Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Drama PMI yang Melebihi Sinetron
Opini

Drama PMI yang Melebihi Sinetron

Last updated: 21/12/2024 20:28
21/12/2024
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

ELITE Golkar memang tak pernah kehabisan cerita. Kali ini, panggungnya bukan pilkada, bukan pilpres, tapi rebutan kursi Ketua PMI.

Ya, Palang Merah Indonesia. Organisasi kemanusiaan yang mestinya jadi simbol perdamaian, malah jadi medan perang dua titan politik: Jusuf Kalla dan Agung Laksono. Ini bukan drama biasa, ini sudah level sinetron epik.

Kementerian Hukum sudah mengesahkan kepengurusan Jusuf Kalla. Semua harusnya selesai. Tapi, seperti kebiasaan elit politik kita, selesai itu tidak pernah benar-benar selesai.

Kubu Agung Laksono tidak terima. Mereka mengancam akan membawa sengketa ini ke PTUN.

“Keadilan harus dicari,” kata Ulla Nurchrawaty, Sekjen versi Agung.

Sebuah pernyataan yang terasa heroik, sampai kita ingat bahwa yang mereka rebutkan adalah jabatan, bukan nyawa manusia.

AD/ART menjadi kitab suci yang diperdebatkan. Kubu Agung menuduh kubu JK mengubahnya tanpa Munas. Sebuah dosa besar, katanya.

Sementara itu, kubu JK tetap berdiri tegak dengan SK Menteri sebagai tameng. Dua kubu ini seperti dua pendekar dengan jurus masing-masing. Tapi yang terluka? PMI itu sendiri.

Munas ke-22 digelar. Hasilnya, Jusuf Kalla terpilih lagi secara aklamasi. Semua setuju. Semua puas. Kecuali, tentu saja, kubu Agung Laksono. Mereka langsung bikin Munas tandingan.

Dan voila, Agung Laksono pun jadi Ketua. Dua ketua dalam satu organisasi. Ini bukan lagi PMI, ini sudah seperti episode panjang dari drama politik.

Konflik ini semakin dramatis dengan tuduhan-tuduhan kejanggalan. Mikrofon mati. Internet putus. Interupsi dilarang. Munas ini lebih mirip pertunjukan teater absurd ketimbang forum demokrasi. Bayangkan, di era digital ini, mereka masih bertarung soal mikrofon.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sudah turun tangan. Kepengurusan JK sah, katanya.

Tapi pernyataan ini tidak membuat kubu Agung mundur. Drama tetap berlanjut. Seperti sinetron tanpa akhir, babak baru selalu muncul.

PMI sekarang punya dua ketua. Dua pemimpin, satu organisasi. Ini bukan lagi soal kemanusiaan. Ini soal ego.

Dan ego tidak mengenal batas. PMI, yang seharusnya jadi simbol penyelamat, sekarang berubah menjadi simbol perebutan.

Sudahlah, Bapak-Bapak. Kami lelah. Kalau darah Anda mendidih, tolong jangan tumpahkan ke rakyat.

Drama ini milik Anda, bukan kami. Kami hanya ingin hidup tenang. Kalau boleh jujur, kami sudah kenyang dengan drama politik. Ini terlalu.

Tolong, selesaikan di meja. Bukan di media.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Agung LaksonoJusuf KallaPMI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali

17/03/2026
Resmi Dilantik, Utin Risty Emilya Putri Sulung Raja Sanggau Perkuat Layanan Kenotariatan
04/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026
Rencana Pindah TPS ke Sungai Ambawang Dipertanyakan? Herman Hofi Munawar Desak Kajian Komprehensif, Jangan Asal Paksa
16/03/2026
Bawa Sabu di Saku Celana, Warga Singkawang Diciduk Polisi di Jalur Lintas Malindo
06/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Raja Tambang Terkenal Licin Beking Kuat, Akhirnya Bisa Dijebloskan ke Jeruji

30/03/2026

DePA-RI Kecam Serangan Terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

16/03/2026

Peran Sekda Sebagai Koordinator Pemalakan OPD di Kabupaten Cilacap

16/03/2026

Memang Parah Bupati Cilacap, Setiap OPD Diperas Demi Syahwat Politiknya

15/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang