FOTO : Flyer Forum Masyarakat Peduli Poyo Tono Hibun Kenaik [ ist ]
Pewarta : tim liputan | editor : SerY TayaN
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Menanggapi ketimpangan akses komunikasi yang kian memprihatinkan dirasakan warga Desa Persiapan Sungai Kenaik, Kecamatan Tayan Hilir, dari waktu ke waktu, Forum Masyarakat Peduli Poyo Tono Hibun Kenaik melayangkan desakan keras.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Poyo Tono Hibun Kenaik, Nicodemus Purba, secara terbuka mendesak jajaran Pemkab Sanggau, DPRD Kabupaten Sanggau melalui komisi terkait, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hingga Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi Base Transceiver Station (BTS) di wilayah tersebut.
Pasalnya, Ia menilai krisis sinyal dan keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah tersebut sudah pada tahap memprihatinkan serta merugikan hak-hak mendasar masyarakat setempat. Sebab, ketersediaan jaringan internet dan telekomunikasi bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan penopang utama urusan publik.
” Kita mendesak berbagai pihak mulai Pemkab Sanggau, DPRD, Dinas Kominfo hingga Kemenkomdigi untuk mengambil langkah nyata. Ketimpangan akses digital di wilayah Desa Persiapan Sungai Kenaik telah berdampak langsung pada terhambatnya sektor pendidikan anak-anak sekolah, kelancaran pelayanan publik, efisiensi komunikasi antar warga, hingga pergerakan roda ekonomi lokal,” ungkap pria yang juga Sekretaris Dewan Adat Dayat (DAD) Kecamatan Tayan Hilir ini, Senin (19/10/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Purba ini, keterbatasan jaringan ini secara nyata menghambat pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, dan kegiatan ekonomi warga kami. Ketimpangan ini harus segera dijawab dengan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, bukan sekadar janji manis di atas kertas.
Lantas, secara khusus, Purba juga menyindir sikap para pemangku kebijakan dan elit politik yang kerap baru menunjukkan kepedulian serta menebar janji-janji manis ketika mendekati momen kontestasi politik. Ia mengingatkan agar aspirasi dasar rakyat tidak dijadikan komoditas politik berkala semata.
”Jangan tunggu 2029 untuk peduli! Jangan pula nanti menjelang pemilu atau pilkada baru sibuk berpura-pura peduli dan mengumbar janji pembangunan. Jangan hanya hadir meminta suara ketika kampanye, lalu menghilang setelah duduk di kursi jabatan. Jalankan tugas dan tanggung jawab kalian sekarang juga setelah menerima mandat rakyat!” cecarnya penuh penekanan.
Menurut Purba, kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat melalui pemilu merupakan amanah berat yang menuntut tindakan konkret dan tidak bisa ditunda-tunda.
”Mandat rakyat adalah tanggung jawab. Buktikan dengan kerja nyata sekarang, bukan nanti ketika butuh suara rakyat lagi!” tegasnya.
Guna memastikan langkah konkret segera diambil oleh para pemangku kepentingan, Forum Masyarakat Peduli Poyo Tono Hibun Kenaik merumuskan empat tuntutan mendesak yakni menuntut instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan survei teknis dan pemetaan rinci terkait kebutuhan jaringan di Desa Persiapan Sungai Kenaik.
Kemudian, mendesak pemerintah daerah dan Kemenkomdigi memfasilitasi serta mengoordinasikan secara intensif pembangunan tower BTS dengan para operator seluler.
Selanjutnya, menuntut jaminan ketersediaan alokasi anggaran serta kepastian lini masa (timeline) pelaksanaan pembangunan fisik BTS yang jelas. Lantas, meminta pihak berwenang menyampaikan setiap tahapan perkembangan penanganan dan kendala pembangunan BTS ini secara terbuka dan transparan kepada publik.
” Jadi, kami masyarakat Desa Persiapan Sungai Kenaik berharap agar jajaran eksekutif dan legislatif di Kabupaten Sanggau maupun pemerintah pusat di Kementerian Komdigi dapat segera merespons tuntutan ini dengan aksi nyata demi tercapainya pemerataan pembangunan dan keadilan akses informasi bagi seluruh warga,” pungkasnya berharap. [ Red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
