Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Pontianak > Tiga Tersangka Korupsi Tanah Bank di Kalbar, Resmi Masuk DPO, Warga yang Mengetahui, Diminta Segera Melapor ke Aparat
Pontianak

Tiga Tersangka Korupsi Tanah Bank di Kalbar, Resmi Masuk DPO, Warga yang Mengetahui, Diminta Segera Melapor ke Aparat

Last updated: 17/03/2025 13:18
17/03/2025
Pontianak
Share

FOTO : Plt Kajati Kalbar, Subeno didampingi sejumlah pejabat Kejati saat memberikan keterangan pers [ ist ]

redaksi – radarkalbar.com

PONTIANAK – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) resmi menetapkan tiga tersangka kasus pengadaan tanah Bank Pembangunan Daerah, Provinsi Kalbar sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Langkah ini diambil setelah para tersangka mangkir dari panggilan pemeriksaan sebanyak tiga kali tanpa alasan yang sah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kejati Kalbar, Subeno, dalam konferensi pers berlangsung di Gedung Kejati Kalbar menegaskan ketiga tersangka, yaitu Drs Samsiar Ismail, MM, Drs Sudirman HMY, MM, dan M. Faridhan, SE, MM, diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan kantor pusat bank daerah senilai Rp 99,1 miliar pada tahun 2015.

Hasil penyelidikan mengungkap adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp 39 miliar yang tidak sesuai dengan bukti transfer kepada pemilik tanah bersertifikat hak milik.

“Penyidik telah melakukan berbagai upaya, termasuk mendatangi alamat para tersangka. Namun mereka tidak ditemukan di tempat tersebut,” ujar Subeno.

Ketua RT setempat juga mengonfirmasi para tersangka sudah tidak berada di alamat yang tercatat dalam surat panggilan.

Lantas, sebagai langkah hukum lebih lanjut, penyidik Kejati Kalbar telah mengumumkan pemanggilan tersangka melalui media cetak.

Namun, karena mereka tetap tidak memenuhi panggilan dan diduga sengaja menghindari proses hukum, status DPO pun resmi diterbitkan pada 14 Maret 2025.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para tersangka untuk segera melapor kepada pihak berwenang. Penyidik juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penegakan hukum,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan mantan pejabat tinggi bank daerah.

Sesuai perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Barat, kerugian negara akibat kasus ini mencapai puluhan miliar rupiah.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Upaya penegakan hukum terus dilakukan, dan Kejati Kalbar memastikan kasus ini akan diusut hingga tuntas. [ red/r]

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Kejati tetapkan DPOKorupsi tanah Bank Kalbartiga tersangka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kejari Singkawang Selidiki Alur Dana Hibah PSDKU Polnep, Mantan Direktur Dipanggil

07/04/2026
Keluarga Pasien Keluhkan Layanan RSUD MTh Djaman Sanggau, Soroti Prosedur Medis dan Administrasi BPJS
20/04/2026
Tuntut Keadilan dari “Raksasa”, Warga Kubu Raya Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo
15/04/2026
Proyek TPA Pontianak Rp 17,9 Miliar Disorot…!! Beton Mulai Retak, Kualitas Konstruksi Dipertanyakan.
04/04/2026
Warga Sungai Pinyuh Keluhkan Kabel Telkomsel “Numpang” di Teralis Ruko, Khawatir Roboh dan Menelan Korban
04/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Momen Peringatan Hari Buruh 2026, GMNI Pontianak Serukan Solidaritas

22 jam lalu

Dosen Fakultas Kehutanan UGM Dorong LDII Kalbar Garda Terdepan Gerakan Peduli Lingkungan

30/04/2026

Momen May Day 2026, GMKI Pontianak Soroti Upah Layak, BPJS, hingga Kekerasan Pekerja

22 jam lalu

Rangkaian Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit..!! Penyidik Kejati Kalbar Kembali Sita Rp 55 Miliar, Uang Jaminan Bangun Smelter yang Tidak Terealisasi

29/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang