Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Ketika Dunia Berlutut dan Hollywood Dibuang ke Tong Sampah
Opini

Ketika Dunia Berlutut dan Hollywood Dibuang ke Tong Sampah

Last updated: 10/04/2025 09:02
10/04/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

DI suatu pagi yang tenang, matahari terbit seperti biasa di atas Gedung Putih. Tapi, di dalamnya, badai ekonomi sedang bergemuruh.

Donald J. Trump, Presiden, miliarder, juru selamat dunia versi dirinya sendiri, telah menembakkan ancaman dagang ke 60 negara sekaligus. Itu setara jumlah negara peserta Miss Universe. Hanya saja alih-alih perebutan mahkota, mereka berebut tidak dikenai tarif impor 2000%.

Apa yang terjadi setelah itu? Telepon berdering. Satu. Dua. Tiga. Lima puluh. Negara-negara itu menelepon, katanya. Bukan sekadar menelepon, tapi mengemis, menangis, tersedu, seperti peserta audisi American Idol yang salah nada tapi tetap berharap dikasih golden ticket.

“Kalian tahu, karena saya katakan, negara-negara ini menelepon kami, mencium pantat saya. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Tolong..tolong Pak, buatlah kesepakatan. Aku akan melakukan apa saja. Aku lakukan apa pun, Pak” kata Trump saya kutip dari Kompastv.

Kita tidak tahu pasti apakah ini benar atau hanya bagian dari alam semesta alternatif Trump. Tapi yang jelas, Vietnam langsung ngacir ke meja perundingan, membuka bajunya (dalam makna diplomatik), dan berkata, “Saya nol-kan tarif impor barang AS. Asal tolong… tolong… 46 persen tarif Anda kurangi ya, Pak.” Begitu tulusnya, nyaris seperti pengakuan cinta di drama Korea.

Meksiko, tak mau kalah, langsung mengambil sikap “kooperatif tingkat dewa”. Barang kali mereka masih trauma dibentak suruh bangun tembok beberapa tahun lalu, jadi sekarang pilih damai, asal jangan disuruh ngaduk semen lagi.

Namun, di ufuk Timur jauh, sebuah kekuatan kuno bangkit. Tiongkok. China. Negeri Panda. Negeri yang bisa membuat sendok dari nasi. China tidak menangis. China tidak menelepon.

China tidak mencium pantat siapa pun. Yang dilakukan China adalah satu hal yang mengguncang fondasi dunia hiburan, akan melarang film-film Amerika. Film-film Amerika dilarang, dibanned, dideporte. Sudah diputuskan dengan palu kemahakuasaan partai komunis.

Karena buat China, kalau kamu kena tarif 104% mulai 9 April 2025, naik dari sebelumnya yang “cuma” 34%, maka jawaban yang paling logis adalah: “Kami tidak akan menonton Avengers 12: Endgame Reboot. Tidak lagi.”

Hollywood langsung panik. Studio besar berkeringat. Sutradara menjerit. Aktor-aktor terkenal meringkuk di pojokan rumah, memeluk Oscar mereka sambil berkata, “Katakan ini hanya mimpi buruk…”

Tahun 2024 saja, film-film Hollywood menghasilkan 585 juta dolar AS di China, itu sekitar Rp 9,9 triliun atau setara seratus miliar bungkus mi instan rasa rendang. Sekarang? Hancur.

Lenyap. Ditiup angin komunisme. China bilang, “Tolong ya, kami sekarang cukup dengan film kami sendiri. Kungfu Panda, tapi versi realistik dan bisa bela diri beneran.”

Seolah belum cukup, China menyiram bensin ke api. Mereka umumkan tarif baru sebesar 84% atas seluruh barang impor dari Amerika. Tarif ini akan mulai berlaku tepat pukul 12.01 waktu Beijing, 10 April.

Detiknya pun dihitung. Ini bukan ekonomi, ini perang kosmik lintas dimensi.

Belum selesai. China tambahkan 12 perusahaan Amerika ke daftar kontrol ekspor. Mereka juga menambahkan 6 perusahaan Amerika ke dalam daftar entitas tidak dapat diandalkan. Apa artinya? Artinya perusahaan-perusahaan itu akan diperlakukan seperti mantan yang pernah selingkuh, tidak akan dipercaya lagi sampai dunia kiamat dan reinkarnasi 3 kali.

Beberapa dari perusahaan ini bergerak di bidang AI. Ya, Artificial Intelligence. Mesin cerdas. Robot masa depan. Sekarang mereka dianggap musuh negara. Siap-siap saja nanti AI bikin puisi tentang patah hati karena diputusin China.

Di dalam negeri Amerika sendiri, rakyatnya terus turun ke jalan memprotes kebijakan presidennya sendiri. Bahkan, gerakan untuk memakzulkan sudah dimulai dengan nama 50501 dan Hands Off. Gerakan ini semakin meluas. Namun, Trump masih tenang. Ia masih sibuk menyisir rambut jagungnya.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Donald Trump
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

3 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang