FOTO : Gubernur Kalbar, Ria Norsan didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan saat menemui massa mahasiswa di gedung DPRD [ ist ]
Pewarta/editor : redaksi
PONTIANAK [ radarkalbar.com ] – Akses kepemimpinan dan responsivitas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat diuji di tengah gelombang protes mahasiswa.
Gubernur Kalbar, H. Ria Norsan, mengambil langkah diplomasi lapangan dengan menemui langsung aliansi gabungan mahasiswa yang mengepung Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (23/10/2026).
Langkah Ria Norsan yang hadir langsung menembus kerumunan didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan ini menjadi titik balik yang mencairkan ketegangan. Di hadapan massa yang menyuarakan kekecewaan atas penanganan krisis daerah, pimpinan Pemprov Kalbar tersebut memilih membuka forum dialog dua arah secara terbuka ketimbang menghindari tekanan publik.
Di awal aksi, orator mahasiswa sempat melayangkan kritik keras terkait ketidakhadiran Gubernur pada gelombang demonstrasi sebelumnya. Menanggapi tuduhan tersebut, jajaran Pemprov Kalbar memaparkan rekam agenda kerja maraton yang tengah diselesaikan pimpinan daerah demi merespons krisis secara simultan.
Pada Rabu (21/10/2026), Ria Norsan memimpin rapat darurat yang melibatkan jajaran akademisi, profesor, dan pakar tanah gambut guna merumuskan skema mitigasi teknis serta pemulihan pasca-bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada hari yang sama, Gubernur menggelar pemanggilan khusus terhadap manajemen PT Pertamina dan PLN untuk mengurai krisis energi daerah.
Rangkaian agenda berlanjut pada Kamis (22/10/2026), ketika Ria Norsan bertolak ke Jakarta untuk menerima penganugerahan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026—sebuah penghargaan yang menempatkan Kalbar sebagai yang terbaik se-Kalimantan dalam tata kelola ekonomi dan inklusi keuangan.
Dalam penjelasannya mengenai bencana karhutla yang telah membayangi Kalbar selama tiga bulan terakhir, Ria Norsan membeberkan pemutakhiran data penanganan di lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa per 22 Oktober 2026, jumlah sebaran titik api (hotspot) di seluruh wilayah Kalbar telah berhasil ditekan secara signifikan hingga tersisa 22 titik. Konsentrasi titik api saat ini terfokus di wilayah Kabupaten Ketapang.
”Secara teknis, pergerakan arah angin yang bertiup dari selatan ke utara membawa penumpukan kabut asap ke wilayah tersebut. Pemerintah Provinsi bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengerahkan upaya maksimal di lapangan agar sisa titik api ini segera padam total dan udara Kalbar kembali bersih,” ujar Ria Norsan di hadapan perwakilan mahasiswa.
Isu krisis pasokan BBM dan lonjakan harga eceran di kawasan hulu sungai, serta pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan mahasiswa, turut menjadi fokus jawaban pimpinan daerah.
Ria Norsan menegaskan Pemprov Kalbar tidak tinggal diam dan telah mengambil tindakan intervensi birokrasi dengan memanggil jajaran pimpinan BUMN terkait.
”Kami sudah memanggil manajemen Pertamina dan PLN untuk mengevaluasi secara menyeluruh rantai distribusi BBM serta keandalan infrastruktur kelistrikan. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi kembali stabil dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat,” tegasnya.
Di samping isu ekologis dan ekonomi, aliansi mahasiswa mendesak adanya transparansi serta keadilan atas dugaan gesekan dan tindakan anarkis yang melibatkan oknum tertentu terhadap peserta aksi.
Merespons desakan tersebut, Ria Norsan menegaskan komitmen penegakan hukum yang tidak memihak:
”Saya menegaskan proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diproses secara profesional tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Di penghujung ruang dialog, Ria Norsan mengimbau agar ruang aspirasi publik senantiasa dijalankan melalui saluran konstitusional tanpa mengorbankan ketertiban umum.
Ia menekankan pintu Pemprov Kalbar terbuka lebar untuk masukan kritis dan kolaborasi konstruktif demi kemajuan Kalimantan Barat.
Aksi demonstrasi yang sempat dijaga ketat oleh aparat keamanan tersebut akhirnya berakhir tertib dan kondusif usai massa mendapat penjelasan langsung dari pimpinan daerah. [ Red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
