layar PDDIKTI, fotokopi ijazah Sarjana Hukum Universitas Azzahra, dan surat edaran Pemprov Babel yang ditandatangani Hellyana lengkap dengan gelar “SH”. Gelar kecil, tapi dampaknya seperti ombak musim angin timur.

Cerita makin epik saat diketahui Universitas Azzahra, kampus asal ijazah itu, sudah ditutup pemerintah lewat SK Kemendikbudristek Nomor 370/E/O/2024.

Kampusnya tutup, tapi ijazahnya masih jalan. Seperti mercusuar mati yang masih dipakai kapal sebagai penunjuk arah. Absurd, tapi nyata.

Lalu datanglah klimaks ala film layar lebar. Surat penetapan tersangka tertanggal 17 Desember 2025 beredar, lengkap dengan nomor panjang yang terdengar seperti mantra hukum. Hellyana dijerat pasal berlapis, pemalsuan surat, pemalsuan akta autentik, hingga penggunaan gelar akademik yang diduga tak sah.

Pasalnya berderet seperti batu-batu granit di Pantai Tanjung Tinggi, besar, keras, dan sulit dielakkan. Bareskrim membenarkan. Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengucapkan kalimat singkat tapi menghentak, “Iya benar.”

Namun drama belum selesai. Di warung kopi Manggar sampai sudut-sudut Pangkalpinang, muncul pertanyaan yang lebih tajam dari duri ikan, kenapa cuma wagub? Bukankah proses pencalonan melewati partai politik dan KPUD dengan verifikasi berlapis-lapis, katanya seketat jaring nelayan Belitung? Kalau semua itu berjalan, bagaimana ijazah bermasalah bisa lolos sampai panggung kekuasaan? Kalau hulunya bocor, kenapa hilirnya saja yang disalahkan?

Ada pula bisik-bisik yang lebih pahit dari kopi hitam: mungkin Hellyana mudah ditersangkakan karena tak punya backing kuat. Dalam politik kita, hukum kadang seperti perahu wisata, kuat menampung yang berduit, tapi mudah oleng kalau penumpangnya sendirian.

Hidayat berharap Hellyana menyelesaikan kasus ini dengan baik di Mabes Polri. Kalimat yang terdengar manis, tapi dinginnya seperti angin laut malam hari. Pulau Belitung pun kembali jadi saksi, satu kapal karam, banyak yang berpura-pura tidak ikut berlayar. Granit tetap diam, tapi rakyat mencatat.

Batu granit tepi pantai
Ombak tenang pagi hari
Satu jabatan mulai tercecai
Tegak goyang dihadapi sendiri

Laskar pelangi pandang langit
Kopi Manggar pahit legit
Saksi pelangi pandang sulit
Nyali longgar semakin terhimpit

Mercusuar tegak malam sepi
Perahu karam laut bertepi
Kekuasaan tegak hukum menjadi
Tersangka karam aturan sunyi

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Ijzah palsuPolisiWagub Babel
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS

19/04/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?
07/05/2026
Bongkar Kedok RKAB Fiktif, Penyidik Kejati Kalbar Bedah Dokumen Perizinan Tambang Bauksit, Periksa Saksi ESDM di Jakarta
09/04/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Salut dengan Warga Kita, di Tanah Suci pun Mereka Praktik Nipu

02/05/2026

VinFast Mobil Listrik Asal Vietnam Mogok Sebabkan 7 Tewas

28/04/2026

Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas’ud

27/04/2026

Mengenal Ustaz Al Misry, Juri Hafiz Quran Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

26/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang