FOTO : Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan S Ip, M Si saat memperagakan gerakan karate kepada ratusan karateka di halaman Kantor Gubernur, Minggu 15 Februari 2026 (istimewa)
Tim liputan | editor/publisher : admin redaksi
PONTIANAK – Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat mendadak berubah menjadi lautan putih, pada Minggu (15/2/2026).
Ratusan karateka tingkat Kyu INKANAS se-Kalbar digembleng langsung oleh Wakil Gubernur sekaligus Ketua Umum Pengda INKANAS Kalbar, Krisantus Kurniawan, S Ip, M Si dalam agenda Gashuku (latihan bersama).
Di bawah terik matahari, Wagub Krisantus tidak hanya memberikan instruksi teknik, tetapi juga menyuntikkan mentalitas “karang” kepada para peserta.
Ia menekankan karateka sejati tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari tempaan fisik yang berat.
Dalam pengarahan semangatnya, Krisantus sempat melempar ingatan pada kerasnya latihan karate zaman dahulu. Dirinya menceritakan bagaimana dirinya harus menempuh puluhan kilometer berjalan kaki dan berlatih di atas batu di tengah hutan bersama Sensei Yuskam.
”Zaman kami dulu, hidung berdarah atau gigi lepas itu hal biasa. Kami tidak takut, justru makin semangat,” kenangnya di hadapan para karateka muda.
Meski mengakui teknologi keamanan bertanding saat ini, seperti pelindung kepala dan tangan, sudah sangat maju. Namun, dia mengingatkan agar hal tersebut tidak membuat karateka menjadi “lembek”.
”Sekarang metode lebih modern dan aman. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berprestasi. Kekuatan, kecepatan, dan kontrol teknik adalah harga mati bagi setiap karateka tangan kosong,” tegasnya.
Gashuku yang dirangkaikan dengan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) ini menjadi pesan kuat bahwa INKANAS Kalbar tengah bersiap melakukan akselerasi prestasi.
Krisantus mematok target tinggi dan menjadikan INKANAS sebagai organisasi karate nomor satu di Kalimantan Barat.
”Kalian harus bangga bisa latihan dan ujian di halaman Kantor Gubernur. Jadikan ini motivasi untuk menjadi juara di tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya sebelum melanjutkan sesi ujian di Ruang Enggang. (RED)




