FOTO : Gubernur Kalbar, Ria Norsan berfoto bersama usai mengikuti wawancara nasional Jamsostek Award 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026 [ ist ]
Ulasan utama berita :
- Pengawalan Langsung Perlindungan Relawan: Gubernur Kalbar Ria Norsan berkomitmen mengawal langsung perumusan teknis dan regulasi agar relawan karhutla memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
- Pengakuan Risiko Kerja: Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas tingginya risiko keselamatan relawan karhutla di lapangan saat menjaga lingkungan dan masyarakat.
- Forum Jamsostek Award 2026: Komitmen tersebut disampaikan Ria Norsan dalam ajang Wawancara Nasional Jamsostek Award 2026 di Jakarta.
- Peningkatan Capaian Kepesertaan: Kepesertaan Jamsostek di Kalbar naik dari 27,36% (2025) menjadi 30,15% atau mencapai 785.310 pekerja pada Triwulan III 2026.
- Strategi & Target 2027: Dengan mengandalkan APBD, APBDes, kolaborasi CSR, dan aplikasi digital, Pemprov Kalbar menargetkan perlindungan 42.442 pekerja pada 2026 dan naik menjadi 50.000 pekerja rentan/relawan pada 2027.
Pewarta/editor : admin radarkalbar.com
PONTIANAK, RADARKALBAR.COM — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung pemberian jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.
Langkah strategis tersebut disampaikan Ria Norsan di hadapan dewan juri saat mengikuti Wawancara Nasional Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek Award) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Gubernur Ria Norsan menilai para relawan karhutla berada di garis depan dengan risiko keselamatan kerja yang sangat tinggi demi mencegah meluasnya dampak kebakaran lingkungan serta menjaga keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, skema perlindungan jaminan sosial dinilai sudah menjadi kebutuhan mendesak.
”Tugas mereka memiliki risiko tinggi. Ke depan, komitmen saya selaku Gubernur akan langsung menindaklanjuti secara maksimal bersama dinas teknis terkait untuk merumuskan kajian teknis dan berkoordinasi dengan seluruh instansi vertikal yang terlibat,” tegas Ria Norsan.
Ia meyakinkan tindak lanjut ini akan mencakup seluruh tahapan prosedural, mulai dari perencanaan, regulasi pembiayaan, penetapan penerima manfaat, hingga kemudahan teknis proses klaim bagi para relawan pemadam di lapangan.
Dalam pemaparannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mengusung strategi tiga pilar utama—komitmen, inovasi, dan keberlanjutan—untuk mengejar Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
Hingga Triwulan III 2026, kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalbar berhasil menembus 785.310 pekerja atau 30,15 persen dari total tenaga kerja, naik signifikan dibanding capaian 2025 yang berada di angka 27,36 persen.
Kendati menghadapi kendala geografis, tingginya sektor pekerja informal, serta tantangan literasi, Pemprov Kalbar terus mengoptimalkan penganggaran melalui APBD, APBDes, hingga partisipasi dunia usaha lewat Forum CSR/TSBLP dan inovasi digital seperti aplikasi E-TSBLP serta sistem SILPBJ-Kalbar.
Melalui skema APBD 2026, Pemprov Kalbar menargetkan perlindungan bagi 42.442 pekerja. Angka ini diproyeksikan terus meningkat pada tahun mendatang.
”Pada 2027, kami menargetkan perlindungan bagi 50 ribu pekerja rentan, termasuk relawan bencana. Kami juga akan memperkuat regulasi daerah dan mendorong evaluasi dukungan APBD di tingkat kabupaten dan kota,” ujar Ria Norsan. [ Red/biz]
Publisher : admin radarkalbar.com
