Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Nasional > Menko Luhut : Menteri dan Para Pejabat Tinggi Harus Mendengar, Jangan Hanya Mau Didengar
Nasional

Menko Luhut : Menteri dan Para Pejabat Tinggi Harus Mendengar, Jangan Hanya Mau Didengar

Last updated: 11/12/2019 22:40
11/12/2019
Nasional
Share

Jakarta, radar-kalbar.com -Menteri Koodinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengadakan pertemuan dengan para menteri dan para pimpinan lembaga non pemerintah.

Dalam acara tersebut disampaikan paparan dan presentasi dari pakar ekonomi sekaligus ahli manajemen dan Profesor dari Massachusets Institute of Technic (MIT), yakni Otto Scharmer.

“Tadi bisa dilihat kan, Menteri-menteri yang hadir walaupun cuma 1 sesi, tetapi mereka sangat antusias. Jadi Menteri-menteri itu harus belajar mendengar juga, jangan hanya mau didengar saja. Turun ke bawah dan mendengar langsung. Lemhanas mengorganisir ini sangat baik” ujar Menko Luhut di Gedung Lemhanas, Rabu (11/12/2019).

Menko Luhut lalu menjelaskan, bahwa pertemuan semacam ini sangat penting, kedepannya Menko Luhut akan mengusulkan kepada untuk mungkin mengadakan pertemuan sejenis, khusus untuk para Menteri.

“Pertemuan semacam ini dimulai awal oleh DPR RI, dan _outcome_ nya sangat bagus. Dan ternyata yang awalnya ada perbedaan-perbedaan, sekarang mereka lebih guyub, kenapa? Karena _national interest_. Saya juga sudah mengusulkan, dari awalnya yang mengikuti pertemuan ini adalah DPR RI, nanti bisa diikuti oleh pejabat-pejabat tinggi dari kementerian dan lembaga, atau pejabat tinggi daerah dengan maksud untuk menyatukan pemahaman dan jangan kita terkotak-kotak. Mungkin nanti disisipkan lagi pemahaman-pemahaman mengenai Pancasila, NKRI dan UUD 1945,” terangnya.

Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan, pertemuan ini penting untuk memperlancar komunikasi dan juga sekaligus menambah wawasan, karena menurutnya banyak hal yang bisa didapat dari diskusi ringan dan interaksi yang terjalin sepanjang pertemuan tersebut.

“Pertemuan ini super penting, karena tadi Prof Otto secara khusus menyampaikan bahwa Indonesia punya kelebihan yang luar biasa. Seperti program Presiden yakni transformasi ekonomi dari berbasis komoditas menjadi _value added_, dan yang kedua adalah _major super power carbon credit_, karena kita punya 75-80 persen _carbon credit_ di Indonesia yang berasal dari lahan gambut, _mangrove_ dan lainnya, dan ini punya kontribusi sangat besar kepada dunia, dan bagaimana kita sekarang mengkompakan diri kita untuk bersama-sama mengatasi masalah ini atau sekaligus mempromosikan bahwa Indonesia adalah _major power_ dalam _carbon credit_” jelas Menko Luhut.

Prof Otto Scharmer pun menyatakan, Indonesia mempunyai potensi sangat besar, maka apabila dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh, ini akan menjadi _bargaining_ Indonesia dan akan menjadikan Indonesia sebagai _super power_.

“Saya sangat terkesan dengan strategi penambahan nilai yang tadi disampaikan Pak Luhut, dan Indonesia harus mempertahankan proses penambahan nilai untuk kepentingan Indonesia. Apalagi komoditas _rare earth_ yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan teknologi seluruh dunia, dan dipasangkan dengan Indonesia yang memiliki cadangan _carbon_ yang luar biasa besar, dua hal itu seharusnya bisa menjadi titik ungkit atau _bargaining power_ dari Indonesia. Dan strategi ini harus dipakai dalam dua dekade ke depan untuk pertumbuhan dua dekade terakhir yang sudah dilakukan,” tutup Prof. Otto.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Biro Perencanaan dan Informasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Luhut B. PandjaitanMenteri Koodinator Kemaritiman dan Investasipakar ekonomi sekaligus ahli manajemen dan Profesor dari Massachusets Institute of Technic (MIT)yakni Otto Scharmer
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali

17/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026
Rencana Pindah TPS ke Sungai Ambawang Dipertanyakan? Herman Hofi Munawar Desak Kajian Komprehensif, Jangan Asal Paksa
16/03/2026
Bawa Sabu di Saku Celana, Warga Singkawang Diciduk Polisi di Jalur Lintas Malindo
06/03/2026
Potret PT WHW Kendawangan, TKA Dominasi Posisi Penting Ditengah Keluhan Pekerja Lokal, Nelayan kian Terhimpit
10/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

19/03/2026

Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Kantor Imigrasi Sanggau Tutup Layanan 18-24 Maret

02/04/2026

Bareskrim Bekuk Bandar Narkoba Asal Bima di Kubu Raya

13/03/2026

Dari Rapimnas SMSI, Sampaikan Sikap Terkait ART Indonesia – Amerika

08/03/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang