Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Evolusi Budiman Sudjatmiko dari Tukang Demo ke Inspeksi Dapur MBG
NasionalOpini

Evolusi Budiman Sudjatmiko dari Tukang Demo ke Inspeksi Dapur MBG

Last updated: 02/01/2026 20:42
01/01/2026
Nasional Opini
Share

FOTO : ilustrasi [ ai ]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalbar ]

KALIAN pasti kenal Budiman Sudjatmiko. Ya, Budiman itu. Mantan aktivis ’98 yang dulu bikin rezim Orde Baru gatal-gatal. Ia sempat mendekam di penjara, lalu nyasar ke PDIP.

Akhirnya didepak karena nekat dukung Prabowo di Pilpres 2024. Kini beliau menjelma jadi Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Dari tukang demo jadi tukang inspeksi dapur. Dari melawan senjata aparat ke melawan bakteri. Evolusi ini bukan main, lebih liar dari sinetron stripping 800 episode.

Sekarang ia sudah banyak berubah. Siapa yang tukang demo sekarang? Tentulah para juniornya. Simak lebih dalam lagi sambil seruput Koptagul, wak!

Tanggal 30 Desember 2025, Budiman blusukan ke SPPG Modern Semanggi 02 di Surakarta. Jangan bayangkan dapur sekolah ala kompor gosong dan panci penyok. Ini dapur yang bikin warung pinggir sawah mendadak minder.

Baru seminggu beroperasi, tapi Budiman bolak-balik ke sana, seperti pejabat jatuh cinta pada conveyor belt. Yang ia temukan? Dapur yang katanya paling bersih dan paling inovatif se-Indonesia Raya. Makanan anak sekolah tak lagi diambil pakai sendok trauma masa kecil, tapi diporsikan lewat trailer berjalan otomatis.

Setelah itu, makanan disinari sinar ultraviolet, wak. UV. Biasanya kita dengar UV itu buat skincare mahal, ini buat nasi dan lauk. Bakteri mati, virus KO, gizi tetap aman, rasa tetap waras. Lalu wadahnya disegel rapat, kedap udara, seolah mau dikirim ke stasiun luar angkasa, bukan ke SD negeri.

Petugas dapurnya? Jangan harap bisa masuk sambil pakai sandal jepit. Semua wajib lewat bilik sanitasi, pakai APD dari ujung rambut sampai ujung nasib. Juru masaknya pun bukan kaleng-kaleng. Ada yang berpengalaman di kapal pesiar mewah Eropa.

Jadi jangan kaget kalau suatu hari anak SD pulang sekolah ngomel, “Bu, hari ini lauknya kurang tekstur.” Dari yang dulu cukup tempe orek, kini anak bangsa berkenalan dengan standar internasional.

Budiman tentu saja memuji setinggi langit. Katanya ini harus jadi proyek percontohan nasional. Semua SPPG wajib upgrade. Demi anak-anak Indonesia bebas keracunan dan gizi buruk. Padahal program Makan Bergizi Gratis baru resmi jalan serentak 8 Januari 2026, tapi prototipenya sudah level NASA.

Dulu kita takut anak sekolah kelaparan, sekarang malah takut mereka kebiasaan makan steril, pulang ke rumah ogah menyentuh piring maknya. Kalau semua dapur MBG kayak begini, generasi emas bukan cuma pintar, tapi kinclong, karena yang masuk ke tubuh mereka lebih bersih dari ruang operasi bedah saraf.

Di balik semua kehebohan ini, ada pesan serius yang pelan-pelan nyelip. Pemerintah tampaknya tak mau program makan gratis sekadar jadi proyek kenyang massal. Ini investasi jangka panjang, dengan standar higienis yang selama ini cuma kita lihat di hotel bintang lima atau brosur luar negeri.

Budiman, dengan seluruh riwayat hidupnya yang zig-zag seperti jalan politik negeri ini, kini ngotot menyebarkan revolusi dapur sekolah. Siapa sangka, semangat ’98 berlanjut ke panci dan talenan. Musuhnya bukan lagi rezim, tapi bakteri. Keren? Mungkin. Absurd? Jelas. Tapi setidaknya, “makan siang gratis” kini bukan cuma gratis, melainkan futuristik. Selamat tinggal jorok.

Pergi berdemo membawa poster,
Terik panas tak pernah luntur
Dulu lawan rezim yang otoriter
Kini lawan bakteri di meja dapur.

Ke Surakarta meninjau kasur
Nasi sekolah tampak bersih
Perjuangan kini pindah ke panci dapur,
Melawan gizi buruk, jorok tersisih

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Budiman SudjatmikoDapur MBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Nafsu Tak Terkendali, Adik Ipar Digagahi, Pria di Sekadau Kena Tangkap Polisi

23/12/2025
PH Akan Launching Objek Wisata Suak Danau Bakong di Desa Pedalaman Tayan Hilir
15/12/2025
GNPK RI Kalbar Dukung LAKI Menyoal Terbitnya IMB PT BAI
10/12/2025
Dampak Aktivitas Tambang Bauksit yang Reklamasinya Mangkrak, Kalbar Terancam Bencana, Negara Diminta Tegas
26/12/2025
LSM Citra Hanura Ingatkan Kades dan SPBU : Surat Rekomendasi Bukan Tiket Bebas Beli BBM Kemana Saja
12/12/2025

Berita Menarik Lainnya

Menelantarkan Anak Kandung : Dosa Besar dan Tindakan Kriminal

11 jam lalu

AI yang Tidak Mau Nurut, Tak Mudah Percaya

13 jam lalu

Rakyat Iran Sedang Menepalkan Pemimpinnya, Akankah Tragedi 1979 Terulang?

03/01/2026

Mengenal Sosok Calon Ketum ISKAB Nusantara : Irzem Mengusung Visi Santri Adaptif di Era Teknologia

02/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang