FOTO : Fitrian Widianto bersama sejumlah penerima penghargaan lainnya [ ist ]
Pewarta/editor : Tim redaksi | Publisher : Admin radarkalbar.com
SANGGAU – Fitrian Widianto, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) muda asal Provinsi Jambi, membuktikan jarak dan keterbatasan akses bukan penghalang untuk mengabdi.
Bertugas di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sosok yang akrab disapa Pak Fito ini sukses membawa perubahan signifikan di SMP Satu Atap Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.
Dedikasi tinggi Fito dalam memajukan pendidikan di pedalaman Kalimantan Barat berbuah manis.
Ia berhasil menyabet berbagai apresiasi bergengsi, mulai dari Penghargaan Kemendikdasmen hingga Penghargaan Aksi Nyata Bela Negara.
Prestasi ini bahkan membawa namanya ke panggung nasional sebagai narasumber dalam program talkshow di salah satu televisi swasta.
Menyulap Rumah Dinas Menjadi “Bale Ranah Ilmu”
Perjuangan Fito dimulai dari keberaniannya mendokumentasikan realitas pendidikan di Bagan Asam melalui konten kreatif. Tak sekadar mengajar di kelas, ia berinisiatif menyulap rumah dinasnya menjadi pusat aktivitas belajar yang diberi nama “Bale Ranah Ilmu”.
Di tempat sederhana inilah, Fito menghidupkan semangat literasi melalui berbagai kegiatan, di antaranya diskusi interaktif yang merupakan ruang bagi siswa untuk berani berpendapat. Kemudian, sebagai wahana edukasi kreatif dengan pemanfaatan media belajar non-konvensional untuk memicu minat siswa.
Selain itu, sebagai aksi nyata dalam mengajak siswa terlibat dalam kegiatan yang berdampak langsung pada lingkungan sekitar.
Aset Berharga Pendidikan Nasional
Meski harus menghadapi tantangan geografis dan sulitnya akses infrastruktur di pelosok Sanggau, tekad Fito tidak surut. Transformasi yang ia bawa melalui Bale Ranah Ilmu kini diakui secara luas sebagai model inspiratif bagi tenaga pendidik lainnya di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat guru muda adalah aset krusial dalam mencetak generasi emas Indonesia.
Melalui penghargaan yang diterimanya, Fito berharap perhatian terhadap pendidikan di wilayah 3T terus meningkat demi pemerataan kualitas ilmu pengetahuan di seluruh pelosok negeri. [ red ]
