Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Gila…!!! Rakyat Jateng, Gubernurnya Dilawan dengan Menyepikan Kantor Samsat
Opini

Gila…!!! Rakyat Jateng, Gubernurnya Dilawan dengan Menyepikan Kantor Samsat

Last updated: 10 jam lalu
13 jam lalu
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani ( Ketua Satu pemain Kalimantan Barat) 

KITA lanjutkan perlawanan sunyi rakyat Jawa Tengah pada gubernurnya. Mereka tidak demo, tapi cukup menyepikan kantor samsat alias menunda bayar pajak.

Gile bener, berani ya..Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Jawa Tengah, negeri lumpia! Siapa bilang perlawanan harus berisik? Di tanah yang melahirkan tahu gimbal dan soto bangkong, revolusi justru dimasak pelan-pelan, pakai api kecil, tapi bikin dapur birokrasi gosong. Caranya? Sederhana. Jangan datang ke Samsat. Biarkan kursi tunggu kosong seperti piring setelah diserbu penggemar bandeng presto.

Lihatlah fenomena epik ini. Samsat Sukoharjo mendadak sepi setelah seruan “stop bayar pajak” viral. Biasanya jam 11 siang antrean sudah seperti ular naga panjangnya, kini lengang seperti warung gudeg koyor yang kehabisan santan. Samsat Semarang II di Banyumanik pun sunyi. Bahkan Samsat Hanoman ikut terasa dampaknya, warga datang, lihat nominal, kaget seperti digigit cabai rawit, lalu pulang tanpa bayar.

Kenapa? Karena angka-angka itu tidak lagi selembut wingko babat. Kenaikan terasa 48–66% akibat opsen. Motor naik ratusan ribu. Mobil yang tadinya Rp3 jutaan bisa jadi Rp6 jutaan. Eko bayar Rp4,37 juta dari sebelumnya Rp3 jutaan.

Sinta naik Rp20–25 ribu jadi Rp209.500. Ini bukan sekadar naik, ini melompat seperti udang dalam tahu gimbal yang terlalu lama digoreng, meletup dan bikin kaget.

Lalu pemerintah bilang, “Tidak ada kenaikan PKB 2026 dibanding 2025, malah diskon 5%.” Diskon 5%! Tahun lalu diskon 13,94% PKB dan 24,70% BBNKB. Sekarang 5% disebut relaksasi. Ini seperti soto bangkong tanpa daging, lalu dikasih sejumput bawang goreng dan disebut “kado manis”. Rakyat disuruh tersenyum sambil menghitung ulang isi dompet.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan lonjakan itu dampak regulasi nasional, yakni Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Opsen 16,6% PKB dan 32% BBNKB sudah sejak 2025. Bukan keputusan sepihak, katanya.

Pajak adalah sumber utama PAD, katanya lagi. Target PKB 2025 Rp4,15 triliun, realisasi Rp3,96 triliun. Triliunan rupiah berputar seperti adonan lumpia yang digulung rapi, tapi rakyat tetap bertanya, kenapa jalan masih berlubang seperti tahu gimbal yang kebanyakan kol?

Tahun 2025 Kejati selamatkan Rp56 miliar, ada OTT bupati, dana desa dikorup. Lalu kita diminta percaya bahwa semuanya aman? Tidak ada pernyataan eksplisit jaminan anti-korupsi atas PAD pajak kendaraan. Ada komitmen umum.

Ada diskon 5% sampai akhir 2026. Ada ajakan jangan terprovokasi. Tapi jaminan tegas? Tidak setegas bandeng presto yang tulangnya saja bisa dimakan.

Di sinilah rakyat menemukan resep rahasia. Tidak perlu demo besar. Tidak perlu bakar ban. Cukup masak perlawanan seperti gudeg koyor, pelan, sabar, meresap. Tunda bayar. Biarkan kantor Samsat sepi seperti dapur tanpa pelanggan. Karena ketika loket kosong, grafik penerimaan turun, target bergetar. Diskon tiba-tiba muncul. Sosialisasi mendadak digencarkan. Panik itu terasa, walau tak diakui.

Ini bukan makar. Ini bukan anarki. Ini strategi kuliner, kalau rasa tidak cocok, jangan habiskan. Kalau harga tidak masuk akal, simpan uangnya. Rakyat Jateng sedang belajar, kekuatan ada di keputusan kecil yang dilakukan bersama-sama. Menunda adalah bahasa paling sopan untuk berkata, “Kami tidak setuju.”

Nuan bayangkan, jika sepinya Samsat menyebar seperti aroma lumpia goreng di Pasar Johar. Bayangkan jika kursi-kursi kosong itu menjadi metafora bahwa rakyat tak lagi mau jadi lauk pendamping dalam pesta anggaran.

Ini bukan soal pelit bayar pajak. Ini soal keadilan rasa. Pajak boleh, tapi transparansi harus lebih gurih dari tahu gimbal, lebih jujur dari soto bangkong, lebih kokoh dari bandeng presto.

Untuk rakyat Jateng, lanjutkan dengan kepala dingin dan perhitungan matang. Karena kadang, revolusi paling kejam bukan yang berteriak paling keras, melainkan yang membuat dapur kekuasaan kehilangan selera.

 

 

 

Sumber foto: RMOL Jateng

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:pajak naikSamsat Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026

Berita Menarik Lainnya

HPN 2026 Banten: Hajatan Nasional atau Panggung Eksklusif Gerombolan Pedagang?

12/02/2026

BBM Bersubsidi Nelayan dan Ujian Integritas Aparat Penegak Hukum

11/02/2026

Lewat Putusan dan e-Court, MA RI 2025 Berkontribusi Puluhan Triliun bagi Negara

12/02/2026

40 Tahun Jadi Muazin Akhirnya Dapat Hadiah Umrah Gratis

09/02/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang