Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Dagelan Hukum di Pengadilan
Opini

Dagelan Hukum di Pengadilan

Last updated: 08/02/2025 23:39
08/02/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

SAYA kira Komeng saja yang jago mengocok perut. Rupanya ada lebih kocak, ndagel. Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Yok kita kupas dagelan hukum paling absurd di negeri tercinta ini.

Negeri ini. Negeri saya, negeri ente, negeri kita. Negeri yang tak pernah kehabisan bahan lawakan. Hukum? Oh, hukum di sini bukan cuma tumpul, tapi sudah jadi bahan stand-up comedy nasional.

Polisi jadi oknum? Biasa. Oknum jaksa tukang palak kepala daerah dan kontraktor? Sudah kayak menu harian. Hakim vonis ringan koruptor?

Ah, itu mah sudah jadi tradisi. KPK? Mereka sibuk membidik koruptor kelas teri, sementara yang kelas kakap santai-santai di villa. Pagar laut, tak ada yang ditangkap. Kurang apa lagi absurdnya.

Tapi tunggu dulu! Jangan bilang kita sudah puas dengan dagelan yang ada. Karena sekarang, ada tambahan spesial, sidang ricuh ala sinetron.

Ya, sidang dugaan pencemaran nama baik antara Hotman Paris dan Razman Arif Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025), berubah jadi tontonan yang bikin malu nusantara.

Bayangkan, wak! Razman, si terdakwa, tiba-tiba masuk ruang sidang saat Hotman Paris sedang jadi saksi. Apa ini? Episode terbaru “Lawak Malam”? Atau mungkin spin-off dari “Opera Van Java”? Ternyata, keributan ini dipicu oleh keputusan majelis hakim yang memutuskan sidang harus digelar tertutup.

Padahal, pihak Razman sudah meminta sidang terbuka. Tapi, siapa peduli dengan permintaan rakyat kecil? Hakim bilang, “Saya yang berkuasa di sini, ikut aturan!” Wow, power move banget!

Rahmat, pengacara Razman, langsung naik pitam. “Ini bukan kasus pencabulan, ini UU ITE! Kenapa harus tertutup?” katanya. Benar juga, ya. Kalau mau tertutup, mungkin lebih cocok buat acara “Dating Alone” atau “Rahasia Meede”. Tapi sidang hukum? Come on, kita butuh transparansi, bukan drama sinetron.

Lalu, ada Firdaus Oiwobo, pengacara Razman yang sempat naik meja di ruang sidang. Dia bilang tindakannya refleks karena melihat kliennya diintimidasi. “Saya teriak, kamu naik ring aja sama saya!” katanya. Nah, ini baru semangat juang! Sidang hukum berubah jadi pertandingan tinju.

Kapan lagi kita bisa lihat pengacara naik meja sambil teriak-teriak? Ini mah bukan sidang, ini “SmackDown: Jakarta Edition”.

Tapi, mari kita renungkan sejenak. Apa ini yang namanya penegakan hukum? Atau justru panggung komedi yang dibiayai pajak rakyat? Hakim, jaksa, polisi, pengacara, semuanya jadi pemain dalam drama absurd ini. Koruptor bebas berkeliaran, sementara rakyat kecil terus jadi penonton yang frustasi.

Masih kurang apa lagi? Mungkin kita butuh lebih banyak oknum, lebih banyak sidang ricuh, dan lebih banyak pengacara naik meja. Biar negeri ini jadi semakin “wow” dan semakin layak jadi bahan meme Internasional.

Sampai kapan? Sampai kita semua sadar bahwa hukum bukan bahan lawakan, tapi pilar negara yang harus dijaga. Tapi, siapa yang peduli? Mari kita nikmati saja tontonan ini sambil menunggu episode berikutnya.

“Dagelan Hukum: The Series”. Coming soon to a courtroom near you!

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Dagelan PengadilanHukumRazman Nasution
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS

19/04/2026
“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?
07/05/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Laskar Sakera Mempawah Dinilai Sukses Jalankan Misi Minadzulumati Ilannur, Lidik Krimsus Sampaikan Apresiasi
24/04/2026
KANNI Kalbar Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Aksi Premanisme di Kawasan KP Pontianak
18/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak

13 jam lalu

Demokrasi tanpa Literasi, Mati Suri

14 jam lalu

Mengenal Dyastasita WB, Juri LCC 4 Pilar yang Sedang Dicari Netizen

13 jam lalu

Gara-gara Juri Tak Jelas, SMAN 1 Pontianak Tersingkir di LCC 4 Pilar MPR

13 jam lalu
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang