Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Raja Juli Selamat, Karding Tamat
Opini

Raja Juli Selamat, Karding Tamat

Last updated: 11/09/2025 23:14
11/09/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

BERMAIN domino bersama. Sebentar saja. Akibatnya, fatal. Satu selamat, satunya lagi tamat. Simak kisah dua menteri beda nasib di hadapan presiden. Kopi sedikit gula aren, siapkan wak

Jakarta mendadak heboh bukan karena sidang kabinet, bukan pula karena Prabowo naik kuda di Istana, melainkan gara-gara satu meja domino.

Ya, domino, permainan rakyat yang biasanya dimainkan di warung kopi pinggir jalan, mendadak jadi permainan paling berbahaya di republik ini. Sebab di situ duduk empat orang: Raja Juli Antoni, Abdul Kadir Karding, seorang pria yang namanya bikin netizen garuk-garuk kepala, Azis Wellang.

Keempat, belum teridentifikasi dan juga hanya cameo.Siapa Azis Wellang? Seorang eks tersangka pembalakan liar, alias ilegal logging, yang sudah wara-wiri masuk berita. Nah, gara-gara satu meja ini, politik negeri seperti sinetron, ada yang happy ending, ada yang tamat dengan soundtrack sedih.

Ceritanya begini, wak! Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, datang ke posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Niatnya sederhana, diskusi santai selama dua jam, lalu bergerak ke ruang tamu.Tiba-tiba, tanpa disangka, ia diajak main domino. Dua putaran saja, tidak lebih. Mainnya pun sopan, tidak ada banting kartu keras-keras kayak di film gangster.

Setelah itu,Raja pamit pulang. Barulah setelah itu, dia sadar lawan mainnya ternyata Azis Wellang, orang yang pernah terseret kasus pembalakan liar. Raja pun buru-buru klarifikasi, ini cuma aktivitas sosial singkat, tak ada obrolan serius soal kasus, apalagi bagi-bagi kayu jati hasil tebangan.

“Saya tetap komit menindak pembalak liar tanpa pandang bulu,” katanya tegas, seolah ingin bilang, main gaple boleh, ngerusak hutan jangan.Beda lagi dengan Abdul Kadir Karding, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Dia yang sebenarnya jadi tuan rumah, karena acara berlangsung di posko KKSS yang ia gunakan. Karding pun gentle. “Saya yang undang, jadi kalau ada apa-apa saya tanggung jawab penuh.”Dia bahkan menegaskan tidak tahu latar belakang Azis, hanya kenal sebagai pengurus KKSS.

Bagi Karding, itu sekadar ajang silaturahmi. Tapi entah kenapa, dalam logika politik Indonesia, silaturahmi bisa berubah jadi silat-uluran kursi.

Hasil akhirnya tragis, Karding langsung dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet 8 September 2025.Sementara Raja Juli? Aman sentosa, tetap duduk manis di kursi menteri, bahkan mungkin masih sempat ngopi sambil senyum kecut melihat sahabatnya tumbang.

Netizen tentu tak tinggal diam. Mereka langsung menyalakan mode keyboard warrior.“Main domino-nya berdua kok yang diganti cuma si Karding doang, Pak @prabowo???” tulis seorang netizen dengan nada curiga. Yang lain menambahkan, “Abdul Kadir Karding habis main domino langsung kena, sementara Raja Juli masih aman.

Nunggu didemo dulu kali.” Dunia maya pun pecah tawa sekaligus geleng-geleng. Domino yang biasanya bikin orang teriak “double tiga!” kini bikin orang teriak, “double standar!”Ironinya makin terasa ketika publik ingat, Raja Juli dulu adalah kader PSI yang suka menyerang Prabowo habis-habisan.

Dari mengkritik sampai mencaci, sudah lengkap paketnya. Tapi sekarang? Bukan cuma jadi menteri, bahkan ketika tersandung domino pun ia masih dilindungi langit politik.Sementara Karding, yang dikenal loyal ke Prabowo sejak lama, justru tamat gara-gara duduk di meja yang sama.

Kalau ini bukan komedi, entah apa lagi. Ini sudah kayak efek domino versi politik, satu kartu jatuh, yang lain ikut terguling. Bedanya, kartu yang seharusnya jatuh justru berdiri tegak, sementara kartu sebelahnya malah ditiup angin sampai mental keluar meja.

Begitulah Republik Domino Indonesia. Satu permainan singkat bisa merubah nasib. Raja Juli Antoni bisa tetap jadi menteri dengan status “selamat dari gaple maut”, sementara Abdul Kadir Karding harus menerima kenyataan pahit, dipecat, tamat, dan namanya jadi bahan meme sepanjang pekan.

Seakan-akan Prabowo berkata, “Permainan selesai. Raja selamat. Karding tamat.”Kalau nanti ada orang bilang politik itu permainan, jangan marah. Nyatanya, di negeri ini, permainan domino saja bisa menjatuhkan menteri.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:anak sekolahdemo agustus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026

Berita Menarik Lainnya

PDIP Larang Kadernya Kelola SPPG, tapi Dukung MBG

12 jam lalu

Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

03/03/2026

Mengenal Musaylimah al-Kadhab, Nabi Palsu dengan Wahyu Katak dan Gajah

03/03/2026

75 Lembaga dan 64 Tokoh Keluarkan Petisi untuk Prabowo agar Keluar dari BoP

02/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang