Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Pelaku Cabul Itu Dipecat Partainya Sendiri
Opini

Pelaku Cabul Itu Dipecat Partainya Sendiri

Last updated: 23/09/2024 17:56
23/09/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [Dosen UNU Kalbar]

MENUNTUTNYA di pengadilan, butuh waktu bertahun-tahun. Bisa-bisa ujungnya damai. Cukup diselesaikan secara kekeluargaan.

Tapi, ini soal moral, anak di bawah umur, wak. Apakah terus dibiarkan? Gimana kalau menimpa anak ente sendiri? Untungnya, partainya sendiri mendengar suara publik.

Dipecat dari anggota partai. Soal hukum, biar terus berjalan.

Mari kita bahas lagi, kader PKS, tersangka cabuli anak di bawah umur yang sempat dilantik anggota DPRD Singkawang.

Kali ini, kisah yang datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini ibarat sinetron “Dosa di Balik Jas Partai,” lengkap dengan soundtrack penuh haru, kesal, dan satire.

Mari kita cermati. Si inisial HA, kader PKS sekaligus anggota DPRD Singkawang yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur, kini sudah dicabut keanggotaannya dari partai dan posisinya di DPRD.

Sebuah langkah tegas yang bisa kita apresiasi. Meski rasanya seperti menunggu hari penghakiman karena sudah “digosok-gosok” oleh masyarakat.

Momen paling menarik adalah saat HA berupaya menjadi korban. Lho, kok bisa? Ini salah satu talenta politik yang luar biasa.

Ditetapkan sebagai tersangka, tapi masih sempat-sempatnya memainkan peran “Aku Korban Kriminalisasi!” Padahal, jelas-jelas korban yang sesungguhnya adalah anak yang tidak bersalah itu.

Nyatanya, ia berusaha membalikkan keadaan dengan memakai jasa pengacara kelas atas. Luar biasa sekali ya, sampai pelaku bisa punya pengacara sekelas superhero pengacara Marvel!

Tetapi apa boleh buat. Kebenaran tak kenal kompromi. Partai langsung mengeluarkan ultimatum dan HA pun didepak. Ibarat peserta audisi yang langsung dieliminasi tanpa babak kedua.

Ini yang perlu diingat, jangan sampai yang bersalah ini diberi panggung lagi, karena bukan tak mungkin muncul dengan partai baru, bergaya ala pejuang keadilan yang “dizalimi.”

Pak Aher dari PKS pun sudah menegaskan, tidak ada ruang untuk tindakan asusila dalam partainya. Mungkin HA lupa kalau PKS singkatan dari Partai Keadilan Sejahtera, bukan Partai Kelakuan Sempoyongan.

Ini mengingatkan kita bahwa jabatan dan titel tidak menjamin perilaku seseorang. Bisa jadi sudah memakai jas rapi dengan logo partai, tapi kelakuan masih kayak orang mabuk di jalanan.

Yang perlu kita garis bawahi, korban sesungguhnya adalah anak yang mengalami peristiwa tragis ini. Jangan sampai kita terjebak dengan drama dan narasi yang dibangun, sementara korban justru terlupakan.

Kalau ada yang berani berkoar soal “kriminalisasi” atau sejenisnya, mari kita sampaikan satu kalimat: “Kriminalisasi itu apa, Mas? Kok main peran ganda?”

Akhir kata, kasus ini mengajarkan bahwa tidak peduli seberapa canggih retorika dan seberapa kuat panggungnya, kebenaran selalu menemukan jalannya sendiri.

Kader yang bermasalah mungkin bisa menipu diri sendiri, tapi tidak akan pernah bisa menipu hati nurani masyarakat.

Kita semua berharap, kasus ini bisa menjadi pengingat bahwa jabatan hanyalah sementara, tapi moral adalah harga mati.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Anak dibawah umurPKSSingkawang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

17 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang