Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > LPA Kalbar dan Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Penanganan Kasus Pencabulan Terhadap Anak di Kayong Utara
Pontianak

LPA Kalbar dan Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Penanganan Kasus Pencabulan Terhadap Anak di Kayong Utara

Last updated: 24/12/2023 17:59
20/12/2023
Pontianak
Share

FOTO : Ketua LPA Kalbar, R. Hoesnan dan kuasa hukum keluarga korban, Suparman S.H., M.H., M.Kn., CPM., CPArb (Ist)

PONTIANAK – radarkalbar.com

HINGGA saat ini penanganan kasus pencabulan anak dibawah umur di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar masih menggantung.

Mendapati hal itu, memantik Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalbar, R. Hoesnan angkat bicara dan menyayangkan terduga pelaku pada kasus tersebut, hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, anak yang diduga menjadi korban dalam kasus pencabulan ini, berusia 13 tahun. Dan saat ini merupakan kelas 1 SMPN di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara.

“Kita dari LPA Kalbar menyayangkan sikap Polres Kayong Utara yang terkesan lamban dalam penanganan kasus tersebut. Yang mana orang tua korban sudah mengadukan peristiwa pencabulan tersebut sejak tanggal 12 Oktober 2023, sesuai Surat Tanda Terima Pengaduan Nomor: STPL/63/X/2023/Reskrim,” ungkap Hoesnan.

Padahal kata Hoesnan, pengaduan tersebut sudah ditingkatkan menjadi laporan pada tanggal 29 November 2023 sesuai dengan Tanda Bukti Laporan Nomor: TBL/33/XI/2023/Kalbar/Res Kayong Utara.

” LPA Kalbar terus akan melakukan pendampingan terhadap korban, karena secara psikis korban masih trauma atas kejadian tersebut. Dan sempat beberapa hari tidak mau sekolah dan hingga sekarang masih suka diam menyendiri dan menangis,” bebernya.

Menurut Hoesnan, selain mengalami kekerasan seksual. Namun, korban juga diancam untuk diam dan tidak menceritakan kejadian tersebut oleh pelaku.

“Terduga pelaku berinisial AR tidak lain ada seorang guru agama dan wali kelas korban. Maka dari itu, hingga hari ini korban masih ketakutan. Karena tahu bahwa pelaku belum tertangkap, selain itu ada dugaan teman-teman kelas korban juga mengalami hal yang sama. Dan juga diintimidasai oleh pelaku agar tidak menceritakan peristiwa kekerasan seksual kepada siapapun,” paparnya.

Terpisah, kuasa hukum keluarga korban, Suparman, S.H., M.H., M.Kn., CPM., CPArb tidak banyak memberikan komentar dan hanya menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan pihak Polres Kayong Utara untuk segera diterbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Langkah ini menurut Suparman, untuk memastikan sejauh mana penanganan yang telah dilakukan, apakah pelaku sudah ditetapkan tersangka atau belum? Kalaupun belum ditetapkan tersangka, alasannya apa?.

” Kasus ini sudah jelas kok, buktinya pihak kepolisian sudah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan tertanggal 1 Desember 2023 kepada korban. Bahwa pengaduan yang dilakukan korban sebelumnya ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi tindak pidaan kekerasan seksual terhadap anak,” cetusnya.

Ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera menetapkan tersangka atas peristiwa tersebut. Hal ini untuk menghindari persepsi masyarakat bahwa pelaku adalah kebal hukum. (rls/jmn/red)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Kasus anakKayong utaraLPAI Kalbar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Alami Pemadaman Massal, BPM Kalbar Desak Pimpinan PLN Dicopot dan Ancam Gelar Demonstrasi Besar

03/07/2026
Menelisik Bangunan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Dibangun Telan Dana Puluhan Milyar Tapi Tak Ditempati, Ini Penyebabnya
11/07/2026
KANNI Kalbar Desak PLN Transparan Soal Listrik Padam ‘Berjemaah’ di Sanggau hingga Mempawah dan Wilayah Lainnya
03/07/2026
Sengaja Dikunci? Dugaan Kongkalikong Tender Jembatan Sungai Barak Mukok Mencuat..!
28/06/2026
Digantung Tanpa Kejelasan, Puluhan Karyawan PT MJP 1 Sekadau, Tuntut Kepastian Nasib di DPRD Sekadau
07/07/2026

Berita Menarik Lainnya

Kapolda Kalbar Lantik 3 PJU, Ini Nama dan Jabatannya

3 jam lalu

Bukan Cuma Urusan Adat, Kalbar Bidik Swasembada Ternak hingga Target Ekspor ke Singapura

4 jam lalu

Perkuat Kemanunggalan, Kodim 1207 Pontianak Satukan Warga Lewat Nobar Bola Gembira Piala Dunia

17 jam lalu

Geram..!! Paket Murah Sabu Sasar Pelajar, Warga Riam Berasap Grebek Sebuah Rumah Sarang Narkoba

14/07/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang