FOTO : Ketua DPD MABM Kabupaten Sanggau [ ist ]
Pewarta : Abin | Editor : SerY TayaN
SANGGAU – Gelombang kekecewaan masyarakat Kalimantan Barat kian memuncak, tak terkecuali di Kabupaten Sanggau, akibat pemadaman massal (blackout) oleh PLN sejak beberapa hari belakangan ini.
Ketua DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, secara tegas melayangkan mosi tidak percaya terhadap kinerja PLN yang dinilai buruk dan tidak konsisten.
Ia mendesak pihak PLN untuk jujur dan transparan mengenai akar masalah yang sebenarnya terjadi. Kemudian, dia juga menyoroti adanya ketidaksinambungan informasi yang beredar di masyarakat dengan klaim sepihak dari manajemen PLN.
”Isu yang saya dengar ini karena PLN tidak mampu menyediakan batu bara sebagai bahan baku utama. Tapi di media, pimpinan PLN bicaranya berbeda, katanya karena kerusakan teknis pada PLTU. Ada dua alasan yang menurut saya masih menjadi tanda tanya besar,” ujar Budi dengan nada kecewa, Selasa (7/7/2026).
Kekecewaan MABM Sanggau bukan tanpa alasan. Fakta di lapangan menunjukkan PLN kerap melanggar jadwal pemadaman yang mereka buat sendiri. Di kawasan Jalan PH Sulaiman misalnya, pemadaman terjadi hampir setiap hari dengan durasi yang molor parah dari 3–5 jam menjadi hingga 7 jam.
Lantas, Budi mengingatkan pemadaman yang sudah berlangsung selama dua minggu ini dan diisukan bisa berlanjut hingga Desember, telah memukul telak perekonomian warga, terutama pelaku UMKM yang sedang berjuang bangkit
Atas fenomena ini, Budi memberikan peringatan keras dan desakan terakhir kepada manajemen PLN agar segera menyetop pemadaman di wilayah Sanggau tanpa alasan apa pun lagi. Jika situasi ini terus dibiarkan, ia menegaskan masyarakat tidak akan tinggal diam dan tak menutup kemungkinan menggelar aksi.
”Kami sebenarnya tidak mau ancam-mengancam soal demo. Tapi tolong, jangan paksa kami untuk turun menggelar aksi!” tegas Budi. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
