Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Kejati Kalbar Mengganas, Dua Orang Ditahan dalam Kasus Hibah Mujahidin
Opini

Kejati Kalbar Mengganas, Dua Orang Ditahan dalam Kasus Hibah Mujahidin

Last updated: 19/11/2025 07:05
17/11/2025
Opini
Share

FOTO : Ilustrasi [ AI]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan ]

Malam ini, Kota Pontianak terasa panas. Bukan karena ada kebakaran. Kejati Kalbar seperti mengganas setelah sebelumnya “diolok-olok.”

Dua orang ditahan dan ditetapkan tersangka dalam kasus Hibah Mujahidin. Mari kita lindas, eh salah, kupas kasus dugaan korupsi di penghujung tahun ini sambil seruput Koptagul, wak!

Tak ada angin, tak ada hujan, tak ada promo cuci gudang akhir tahun, tiba-tiba Kejati Kalbar berubah seperti transformer mode “Garang Unlimited Ultra Max”. Semua bermula setelah Dr Emilwan Ridwan SH MH diangkut masuk ke kursi Kajati Kalbar pada 23 Oktober 2025.

Ini sebuah tanggal yang kini diduga para pakar konspirasi sebagai “solar eclipse of justice”, ketika semesta memutuskan, “Sudahlah, ayo kita gas semua kasus mandek yang bikin masyarakat hampir jadi fosil.”

Benar saja. Kasus hibah Mujahidin yang dulu mandek sampai lumutan, yang sudah didemo warga sampai sepanduk para pendemo pun pudar kena matahari, jreng! langsung digas begitu saja. Banyak warga mengira Kejati dulu sempat “mode tidur hemat baterai”, tapi kini setelah ganti nakhoda, tiba-tiba seluruh kantor seperti disiram kopi robusta 2 liter.

Tanggal 17 November 2025, Kejati Kalbar resmi menetapkan dan menahan dua tersangka. IS (Ir. H. Ismuni), Ketua Lembaga Pembangunan Yayasan Mujahidin sekaligus Kapten Panitia Pembangunan yang entah kenapa lupa membangun sesuai RAB. MR (Ir. Mulyadi Rahyono), sang perencana, pembuat RAB, sekaligus pengawas yang… yaa… ternyata tidak terlalu mengawasi.

Keduanya disangka melanggar pasal segudang, mulai dari Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, sampai jo. jo. jo. Pasal 55. Ini seolah hidup mereka berubah menjadi playlist undang-undang paling dramatis di Spotify.

Rp 22.042.000.000. Itu total hibah dari Pemprov Kalbar untuk Yayasan Mujahidin 2020–2022. Menurut penyidik, sekitar Rp 5.971.702.088,87 hasil pekerjaan diduga “mengalami kekurangan volume dan mutu fisik” istilah halus dari “loh, bangunannya ada, kok kualitasnya begini?”

Dana hibah ternyata juga dipakai untuk membayar biaya perencanaan Rp 469 juta, serta insentif panitia Rp 198 juta. Dua hal yang tidak muncul dalam proposal maupun RAB. Bagai nonton serial TV, penonton berujar, “lho kok bisa?” sementara panitia menjawab seperti tokoh sinetron, “saya juga bingung, wak.”

Kejati pun resmi menahan IS dan MR di Rutan Kelas IIA Pontianak selama 20 hari. Entah mengapa rumor mulai berkembang, apakah ini efek November yang biasanya jadi bulan diskon besar-besaran? Atau memang aura Emilwan Ridwan berbeda?

Beberapa warga bahkan meyakini Dr. Emilwan membawa jimat anti-mandek. Ini semacam benda pusaka birokrasi yang membuat berkas perkara otomatis nge-gas begitu dipegang. Tidak ada bukti, tentu saja, tapi teori konspirasi tanpa bukti justru lebih nikmat.

Yang lebih bikin bulu kuduk merinding, Kejati memastikan penyidikan masih berkembang, dan “tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.” Nah, di sinilah imajinasi masyarakat mulai lari bebas seperti kuda lepas di padang rumput.

Apalagi sudah tersilet info, ada tiga pejabat penting yang sudah diperiksa, yakni Sutarmidji, Syarif Kamaruzzan, dan Harisson. Mereka bertiga ini belum jadi tersangka, tapi rakyat sudah pasang stand Koptagul.

Begitulah, wak! Pontianak yang biasanya adem, kini bergetar seperti mau launching konser. Warga menatap Kejati dengan ekspresi campuran, harapan, penasaran, dan sedikit takut kalau besok paginya Kejati makin garang sampai gedung-gedung sekitar ikut berdiri sempurna.

“Bang, nampaknya esok, bakal ramai budak ngopi di Asiang.”

“Tanpa kasus ini pun, di Asiang tetap ramai, wak. Cuma lebih ramai lagi, apalagi di Jalan Hijaz, bakal kewalahan kang parkir.”

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:dugaan korupsiPontianakYayasan Mujahidin Pontianak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

“Riak” Dalam MI Ma’arif Labschool Sintang Berada di “Titik Didih” Akibat Kisruh Internal, Guru Ancam Mogok Ngajar

30/11/2025
Pertama Kali Terjadi, Kasus Pencurian Mobil Gemparkan Warga Pasir Wan Salim, Pemilik Lapor Polisi
30/11/2025
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
22/11/2025
Pesan Ria Norsan : SMSI Wajib Jadi Guardian of Unity di Ruang Digital
30/11/2025
GNPK RI Kalbar Dukung LAKI Menyoal Terbitnya IMB PT BAI
10/12/2025

Berita Menarik Lainnya

Membongkar Praktik Komitmen Fee yang Membuat Kepala Daerah Bergelimang Harta

13/12/2025

Jangan Panik, Ini Dua Langkah Wajib Sebelum SPT-an di Coretax!

08/12/2025

Prabowo Benar-benar Ngamuk, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

08/12/2025

UPA PERADI 2025 Wilayah Yogyakarta Digelar di Fakultas Hukum UGM

06/12/2025

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang