Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Olla Ramlan Memilih Lepas Hijab
Opini

Olla Ramlan Memilih Lepas Hijab

Last updated: 18/05/2025 23:08
18/05/2025
Opini
Share

FOTO : ilustrasi wajah Olla Ramlan [ ist ]

SEKALI – kali cerita artis. Tak lah cerita ijazah Jokowi melulu. Seorang artis adalah public figure.

Ia ngajak ngopi saja, bisa viral. Apalagi ia melepaskan hijabnya. Inilah yang mau saya bahas, wak! Siapkan selalu kopinya agar otak tetap encer dan waras.

Di suatu pagi yang tidak terlalu cerah, tapi juga tidak cukup suram untuk disebut duka nasional, internet Indonesia kembali bergetar.

Bukan karena gempa, bukan pula karena kenaikan harga beras, tapi karena seorang selebriti, aktris, wanita, ibu, mantan istri dua pria, dan ikon kecantikan awet muda bernama Olla Ramlan, secara resmi melepas hijabnya.

Ya, hijab itu, sebuah kain sakral yang selama enam tahun melambai-lambai di kepala Olla, kini telah gugur, seperti daun terakhir di musim semi yang malas.

Olla tidak sekadar membuka penutup kepala, ia membuka gerbang neraka komentar netizen. Ribuan jempol, tangis, doa, dan makian spiritual virtual berseliweran seperti parade genderuwo di TikTok.

Tapi di balik keputusan itu, ada sebuah unggahan yang membuat umat dunia maya tercekat, sebuah foto masa kecil, wajah mungil Olla bersandar pada pelukan ibunya, disertai kalimat magis, “Maafkan Olla, Ma…”

Seketika langit media sosial berubah. Awan-awan algoritma berhenti bergerak. Notifikasi like menunduk hormat. Dunia seolah menahan napas, dan para ibu-ibu grup WhatsApp mendadak merenung sambil menghentikan jualan gamis premium.

Di sana, di caption sederhana itu, terselip jutaan perasaan manusia yang pernah gagal jadi kebanggaan seseorang. Olla, di tengah kehebohan, memilih jalan paling manusiawi, mengaku tidak sempurna.

Lalu muncullah suara-suara dari dimensi para sahabat. Luna Maya dan Ayu Dewi, dua petugas sosial spiritual dengan humor tingkat tinggi. Di acara pernikahan, mereka melemparkan lelucon tajam yang lebih menusuk dari ceramah Ustaz YouTube.

“Ngapain nyicil-nyicil, buka aja,” ujar Luna, seperti nabi zaman konten. Sementara Ayu mengangguk sambil tertawa, seolah membacakan kitab nasib seleb Indonesia. Siapa sangka, joke itu ternyata mengandung nubuat.

Olla dulu berhijab karena pulang umrah dan katanya merasa hidayah turun pelan-pelan seperti AC yang disetel 24 derajat. Kini, justru membuka semuanya di tahun 2025. Tahun yang katanya era spiritual post-endorsement. Semua foto berhijab hilang.

Dihapus. Dilenyapkan. Digosok dari sejarah Instagram. Yang tersisa hanya foto anak-anak dan masa lalu 2017, seolah hijab itu hanyalah babak filler dalam sinetron kehidupan.

Tentu, banyak yang mencibir. “Katanya berhijrah!” “Konsisten dong, Kak!” Tapi kita lupa, kehidupan ini bukan spreadsheet syariah. Iman bukan grafik stabil. Kadang naik, kadang turun, kadang ngilang sinyal. Siapa kita ini, berani-beraninya jadi panitia penyesalan orang lain?

Olla, dalam segala kebingungan dan keputusannya yang tampak glamor tapi menyimpan gelombang eksistensial, berkata lirih kepada ibunya, “Aku tahu Mama akan tetap bersamaku, bahkan saat aku sendiri susah percaya pada diriku.

Ini bukan tentang hijab. Ini tentang harapan terakhir seorang anak yang ingin dicintai tanpa syarat, walau sudah dua kali gagal menikah, gagal konsisten, dan mungkin gagal tampil sesuai ekspektasi umat yang selalu mengaitkan kain kepala dengan derajat surga.

Olla Ramlan tak sedang melepas jilbab, ia sedang mengajarkan ikam bahwa jadi manusia itu tidak rapi. Tidak saklek. Tidak sesuai template dakwah instan. Ia hanya ingin hidup, mencintai ibunya, dan mungkin… mengembalikan rambutnya ke spotlight utama.

Beberapa artis Indonesia yang pernah memutuskan untuk melepas hijab: Putri Anne, Marshanda, Rina Nose, Nikita Mirzani, Salmafina Sunan, dan Nathalie Holscher. Apakah suatu hari ini mereka ini kembali berhijab, tak ada yang tahu.

Jika nuan belum siap menerima kenyataan ini, ingatlah, bahkan langit pun kadang tak konsisten birunya. Kadang biru, kadang hitam, kadang putih. Siapa kita menuntut Olla harus tetap berhijab. Termasuk juga, siapa ente menyuruh saya berhenti ngopi tanpa gula.

#camanewak

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:lepas jilbabOlla Ramlan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS

19/04/2026
“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?
07/05/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026
KANNI Kalbar Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Aksi Premanisme di Kawasan KP Pontianak
18/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak

17 jam lalu

Demokrasi tanpa Literasi, Mati Suri

18 jam lalu

Mengenal Dyastasita WB, Juri LCC 4 Pilar yang Sedang Dicari Netizen

17 jam lalu

Gara-gara Juri Tak Jelas, SMAN 1 Pontianak Tersingkir di LCC 4 Pilar MPR

17 jam lalu
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang