Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Debu-debu di Bumi Serambi
Opini

Debu-debu di Bumi Serambi

Last updated: 26/12/2024 22:24
26/12/2024
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi dari Bing

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

HARI INI, dunia tertuju ke Aceh. Diingatkan bahwa hari ini pernah terjadi tsunami besar di sana.

Tahun 2017 saya ke sana, melihat dan mendengar langsung sisa-sisa tangisan. Inilah sebuah goresan untuk mengenang bencana maha dahsyat itu.

Langit gelap. Laut mengamuk. Pada 26 Desember 2004, waktu seakan berhenti. Gemuruh dari dasar lautan mengguncang jiwa-jiwa manusia.

Lempeng bumi bergeser, mengguratkan luka yang tak pernah hilang. Gempa 9.1-9.3 magnitudo melahirkan gelombang raksasa, melahap segalanya tanpa ampun.

Aceh menangis.

Rumah-rumah runtuh, seperti tumpukan kartu yang ditiup angin. Tubuh-tubuh bergelimpangan, terbawa arus yang tiada henti. Ada yang berteriak, tapi suaranya tenggelam. Ada yang berlari, tapi ke mana? Laut telah menjadi musuh.

230.000 nyawa. Diambil dalam hitungan jam. 160.000 dari mereka adalah anak-anak Aceh. Anak-anak bumi yang bersujud kepada Tuhan, kini tidur dalam pelukan tanah yang beku.

Lihatlah, Museum Tsunami itu. Berdiri gagah, namun dingin. Seperti saksi bisu yang enggan berbicara. Di dalamnya, lorong panjang dengan dinding penuh nama-nama korban. Ribuan. Puluhan ribu.

Setiap langkah di lorong itu membawa perasaan sesak. Setiap nama adalah cerita. Setiap huruf adalah duka.

Bagaimana rasanya menjadi debu? Terhempas ke mana angin membawa. Itulah manusia di hadapan alam. Kecil. Tak berdaya.

Namun, Aceh berdiri lagi. Dengan duka di pundak, mereka membangun. Rekonstruksi dimulai. Dari puing-puing, lahir harapan. Tapi bisakah harapan itu menghapus luka?

Sistem peringatan tsunami dibangun. Satelit, sirene, teknologi canggih. Semua dikerahkan agar sejarah tak berulang. Tapi mereka tahu, teknologi hanya mampu mencegah tubuh terluka. Tidak dengan hati.

Di Samudra Hindia, di bawah laut yang tenang, lempeng masih bergerak. Kita hanya bisa menunggu.

Aceh mengingatkan kita pada satu hal, manusia tak lebih dari debu. Debu yang terombang-ambing di lautan waktu. Debu yang hanya bisa berharap pada belas kasihan Sang Maha Kuasa.

Pada setiap 26 Desember, mari kita tundukkan kepala. Bukan untuk takut pada alam. Tapi untuk mengingat betapa rapuhnya kita. Betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan takdir.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Aceh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
11/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

12/02/2026

BBM Bersubsidi Nelayan dan Ujian Integritas Aparat Penegak Hukum

11/02/2026

Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

12/02/2026

40 Tahun Jadi Muazin Akhirnya Dapat Hadiah Umrah Gratis

09/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang