Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Demi Ketahanan Pangan Keluarga, Ketum LDII Ajak Manfaatkan Pekarangan
Nasional

Demi Ketahanan Pangan Keluarga, Ketum LDII Ajak Manfaatkan Pekarangan

Last updated: 22/06/2022 19:12
22/06/2022
Nasional
Share

FOTO : hamparan lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk produksi pangan keluarga (Ist)

Editor : Sutarjo

JAKARTA – radarkalbar. com

KETERSEDIAAN pangan saat ini menjadi rentan dengan peperangan yang terjadi di negara pengekspor utama dunia. Bahkan pembatasan ekspor pangan, juga mempengaruhi ketersediaan pangan global.

Mencermati kondisi ini, Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Chriswanto Santoso saat ditemui di Surabaya mengatakan pihaknya mendorong masyarakat dan warga LDII untuk memberdayakan pekarangan untuk produksi pangan keluarga.

Menurutnya, momentum kebangkitan ketahanan pangan keluarga dimulai dengan peringatan Hari Krida Pertanian yang jatuh pada 21 Juni setiap tahun. KH Chriswanto memaparkan, program ketahanan pangan menjadi perhatian LDII. Program tersebut menjadi salah satu dari delapan bidang “Pengabdian LDII untuk Bangsa”.

“Sebagai ormas Islam, kami juga memiliki perhatian khusus di bidang pangan dan lingkungan hidup, karena keduanya mempengaruhi hajat hidup manusia umumnya dan warga LDII khususnya,” ujarnya.

Ia mengatakan bila lingkungan hidup dan pangan bermasalah, kegiatan sehari-hari dan ibadah tidak akan berjalan dengan baik, “Untuk itu, sebagai bagian dari masyarakat madani, LDII aktif mengajak warganya memperhatikan isu-isu terkini terkait pangan dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Dalam rangka Hari Krida Pertanian, KH Chriswanto menyampaikan apresiasi setinggi-tinginya kepada seluruh pemangku kepentingan pertanian, mulai dari petani, peternak, buruh tani, berbagai lembaga pemerintah, hingga pengusaha terkait pertanian.

“Mereka telah membantu tersedianya pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tanpa kerja keras dan kerja cerdas seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, niscaya sulit mewujudkan ketersediaan pangan yang sangat penting bagi masyarakat,” imbuhnya.

*Edukasi Pangan Bagi Keluarga*
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP LDII Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) Siti Nurannisaa menyampaikan bahwa keluarga merupakan mata rantai yang esensial, dalam fungsi pemeliharaan kecukupuan gizi dan pangan.

Dalam menghadapi tantangan masa depan, keluarga perlu berpartisipasi aktif dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan. “Para ibu berperan penting dalam pengelolaan pangan keluarga. Fungsinya sangat besar dari sisi penyedia pangan, penyusun menu, pengolah, dan bahkan bagi yang berkarir, ikut andil sebagai penyedia dana untuk penyediaan pangan keluarga,” ungkap Annisaa.

Ia mengapresiasi para ibu yang terlibat langsung dalam berbagai sektor pertanian, mengingat selain berfungsi sebagai manajer pangan keluarga, mereka juga aktif dalam proses produksi pertanian,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, para ibu bisa ikut membantu mengedukasi seluruh anggota keluarganya mengenal asal-usul pangan yang tersedia di meja makan keluarga. Sekaligus dan menumbuhkan kesadaran dari mana pangan yang dikonsumsi tersebur berasal.

“Dengan pemahaman tersebut dapat mengembangkan karakter keingintahuan dan saling menghargai kerja keras para pemangku kepentingan sektor pertanian dalam menyediakan pangan yang dikonsumsi,” tuturnya.

Ia mengajak para Ibu bersama anggota keluarga warga LDII dan masyarakat umum, agar waktu luangnya dimanfaatkan untuk mengolah lahan atau pekarangan rumah sebagai tempat memproduksi pangan, “Pertanian pekarangan membuka peluang bagi keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan dan mengembangkan karakter anggota keluarganya sambil berkegiatan memproduksi pangan,” ujar Annisaa.

Pengembangan pertanian pekarangan membantu mengenalkan proses produksi pangan pada keluarga sejak dini, sekaligus mendorong pengembangan sikap saling menghargai, kerja keras, menghargai proses, dan bertanggungjawab melalui berbagai aktivitas bertanam di pekarangan.

Dari pekarangan, seberapa pun sempitb lahan yang ada, menurutnya tetap bisa dibudidayakan berbagai sumber pangan dan kebutuhan keluarga. Alternatif pertanian pekarangan saat ini sudah sangat bervariasi, dari yang hanya menanam cabai dalam pot hingga produksi komersial sayuran organik yang bernilai ekonomi.

Produksi bahan bumbu dan tanaman obat keluarga (TOGA) selain menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bisa dipanen dari pekarangan untuk menambah penghasilan. Menurutnya, kegiatan pemberdayaan pekarangan selaras dengan program pemerintah Indonesia, berupa “Program Rencana Aksi Nasional Pertanian Keluarga Indonesia” yang juga menjadi salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) untuk pertanian berkelanjutan.

“Mari kita jadikan momentum Hari Krida Pertanian tahun 2022 sebagai awal baru untuk lebih meningkatkan pemberdayaan pekarangan untuk produksi pangan keluarga,” ajak Siti Nurannisaa.

Pewarta/sumber : Rilis LDII

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:LahanLDIIPanganPekarangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kecelakaan Maut di Kuala Mempawah, Tiga Pelajar Asal Sungai Bakau Kecil Tewas di Tempat

25/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Mengenal Ridwan, Ketua Bawaslu Kota Pontianak Tersangka Korupsi
02/03/2026
Hindari Tabrakan dengan Pikap di Depan SPBU, Truk Muatan Cangkang Sawit Terperosok ke Parit
02/03/2026
Usut Korupsi Tata Kelola Pertambangan Bauksit, Penyidik Kejati Kalbar Geledah Sebuah di Jalan Pak Benceng Pontianak
19/02/2026

Berita Menarik Lainnya

Dari Rapimnas SMSI, Sampaikan Sikap Terkait ART Indonesia – Amerika

08/03/2026

Sumbangan Jalanan Meresahkan, Pemerintah Didesak Kaji Ulang Retribusi Suramadu demi Kesejahteraan Madura

01/03/2026

SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS

27/02/2026

KDM dan Polda Jabar Jemput 12 Perempuan Korban TPPO di Sikka NTT

24/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang