Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Mengenal Kripto, Makin Ramai Dibicarakan, tapi Orang Awam Banyak Tidak Tahu
Opini

Mengenal Kripto, Makin Ramai Dibicarakan, tapi Orang Awam Banyak Tidak Tahu

Last updated: 17/01/2026 14:28
17/01/2026
Opini
Share

FOTO : ilustrasi ( Ai)

Oleh : Rosadi Jamani ( Ketua Satupena Kalbar) 

SAYA tak ingin followers seperti katak dalam tempurung. Ya, macam yang itu..tu..! Followers saya harus cerdas dan tidak mudah dibodohi oleh narasi hoax.

Kali ini saya mau menjelaskan soal kripto. Banyak orang membicarakan kripto, tapi banyak juga orang awam yang tidak tahu. Kebetulan hari minggu, siapkan Koptagul, simak penjelasannya dengan cermat, wak!

Kripto itu makhluk digital yang lahir dari trauma global. Tahun 2008 dunia keuangan kolaps, bank-bank raksasa tumbang, dan orang-orang kecil mendadak sadar, uang mereka ternyata cuma janji yang bisa menguap. Setahun kemudian, 2009, lahirlah Bitcoin, bukan dari rahim bank sentral, tapi dari sebuah dokumen sembilan halaman karya sosok misterius bernama Satoshi Nakamoto.

Ia menawarkan sistem uang tanpa bank, tanpa izin, dan tanpa pejabat. Sebuah ide yang terdengar utopis, tapi justru tumbuh subur di dunia yang lelah pada janji.

Teknologi di baliknya bernama blockchain, sebuah buku besar digital yang dicatat bersama oleh ribuan komputer di seluruh dunia. Data transaksi disimpan dalam blok, dihubungkan berantai, dan hampir mustahil diubah tanpa persetujuan jaringan. Ini bukan klaim filosofis, tapi fakta teknis yang membuat Bitcoin bisa bertahan lebih dari 15 tahun tanpa pernah diretas di level protokol.

Ironisnya, sistem ini lebih konsisten dari banyak lembaga yang mengaku paling terpercaya.

Dari satu koin bernama Bitcoin, dunia kripto meledak. Hingga 2025, tercatat lebih dari 20.000 aset kripto beredar secara global, meskipun hanya sebagian kecil yang benar-benar punya likuiditas dan fungsi nyata. Kapitalisasi pasar kripto sempat menyentuh lebih dari 3 triliun dolar AS pada puncaknya di 2021, lalu rontok, lalu bangkit lagi, sebuah roller coaster finansial yang menelan banyak korban bermental lemah dan melahirkan banyak “pakar dadakan”.

Negara-negara yang awalnya menertawakan kripto, kini justru sibuk mengaturnya. Uni Eropa mengesahkan MiCA (Markets in Crypto-Assets Regulation) pada 2023 sebagai kerangka hukum terpadu untuk seluruh negara anggotanya. Amerika Serikat masih berdebat apakah kripto itu sekuritas atau komoditas, tapi pada saat yang sama IRS sudah memajakinya dan lembaga federal sudah menyita aset kripto bernilai miliaran dolar dari kasus kejahatan digital.

El Salvador bahkan melangkah lebih ekstrem dengan menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah sejak 2021, sebuah eksperimen nasional yang dipantau dunia sambil menahan napas.

Indonesia pun tidak ketinggalan. Berdasarkan data Bappebti, jumlah investor kripto Indonesia sempat melampaui 18 juta orang pada 2023, melebihi jumlah investor pasar modal. Negara mengambil posisi tegas, kripto bukan alat bayar, tapi aset digital yang boleh diperdagangkan.

Lewat UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), pengawasan kripto dialihkan ke OJK untuk memperkuat perlindungan konsumen. Artinya jelas, negara tidak menutup mata, tapi juga tidak menyerahkan semuanya pada keberuntungan.

Masalahnya, data yang sama juga menunjukkan sisi gelapnya. Mayoritas investor kripto ritel masuk dengan modal kecil, literasi rendah, dan ekspektasi tinggi. Mereka tergoda oleh koin berharga recehan dengan janji “potensi 1000x”, padahal riset menunjukkan sebagian besar proyek kripto gagal bertahan lebih dari dua tahun. Harga murah disangka peluang, padahal sering kali cuma tiket masuk ke ruang penyesalan.

Soal keamanan, datanya lebih dingin lagi. Laporan industri mencatat kerugian akibat peretasan dan penipuan kripto secara global mencapai miliaran dolar AS setiap tahun. Bukan karena blockchain jebol, tapi karena manusia lengah.

Tautan palsu, dompet tiruan, janji imbal hasil tetap. Di dunia kripto, kesalahan pengguna bukan anomali, tapi statistik.

Volatilitas pun bukan mitos. Bitcoin pernah turun lebih dari 70 persen dari puncaknya dalam satu siklus pasar, lalu bangkit lagi di siklus berikutnya. Ini pola historis, bukan gosip. Karena itu, pendekatan bertahap dan jangka panjang bukan nasihat moral, tapi kesimpulan empiris. Mereka yang bertahan bukan yang paling pintar membaca grafik, tapi yang paling disiplin mengelola emosi.

Di balik semua kegaduhan itu, kripto tetap relevan secara struktural. Stablecoin berbasis dolar AS kini memproses transaksi bernilai triliunan dolar per tahun secara global, bahkan digunakan di negara-negara dengan inflasi tinggi sebagai alternatif sistem pembayaran.

Bank-bank besar yang dulu mencibir, kini justru meneliti dan mengadopsi teknologi blockchain untuk efisiensi internal. Dunia bergerak, meski sambil menggerutu.

Kripto, pada akhirnya, bukan soal cepat kaya, tapi cepat paham. Ia memperlihatkan bagaimana teknologi, pasar, dan psikologi manusia saling bertabrakan. Ia tidak menjanjikan keadilan, tapi menawarkan transparansi.

Tidak menjamin untung, tapi memberi kesempatan belajar dengan harga yang kadang mahal. Seperti semua inovasi besar, ia akan terus diperdebatkan, diatur, dicurigai, dan diam-diam dipakai.

Masuk kripto tanpa data itu nekat. Masuk kripto tanpa nalar itu bunuh diri finansial. Tapi masuk kripto dengan data, kesadaran risiko, dan sikap rendah hati, itu bukan sekadar investasi, itu latihan memahami masa depan.

 

 

 

 

 

 

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Kripto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

12 menit lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang