Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Ragam > Faraje Khasanah Budaya Hingga Sekarang Tetap Eksis
Ragam

Faraje Khasanah Budaya Hingga Sekarang Tetap Eksis

Last updated: 09/03/2020 21:44
09/03/2020
Ragam
Share

PARADJE merupakan tradisi adat yang telah dilakukan masyarakat Melayu di Sanggau sejak dulu dan masih bertahan hingga sekarang.

Tradisi ini bertujuan untuk menangkal dan menolak bala bencana, serta membersihkan wilayah dari hal-hal yang dianggap dapat membawa kesialan.

Paradje sempat mati suri selama kurang lebih 40 tahun lamanya dikarena setelah Kerajaan Sanggau melebur menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia dan para sesepuh yang mengetahui tentang Paradje juga telah tidak ada lagi guna mengajarkan tentang Paradje ini.

Namun masyarakat Sanggau masih beruntung, dikarenakan sisa-sisa mengenai informasi Paradje masih tersimpan baik, walaupun terpisah-pisah.

Paradje pada masa sekarang, tak lepas dari jasa Tuanku Ade Umar Dhani, yang merupakan keturunan dari Pangeran Sura. Beliau pada 15 tahun yang lalu bersama Drs. H. Gusti Arman, M.Si yang saat ini menjadi Raja di Negeri Sanggau melakukan eksplorasi tentang khazanah budaya di negeri Sanggau pada masa silam, keluar masuk kampung yang berada di sungai Sekayam dan sungai Kapuas untuk mengumpulkan kembali informasi dan membukukan tradisi yang sempat hilang.

Setelah perjalanan panjang dalam mengembangkan khazanah budaya dan tradisi masyarakat melayu di negeri Sanggau, baru pada tahun 2019 Tuanku Ade Umar Dhani dinobatkan sebagai Panglima Utama dengan gelar Panglima Taman Sari Surya Negara atas kesetiaan dan jasa-jasa beliau yang besar.

Saat ini beliau melakukan penerjemahan teks kitab Faradje’ yang bertuliskan Arab-Melayu kedalam bahasa Indonesia agar kelak, dapat dipelajari dan tidak dimiringkan lagi kebenaran dan sejarahnya.

Alhamdulilah berkat kerja keras dari semua pihak sekarang Paradje dijadikan sebagai Warisan Tak Benda oleh Pemerintah Republik Indonesia dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat di Kabupaten Sanggau.

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Gusti Baiturahman

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:KratonMasyarakatParajeSanggau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil

07/04/2026
Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS
20/04/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Bongkar Kedok RKAB Fiktif, Penyidik Kejati Kalbar Bedah Dokumen Perizinan Tambang Bauksit, Periksa Saksi ESDM di Jakarta
09/04/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Tayan Rencananya Jadi Pusat Pelepasan Jemaah Haji Sanggau 2026, Pertama dalam Sejarah?

21/04/2026

Konsultan Klaim Spek Teknis SDN 54 Mensarang Aman, Akui Finising Kurang Rapi

20/04/2026

Proyek SDN 54 Mensarang Senilai Rp 1,09 Miliar Disorot Warga, Kualitas Bangunan Dinilai Tak Sebanding Anggaran

19/04/2026

Selisih Harga Beli TBS Capai Rp 600, PKS Rimba Belian Abaikan Ketetapan Disbunak?

17/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang