Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Kubu Raya > Soal Tuntutan Warga Sungai Enau, SSL PT BPK : HGU Kami Hingga 2026
Kubu RayaNews

Soal Tuntutan Warga Sungai Enau, SSL PT BPK : HGU Kami Hingga 2026

Last updated: 30/06/2021 09:15
29/06/2021
Kubu Raya News
Share

POTO : Supervisor Social Security dan License (SSL) PT BPK Wilmar Group, Muhammad Taufik (Zenta)

radarkalbar.com, KUBU RAYA – Manajemen PT Bumipratama Khatulistiwa (BPK) angkat bicara, terkait tuntutan warga Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya yang menuntut perusahaan tersebut untuk mengembalikan tanah mereka, karena dianggap waktu pemakaian telah habis pada tahun 2021.

Dimana tuntutan warga tersebut, yang berujung dengan aksi unjuk rasa berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Kalbar pada Senin (28/6/2021) lalu.

Supervisor Social Security dan License (SSL) PT BPK Wilmar Group, Muhammad Taufik mengatakan tuduhan masyarakat itu sangat tidak berdasar karena perusahaan tersebut mengantongi izin penggunaan lahan hingga tahun 2026. Kemudian, izin perusahaan itu dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, karena tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertahanan Nasional Nomor 18/HGU/BPN/96 tentang Pemberian Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT Bumi Pratama Khatulistiwa.

“Kita menilai aksi unjuk rasa masyarakat sangat tidak tepat dilakukan karena pada dasarnya BPK mempunyai izin HGU yang merupakan produk pemerintah. Harusnya hal ini dihormati masyarakat, sebab izin berlaku 30 tahun, yang artinya berakhir di 2026. Artinya, BPK punya hak di atas HGU tersebut untuk operasional,” tegasnya, saat dijumpai di Kubu Raya, Selasa (29/6/2021).

Menurut Taufik, pemikiran selama ini yang disampaikan oknum yang mempersalahkan BPK adalah bahwa HGU kalau sudah berakhir (izin pemakaian lahan), itu dikembalikan kepada mereka. Kemudian, jika mau diperpanjang, dibayar kembali.

“Hal ini tidak tepat. Karena aturannya, di mana jika perizinan itu habis, bisa dikembalikan kepada negara. Kalaupun diperpanjang, tidak ada ganti rugi lahan,” imbuh nya.

Taufik mengaku menyayangkan aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Sungai Enau. Menurutnya, persoalan tentang izin penggunaan lahan itu telah selesai pada tanggal 22 Maret 2021 silam. Tepatnya pada saat pertemuan antara PT BPK, BPN, dan masyarakat Sungai Enau di Ruang Komisi I DPRD Kalbar.

Masyarakat lanjutnya, telah menerima penjelasan dari BPN yang menyatakan bahwa izin penggunaan lahan oleh PT BPK berakhir pada tahun 2026. Pihak DPRD Kalbar juga disebutnya ikut memberikan arahan kepada masyarakat dalam pertemuan tersebut.

“Jika masalah HGU ini, masyarakat sudah pernah mengikuti pertemuan dengan DPRD Provinsi Kalbar pada tanggal 22 Maret 2021. Nah, saat itu dihadirkan perwakilan Kanwil BPN Provinsi Kalbar dan Kepala Kantor BPN Kubu Raya yang menyatakan benar bahwa HGU PT BPK berakhir pada tahun 2026 dengan masa berlaku 30 tahun. Lalu hadir juga pemerintah melalui DPRD Provinsi memberikan arahan kepada masyarakat bahwa ini aturannya sudah berlaku. Kan, jika perusahaan mau melakukan perpanjangan, selama lahan tidak ada masalah, maka dapat melakukan perpanjangan didukung dengan masyarakat setempay,”ungkapnya.

Ia menyambut baik upaya Pemkab Kubu Raya yang telah berinisiatif untuk memfasilitasi mediasi antara PT BPK dan masyarakat Sungai Enau. Ia berharap, mediasi yang rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu (30/6/2021) ini akan mendatangkan solusi konkrit. Tentunya, dengan pertemuan tersebut ada hasil, kemudian perusahaan pun sudah bisa kembali menjalankan aktivitas usaha setelah 18 hari terakhir berhenti beroperasi karena dihalangi oknum masyarakat setempat.

“Kita berterima kasih Pemkab Kubu Raya memfasilitasi pertemuan. Harapan kami, gangguan operasional selama belasan hari itu yang mengakibatkan perusahaannya merugi miliaran rupiah, sudah bisa teratasi. Dan operasional perusahaan telah kembali normal,” ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya masyarakat Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Kalbar, Senin (28/6/2021).

Kedatangan warga ini, untuk menuntut PT. BPK Wilmar group untuk mengembalikan tanah mereka. Pasalnya, warga beranggapan masa waktu penggunaan lahan oleh perusahaan tersebut hingga tahun 2021 telah habis. Lantas warga juga menolak perpanjangan perjanjian, dan karena dinilai dibuat sepihak oleh perusahaan, tanpa sepengetahuan petani.

Pewarta : Zenta.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:PT WBK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan
02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

Perkuat Ideologi Kader, PKS Kalbar Cetak Pemimpin Berbasis “Q-Impact” via Mukhoyam Al-Quran

25/02/2026

Sering Muncul di Kolong Rumah, Buaya di Dusun Nirwana Akhirnya Dievakuasi Warga

24/02/2026

Terlibat Kasus Molotov, Pelajar SMP di Sungai Raya Tetap Difasilitasi Ikut Ujian

20/02/2026

Miris…! Usai Jambret Tas Ibu-Ibu, Dua Remaja Ini Malah Pesta Inex

19/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang