FOTO : Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dalam konferensi pers yang digelar Senin (11/5/2026).
Pewarta : Urai Tomi | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com
SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang resmi menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan perhelatan budaya tahunan Gawe Dayak Naik Dango XXVI yang dijadwalkan berlangsung pada 27 – 31 Mei 2026.
Rangkaian acara ini berpusat di Rumah Adat Dayak Singkawang. Dan ajang ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan penguat identitas multikultural di Kota Tertoleran se-Indonesia.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dalam konferensi pers yang digelar Senin (11/5/2026), menegaskan kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk menjaga nilai-nilai adat sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.
Strategi Ekonomi dan Pariwisata
Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang membidik efek domino dari kehadiran wisatawan selama lima hari penyelenggaraan. Tjhai Chui Mie optimis arus kunjungan tamu akan memberikan dampak langsung pada sektor UMKM untuk peningkatan penjualan produk kerajinan dan kuliner lokal.
Kemudian jasa akomodasi yakni peningkatan okupansi hotel dan penginapan di sekitar lokasi acara serta ekonomi kreatif yang menyiapkan ruang pamer bagi seniman dan pelaku industri kreatif Dayak.
”Kehadiran wisatawan diyakini akan memberi efek positif bagi pelaku UMKM hingga sektor transportasi. Kami ingin menunjukkan Singkawang adalah tuan rumah yang ramah dan membanggakan,” ujar Tjhai Chui Mie.
Komitmen Pelestarian Budaya
Selain aspek ekonomi, naskah kebijakan Pemkot menekankan bahwa Naik Dango adalah manifestasi syukur atas hasil panen dan penghormatan leluhur. Di tengah arus modernisasi, agenda ini dipandang krusial sebagai upaya proteksi identitas budaya Dayak agar tidak tergerus zaman.
Imbauan Keamanan dan Ketertiban
Guna menjamin kelancaran acara, Wali Kota menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga empat poin utama: keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan. Sinergi antara panitia, tokoh adat, dan aparat keamanan diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif bagi pengunjung domestik maupun nasional.
“Atas nama Pemerintah Kota, kami mendukung penuh. Kami juga meminta dukungan media untuk memperluas gaung acara ini hingga ke tingkat nasional agar Singkawang semakin dikenal luas sebagai kota budaya yang harmonis,” tutupnya. [ red ]
