Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > SMSI Buka Ruang Opsi Pilkada Tak Langsung di Tengah Beban Politik Tinggi
Nasional

SMSI Buka Ruang Opsi Pilkada Tak Langsung di Tengah Beban Politik Tinggi

Last updated: 10 jam lalu
15 jam lalu
Nasional
Share

FOTO : Momen simposium yang digelar SMSI Pusat, nada Rabu, 14 Januari 2026 ( ist)

Tim liputan – radarkalbar.com

JAKARTA – Gagasan pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat sebagai respons atas tingginya ongkos politik dan maraknya praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Isu tersebut mengemuka dalam Simposium Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Forum diskusi yang berlangsung di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II, Gambir, Jakarta Pusat, itu mengangkat tema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila”.

Sejumlah akademisi dan pakar kebijakan publik dihadirkan untuk mengkaji ulang relevansi mekanisme pemilihan kepala daerah di Indonesia menjelang Pilkada 2026.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E., menilai bahwa praktik demokrasi tidak semata-mata diukur dari pemilihan langsung oleh rakyat.

Ia menekankan bahwa Demokrasi Pancasila juga menuntut stabilitas pemerintahan, kualitas kepemimpinan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Menurut Prof. Yuddy, pengalaman pemilihan kepala daerah melalui DPRD pada masa sebelum reformasi menyimpan sejumlah catatan positif, terutama dalam menjaga kesinambungan kebijakan dan mengurangi konflik politik di daerah.

“Tentu model lama itu tidak bisa diterapkan begitu saja, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk merumuskan sistem yang lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.

Dia menyoroti lemahnya sistem rekrutmen politik sebagai akar persoalan Pilkada saat ini, terlepas dari mekanisme langsung atau tidak langsung.

Prof. Albertus menjelaskan, pada era pemilihan melalui DPRD, proses seleksi kepala daerah relatif lebih menekankan kapasitas birokratis dan kemampuan mengelola pemerintahan.

“Biaya politik lebih terkendali dan mekanisme kontrol lebih jelas. Tantangannya adalah memastikan proses itu berjalan terbuka dan bebas dari kompromi elit,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., M.Si., mengingatkan bahwa Pilkada langsung tetap memiliki keunggulan dari sisi legitimasi publik karena mandat diperoleh langsung dari pemilih.

Meski demikian, ia menilai wacana pemilihan melalui DPRD layak dikaji secara objektif sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas demokrasi lokal. “Apa pun modelnya, kedaulatan rakyat harus menjadi prinsip utama, bukan dikorbankan,” ujarnya.

Simposium yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar, S.H., M.H., tersebut menutup diskusi dengan kesimpulan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi alternatif kebijakan, sepanjang dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

SMSI menilai diskursus ini penting sebagai kontribusi pemikiran dalam merespons tantangan demokrasi lokal ke depan. ( red)

 

 

 

 

 

 

 

Source : rilis SMSI Pusat

Editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Simposium pilkadaSMSI Pusat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Nafsu Tak Terkendali, Adik Ipar Digagahi, Pria di Sekadau Kena Tangkap Polisi

23/12/2025
Dampak Aktivitas Tambang Bauksit yang Reklamasinya Mangkrak, Kalbar Terancam Bencana, Negara Diminta Tegas
26/12/2025
Geram Jalan Rusak, Warga Tayan Gelar Aksi Damai, Stop Operasional Truk Tangki Bertonase Besar
22/12/2025
Motor Verza dan Mio J Bertabrakan di Nanga Taman, Dua Pengendara Luka-luka
23/12/2025
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Pendaftaran Calon Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 Resmi Dibuka Selama Dua Pekan

10/01/2026

Gus Yahya Tegaskan PBNU Tak Ikut Campur Kasus Haji yang Menjerat Yaqut

10/01/2026

Irzam Jabat Ketum ISKAB se Nusantara 2026-2028

09/01/2026

Proliga 2026 Dibuka di Pontianak, Bhayangkara Presisi dan Popsivo Polwan Jadi Daya Tarik

09/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang