FOTO : Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sanggau, Muhammad Hasbi [ Ist ]
Inti berita :
* Lokasi pelepasan: Dipusatkan di Kecamatan Tayan Hilir (berbeda dari biasanya yang di ibu kota kabupaten).
*Alasan Perubahan : Tahun 2026 ini tidak ada jemaah dari Kecamatan Kapuas, sementara mayoritas jemaah (8 orang) berasal dari Tayan Hilir.
* Jumlah Jemaah: 15 orang (berkurang dari 16 karena 1 jemaah asal Kembayan meninggal dunia), adapun rincian asal: Tayan Hilir (8), Meliau (4), Mukok (2), dan 1 jemaah lainnya.
* Jadwal Perjalanan : 4 Mei 2026: Seremoni pelepasan di Tayan Hilir dan menuju Pontianak. Tanggal 5 Mei 2026: Berangkat ke Batam (Pukul 23.00 WIB). Tanggal 6 Mei 2026: Terbang menuju Madinah Al-Mukarramah.
* Informasi Kloter : Tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Batam bersama Kota Pontianak, Singkawang, Landak, Bengkayang, dan Sambas.
* Segera beraudiensi dengan Bupati untuk memantapkan teknis pelepasan.
Pewarta/editor : Tim redaksi | Publisher : Admin radarkalbar.com
SANGGAU – Kecamatan Tayan Hilir direncanakan akan menjadi titik sentral keberangkatan 15 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sanggau pada musim haji tahun 1447 H/2026 M.
Keputusan ini diambil menyusul dominasi asal jemaah yang mayoritas berasal dari wilayah pesisir sungai Kapuas tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sanggau, H. Muhammad Hasbi, menyatakan agenda pelepasan resmi dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026.
Penunjukan Tayan Hilir sebagai lokasi pelepasan merupakan langkah strategis mengingat tahun ini tidak ada satu pun jemaah yang berasal dari pusat kota atau Kecamatan Kapuas.
“Dari total 15 jemaah, jumlah terbanyak berasal dari Tayan Hilir, disusul Meliau dan Mukok. Karena secara geografis jemaah terkonsentrasi di sana, maka pelepasan akan kita pusatkan di Tayan Hilir,” ujar Hasbi saat dikonfirmasi wartawan di sela agenda silaturahmi IPHI, Minggu (19/4/2026).
Audiensi dengan Bupati
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Sanggau dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan Bupati Sanggau untuk meresmikan teknis seremonial tersebut.
Selain faktor domisili jemaah, antusiasme masyarakat Tayan Hilir yang secara mandiri rutin menggelar tradisi pelepasan jemaah setiap tahun menjadi pertimbangan kuat.
“Kami ingin mendekatkan pelayanan dan menghormati kearifan lokal setempat yang selama ini sangat aktif dalam mendukung keberangkatan haji,” terangnya.
Sedianya, kuota jemaah Sanggau tahun ini berjumlah 16 orang. Namun, satu orang jemaah asal Kembayan dilaporkan meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan, sehingga menyisakan 15 orang yang siap berangkat.
Hasbi menegaskan seluruh persiapan teknis, mulai dari manasik hingga dokumen perjalanan, sudah mencapai tahap final.
“Alhamdulillah, manasik sudah rampung. Saat ini tinggal penyelesaian proses distribusi koper jemaah. Secara umum, Sanggau siap memberangkatkan tamu Allah tahun ini,” pungkasnya. [ red ]
HAK JAWAB & KOREKSI
Redaksi membuka ruang bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Silakan hubungi kami melalui email/nomor WhatsApp redaksi untuk penyampaian hak jawab secara resmi.
