Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Surga, Neraka, dan Korupsi
Opini

Surga, Neraka, dan Korupsi

Last updated: 17/12/2024 00:34
17/12/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [Ketua Satupena Kalimantan Barat]

CERITA lain dulu ya, wak! Biarkan Timnas istirohat usai dikalahkan Nguyen. Saya mau bicara cara Menteri Agama berantas korupsi. Keren untuk dibahas.

Sambil menikmati segelas kopi tanpa gula di Jalan Apel Pontianak, yok kita bahas petuah sang menteri.

Sebelumnya saya mau kutip ceramah Das’ad Latif. Ustaz kondang itu menceritakan penghuni surga dan neraka mau buat jembatan bareng. Perjanjiannya jelas, masing-masing bangun setengah.

Eh, ternyata penghuni neraka langsung gaspol, selesai setengahnya, sementara penghuni surga? Ngacir entah ke mana. Ditanya kenapa, jawabnya bikin ngakak. “Gimana mau kerja? Semua kontraktor, mandor, dan pengawas ada di pihak kalian!”

Kalau dengar ceramahnya langsung, kalian pasti tertawa ngakak. Apa yang dimaksud ustaz itu ente pahamlah. Tahu Sama Tahu (TST). Mau didetailkan, takut ada baper nanti.

Kembali ke topik, Menteri Agama Nasaruddin Umar punya ide ciamik. Untuk memberantas korupsi, menggunakan bahasa agama untuk menyentuh hati nurani.

Dalam teorinya, semakin dekat umat pada agama, semakin amanlah negeri ini. Logis? Bisa jadi. Tapi mari kita rehat sebentar dan berpikir: Apakah para koruptor itu atheis? Tidak, kan? Justru kebanyakan mereka rajin beribadah, bahkan donatur masjid.

Menag juga bilang gratifikasi bukan cuma soal barang, tapi juga soal “bonus spesial”. Ini seperti perempuan untuk memenangkan tender. Oh, betapa kreatifnya manusia! Tapi, izinkan saya bertanya, apa mereka belajar inovasi ini dari sekolah agama juga?

Salah satu langkah konkret Menag adalah mengurangi biaya perjalanan dinas dengan mengganti seminar tatap muka jadi daring. Hasilnya?

Dalam sebulan, biaya perjalanan dinas berkurang 50 persen. Wah, luar biasa! Tapi, ini juga membuka tabir lain, kenapa anggaran perjalanan dinas bisa menggendut sampai segitu besarnya?

Ternyata, sebelum teknologi Zoom menghantam, rektor-rektor kita lebih sering berpindah kota dari mahasiswa pindah kosan. Kalau kita menghemat 50 persen hanya dari potong tiket pesawat, jangan-jangan separuh anggaran lainnya ada di level “tak terdeteksi manusia biasa”?

Kembali ke ide besar Menag, bahasa agama sebagai solusi korupsi. Cita-cita mulia, tapi siapa yang jadi targetnya? Kalau yang ditarget masyarakat umum, mereka sudah kenyang dengan ceramah. Kalau yang ditarget para elite? Hmm, bukankah mereka juga paham betul agama?

Bahasa agama ini semacam mencoba mengajari ikan berenang. Para koruptor sudah lulus dengan predikat summa cum laude dalam memahami celah-celah moral.

Usulan Menag untuk memberantas korupsi memang punya niat baik. Tapi seperti kisah jembatan surga dan neraka tadi, tanpa kontraktor yang benar-benar “bebas dosa”, ide ini hanya tinggal wacana.

Maka, mari kita nikmati tontonan ini bersama-sama. Korupsi seperti serial tanpa akhir. Sementara kita, penonton setia, hanya bisa tertawa sambil ngopi di pojokan warkop. “Bahkan surga pun menyerah bikin jembatan. Jadi, siapa kita untuk berharap lebih?”

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Ketua Satupena Kalimantan BaratNerakaRosadi JamaniSurga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026
Penggeledahan di Air Upas, Polisi Temukan 10 Kantong Sabu
25/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Satu Tahun Kerja Pemerintah Kalbar : Krisis Tambang Ilegal dan Masa Depan Ekologi Kalbar

14 jam lalu

Kerja Sunyi Desa, Dibalas Teguran Keras Istana: Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

22 jam lalu

Akankah Minat Calon Kades Turun di Tengah Menyempitnya Dana Desa?

22 jam lalu

Abu Lahab & Abu Jahal, Duo Oposisi Abadi yang Takut Kehilangan Kursi

20/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang