Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Apakah Gibran Belajar Teori Debat Ini?
Opini

Apakah Gibran Belajar Teori Debat Ini?

Last updated: 26/12/2023 00:14
24/12/2023
Opini
Share

FOTO : Dr. Rosadi Jamani (Ist)

Oleh : Ketua Satupena Kalimantan Barat, Dr. Rosadi Jamani

HAMPIR semua media maupun medsos mengunggulkan Gibran dalam Debat Cawapres. Kecuali, lawan Gibran yang tak mengakuinya sebagai pemenang.

Serangannya membuat lawan tak berkutik. Telak. Padahal lawan debatnya bukan kaleng-kaleng. Politisi yang sudah malang-melintang dalam persilatan politik.

Ia seperti pemeran Guo Jing dalam film The Legend of the Condor Heroes. Ia tampil memukau di tengah perseteruan kelompok Wulin dan Sembilan Yin. Masih muda tapi bisa mengalahkan pesilat tua.

Ups, lalu cerita silat pula. Lalu, apa hubungannya dengan Gibran?

Saya mau bahas dari sisi seni berdebat. Dalam logical fallacy atau sesat pikir, ada istilah ad hominem. Yang paham soal ini, satu guru satu ilmu ya. Bagi yang belum tahu, akan saya jelaskan.

Ad hominem adalah sebuah kesalahan logika yang sering terjadi dalam dunia politik. Terdapat empat jenis ad hominem, yaitu ad hominem abusive, ad hominem circumstantial, ad hominem tu quoque, dan ad hominem fallacy of relevance.

Keempat jenis ad hominem tersebut memiliki kesamaan dalam menyerang pribadi lawan bicara, bukan argumen yang sedang diperdebatkan.

Ad hominem abusive adalah jenis ad hominem yang menyerang pribadi lawan bicara dengan tujuan merendahkan atau melecehkan mereka, tanpa membahas argumen yang sedang diperdebatkan.

Contohnya, seorang politisi menuduh lawannya sebagai orang yang tidak berpendidikan hanya karena lawannya tidak setuju dengan pandangan politisi tersebut.

Ad hominem circumstantial adalah jenis ad hominem yang menyerang argumen seseorang berdasarkan latar belakang, kepentingan, atau hubungan mereka dengan topik yang sedang dibahas, tanpa membahas substansi argumen tersebut.

Contohnya, seorang politisi menolak argumen lawannya hanya karena lawannya berasal dari partai politik yang berbeda.

Ad hominem tu quoque adalah jenis ad hominem yang menyerang argumen seseorang dengan menunjukkan bahwa orang tersebut tidak konsisten dengan prinsip atau tindakan mereka, meskipun hal tersebut tidak berhubungan dengan argumen yang sedang diperbincangkan.

Contohnya, seorang politisi menuduh lawannya tidak konsisten dalam menjalankan program pemerintah hanya karena lawannya pernah melakukan kesalahan di masa lalu.

Ad hominem fallacy of relevance adalah jenis ad hominem yang menyerang pribadi lawan bicara dengan alasan yang tidak relevan dengan topik yang sedang diperbincangkan, seperti penampilan fisik atau kebiasaan pribadi.

Contohnya, seorang politisi menyerang lawannya dengan mengkritik penampilan fisik lawannya, padahal hal tersebut tidak berhubungan dengan topik yang sedang dibahas.

Dalam dunia politik, ad hominem sering digunakan untuk mengalihkan perhatian dari substansi argumen yang sedang diperdebatkan.

Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan memeriksa argumen yang disampaikan oleh para politisi, serta tidak mudah terpengaruh oleh serangan ad hominem yang tidak relevan.

Mudahan paham ya wak. Kalau tak paham, harap baca lagi sampai paham, hehehe.

Kalau dikaitkan dengan aksi Gibran kemarin, masuk ad hominem yang mana? Atau, tidak masuk, dan menggunakan jurus baru? Silakan dicocokologi.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Debat CawapresGibran Rakabuming Rakamedia massa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
11/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

12/02/2026

BBM Bersubsidi Nelayan dan Ujian Integritas Aparat Penegak Hukum

11/02/2026

Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

12/02/2026

40 Tahun Jadi Muazin Akhirnya Dapat Hadiah Umrah Gratis

09/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang